Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Kemendagri Perkuat Peran Pemda dalam Reforma Agraria

Kemendagri Perkuat Peran Pemda dalam Reforma Agraria

  • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mendorong penguatan peran pemerintah daerah (Pemda) dalam pelaksanaan reforma agraria. Peran tersebut dijalankan melalui sinkronisasi perencanaan pembangunan, penguatan Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA), dukungan pembiayaan, serta koordinasi lintas kementerian/lembaga dalam penyelesaian persoalan pertanahan.

“Kemendagri juga menerbitkan pedoman Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) setiap tahun sebagai panduan bagi seluruh pemerintah daerah dalam melaksanakan kegiatan, termasuk yang terkait dengan reforma agraria,” ujar Bima dalam Rapat Kerja Mendengarkan Pandangan/Masukan Pihak Terkait dalam Rangka Penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pengaturan Reforma Agraria di Ruang Rapat Badan Legislasi, Gedung Nusantara I, DPR RI, Jakarta, Senin, 7 September 2026.

Bima menjelaskan, sinkronisasi perencanaan diperlukan agar agenda pemerintah pusat dan daerah berjalan selaras. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendukung upaya tersebut melalui pembinaan teknis perencanaan pembangunan, termasuk sosialisasi dan monitoring percepatan penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di daerah.

Selain itu, peran kepala daerah diperkuat melalui GTRA yang dipimpin kepala daerah dengan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) sebagai pelaksana harian. GTRA bertugas melakukan koordinasi penyediaan objek reforma agraria dan mendorong penyelesaian konflik agraria sesuai kewenangan masing-masing daerah. Saat ini, GTRA telah terbentuk di 38 provinsi dan 311 kabupaten/kota.

Bima mengatakan keterbatasan kapasitas fiskal daerah perlu menjadi perhatian dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat penerima sertifikat tanah hasil reforma agraria. Menurutnya, keterbatasan tersebut perlu diatasi melalui efisiensi serta dukungan pembiayaan agar tidak menjadi penghambat pelaksanaan program.

“Kami memandang ketimpangan fiskal antardaerah ini semestinya tidak menjadi hambatan bagi kegiatan-kegiatan reforma agraria. Karena itu, kami mengidentifikasi daerah-daerah yang kapasitas fiskalnya rendah, tidak saja kemudian bisa melakukan efisiensi, tetapi juga membuka opsi untuk memberikan dukungan keuangan,” kata Bima.

Kemendagri juga mendorong Pemda tidak hanya mengandalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi memanfaatkan berbagai sumber pembiayaan dan kerja sama. Salah satunya melalui pembiayaan kreatif, kerja sama antardaerah, kemitraan dengan badan usaha, serta sinergi pendanaan dengan kementerian/lembaga.

Peran Pemda dalam Reforma Agraria

Dalam penyelesaian persoalan pertanahan, Kemendagri berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait untuk menangani tumpang tindih batas administrasi, kawasan hutan, Hak Guna Usaha (HGU), dan data pertanahan sesuai kewenangan masing-masing. Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui pembaruan data desa dan kelurahan yang berada di kawasan hutan.

Bima juga menegaskan, Pemda tidak boleh mengalihfungsikan atau menguasai secara sepihak tanah ulayat apabila keberadaan masyarakat hukum adat dan hak ulayatnya telah diakui berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pelindungan terhadap hak tersebut harus tetap diperhatikan dalam pelaksanaan investasi maupun pembangunan proyek strategis nasional.

Di sisi lain, Kemendagri memperkuat tertib administrasi dan pengelolaan aset desa melalui Sistem Pengelolaan Aset Desa (Sipades). Sistem tersebut membantu pemerintah desa melakukan inventarisasi, pencatatan, penatausahaan, dan pemantauan aset secara sistematis, termasuk informasi status dan kepemilikan tanah. Sipades telah digunakan oleh 21.074 desa atau sekitar 28 persen dari total 75.266 desa.

“Kami siap mengikutsertakan komponen yang ada. Kemendagri akan mengikuti, mendukung dan melengkapi apa yang dibutuhkan pada pembahasan berikutnya,” pungkasnya. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • Modernland Realty Raih Tiga Penghargaan dari HCREA 2022

    Modernland Realty Raih Tiga Penghargaan dari HCREA 2022

    • calendar_month Sabtu, 30 Jul 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Modernland Realty Tbk. berhasil meraih tiga penghargaan sekaligus dalam penganugerahan Human Capital on Resilience Excellence Award (HCREA) 2022 yang merupakan gelaran corporate rating di bidang human capital. Anugerah ini diadakan secara tahunan dan bertujuan untuk memetakan persoalan dan tantangan yang dihadapi korporasi di Indonesia. Penilaian dan penentuan pemenang dilakukan berdasarkan wawancara penjurian […]

  • Restoran Minang di Proyek GMPA Cilegon Raih Rekor MURI

    Restoran Minang di Proyek GMPA Cilegon Raih Rekor MURI

    • calendar_month Jumat, 17 Jun 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Restoran Minang The New Natrabu Cilegon yang merupakan kerjasama antara PT Bally Internasional Hotel&Convention Centre (Members of Riyadh Group Indonesia), PT Grand Mangku Putra (GMP) dan Restoran Natrabu dinobatkan sebagai Restoran Minang Terbesar di Dunia oleh Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI). Penyerahan piagam penghargaan diserahkan langsung Pendiri MURI Jaya Suprana di Museum MURI, Mall […]

  • Properti China Lesu, Apa Kabar Properti untuk WNA di Indonesia?

    Properti China Lesu, Apa Kabar Properti untuk WNA di Indonesia?

    • calendar_month Kamis, 1 Feb 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Lesunya sektor properti di China telah menyeret pertumbuhan ekonomi di Negeri Tirai Bambu sepanjang tahun 2023. Situasi serupa juga menimpa industri properti global di tahun 2024 seiring lambatnya pertumbuhan ekonomi dunia. Sayangnya, anjloknya industri properti di China dan di pasar global itu tidak secara otomatis mampu mengalihkan minat pembeli asing untuk masuk ke […]

  • Huntara untuk korban bencana Sumatera

    Negara Gelontorkan Rp268 Miliar Dana Darurat Bencana Sumatera

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah telah menggelontorkan dana darurat senilai Rp268 miliar guna penanggulangan bencana Sumatera. Hal itu disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Rapat Koordinasi bersama Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pasca Bencana DPR bersama jajaran Kabinet Merah Putih dan Kepala Daerah terdampak bencana. “Kami sudah melakukan percepatan penyaluran dana darurat, ini perintah Presiden. Total dananya […]

  • Investasi Properti Asia Pasifik Kembali Bergairah, Ini Pemicunya

    Investasi Properti Asia Pasifik Kembali Bergairah, Ini Pemicunya

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – Investasi properti di kawasan Asia Pasifik meningkat 15% secara tahunan menjadi USD204 miliar (periode 12 bulan hingga Maret 2026). Angka tersebut sejalan dengan pertumbuhan global dan menandakan kembali meningkatnya momentum investasi seiring kembalinya arus modal ke aset-aset properti utama. “Kawasan Asia Pasifik kini dipandang semakin tangguh dan layak investasi, dengan arus modal yang […]

  • Infrastruktur Jalan Topang Pengembangan Wisata Labuan Bajo

    Infrastruktur Jalan Topang Pengembangan Wisata Labuan Bajo

    • calendar_month Selasa, 14 Mar 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Ketersediaan infrastruktur Jalan Akses Labuan Bajo – Golo Mori, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur dapat mendukung pengembangan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super prioritas. “Pagi ini kita melihat bahwa jalan dari Labuan Bajo ke Golo Mori telah selesai. Ini akan memperbaiki konektivitas dalam rangka kita mengembangkan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super […]

Translate »
expand_less