Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Presidensi G20, PDB Indonesia Tambah Rp 7 Triliun

Presidensi G20, PDB Indonesia Tambah Rp 7 Triliun

  • calendar_month Minggu, 19 Des 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia berpeluang menambah Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar Rp 7,47 triliun, konsumsi domestik Rp 1,7 triliun, dan menyerap 33 ribu tenaga kerja. Setelah Presidensi G20, Indonesia juga akan menjadi Chairmanship ASEAN pada 2023 mendatang.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, ini merupakan momentum berharga bagi Indonesia. “Secara ekonomi, hal ini akan mendorong kepercayaan dari investor global untuk percepatan pemulihan ekonomi nasional,” kata Menko Airlangga dalam webinar Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) bertema “Presidensi G20 Indonesia: “Tantangan, Kesempatan, dan Peran Masyarakat Indonesia”, Jumat, 17 Desember 2021.

Selain memberi keuntungan pemulihan ekonomi nasional, Menko Airlangga menyampaikan, peranan Indonesia penting menjembatani keberagaman dalam Forum G20. Indonesia yang memiliki falsafah musyawarah dan mufakat diharapkan bisa menjembatani antar berbagai kelompok negara.

“Masyarakat dunia sedang menunggu Presidensi G20 Indonesia untuk mengambil kebijakan yang berwawasan ke depan. Kebijakan itu bersifat inklusif dan langkah-langkah konkret di luar narasi politik,” ungkap Menko Airlangga.

Presiden Joko Widodo berharap G20 sebagai platform kerja sama ekonomi dengan tiga sektor. Adapun ketiga sektor itu yakni arsitektur kesehatan global, transformasi ekonomi melalui digitalisasi, dan transisi menuju energi yang berkelanjutan.

“Kita merasakan manfaat teknologi digital di berbagai sektor, dan tentunya kita akan terus mendorong sektor-sektor yang dapat menjadi mesin-mesin pertumbuhan baru sebagai nilai  dari ekonomi digital sendiri,” kata Menko Airlangga.

Menurut Airlangga, masyarakat dunia berharap Indonesia mampu melahirkan terobosan baru. Termasuk di sektor transisi energi melalui adopsi teknologi yang terjangkau, mekanisme pembiayaan bersama, dan prioritas transisi energi berkelanjutan.

“Kita akan melibatkan peran serta ilmuwan dan akademisi yang tergabung dalam Think 20 dan Science 20 yang bisa berkontribusi ke tiga bidang, dan transisi energi,” tutur Menko Airlangga. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Jokowi saat Meninjau Integrated Digital Work di Bappenas 16 Januari 2020 (Foto: Muchlis JR)

    Soal Pembiayaan IKN, Ini Saran Pakar

    • calendar_month Selasa, 16 Feb 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah dipastikan akan terus melanjutkan rencana pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di provinsi Kalimantan Timur. Bappenas memperikirakan dari total pembiayaan proyek IKN sebesar Rp 466 triliun, pembiayaan dengan skema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) akan mencapai 54,6% atau Rp 254 triliun. Adapun pembiayaan IKN melalui APBN porsinya hanya 19,2% atau Rp 89,472 triliun […]

  • pariwisata ASEAN

    Pariwisata ASEAN Diyakini Mampu Hadapi Tantangan Ekonomi Global

    • calendar_month Sabtu, 4 Feb 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno optimistis pariwisata di kawasan ASEAN akan terus tumbuh. “Data terbaru UNWTO menunjukkan lebih dari 900 juta wisatawan melakukan perjalanan internasional pada 2022. Meningkat dua kali lipat dibanding tahun 2021,” kata Menparekraf Sandiaga dalam keterangan resminya, Sabtu, 4 Februari 2023. […]

  • Pemda NTT Diminta Tinjau Ulang Nilai BPHTB

    Pemda NTT Diminta Tinjau Ulang Nilai BPHTB

    • calendar_month Rabu, 23 Des 2020
    • 0Komentar

    Jakarta – Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPD REI) Nusa Tenggara Timur (NTT) berkoordinasi dengan pemerintah daerah (pemda) setempat untuk meninjau ulang besaran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) untuk rumah subsidi. Bobby Thinung Pitoby, Ketua DPD REI NTT mengatakan penurunan BPHTB akan sangat membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memiliki […]

  • Kemenparekraf Bidik 1,5 Juta Pelancong ke Labuan Bajo Tahun 2024

    Kemenparekraf Bidik 1,5 Juta Pelancong ke Labuan Bajo Tahun 2024

    • calendar_month Selasa, 1 Nov 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menargetkan penataan kawasan dan infrastruktur destinasi wisata super prioritas Labuan Bajo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), tuntas pada tahun 2024. Pengembangan dan penataan infrastruktur destinasi pariwisata Labuan Bajo demi meraup jumlah kunjungan 1,5 juta pelancong per tahun.    “Airport telah kita bangun, fasilitas juga sudah kita siapkan dan […]

  • Percepat Laju Program 3 Juta Rumah, DPR Usulkan Omnibus Law Perumahan

    DPR Usulkan Omnibus Law Perumahan, Percepat Laju Program 3 Juta Rumah

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – Komisi V  Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mengusulkan omnibus law sektor perumahan sebagai salah satu langkah untuk mempercepat realisasi Program 3 Juta Rumah. Omnibus Law diyakini dapat memangkas tumpang tindih aturan, menyederhanakan perizinan, sekaligus membuka ruang pembiayaan yang lebih inovatif bagi sektor perumahan. “Jika dalam mewujudkan program 3 juta rumah pemerintahan […]

  • Lagi, Pengembang Desak Kenaikan Harga Rumah Subsidi

    Lagi, Pengembang Desak Kenaikan Harga Rumah Subsidi

    • calendar_month Selasa, 2 Agt 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Pengembang daerah kembali menyuarakan permintaan penyesuaian harga jual rumah bersubsidi. Kali ini, desakan agar pemerintah menaikkan harga rumah subsidi berasal dari Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Jawa Timur. Alasannya, ongkos pembangunan rumah subsidi yang melonjak drastis akibat dipicu tekanan ekonomi global. “Sektor properti memiliki keterkaitan yang luas terhadap segala macam bidang usaha. Setidaknya ada […]

Translate »
expand_less