Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Segmen Properti Ini Paling Terdampak Kenaikan BI Rate

Segmen Properti Ini Paling Terdampak Kenaikan BI Rate

  • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Bank Indonesia (BI) menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%. Kenaikan suku bunga tentu bukan kabar yang ideal karena akan meningkatkan biaya pendanaan baik bagi pengembang properti maupun konsumen. Segmen yang paling berpotensi tertekan akibat kebijakan tersebut adalah hunian menengah.

“Kelompok konsumen di segmen ini umumnya tidak memperoleh subsidi pemerintah seperti kelompok masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), tetapi juga belum memiliki kekuatan finansial seperti pembeli di segmen premium,” ucap Head of Research Colliers Indonesia Ferry Salanto dalam keterangannya dikutip Sabtu, 13 Juni 2026.

Ferry melanjutkan, segmen MBR sangat bergantung pada fasilitas KPR sehingga lebih sensitif terhadap perubahan suku bunga maupun penurunan daya beli. Selain itu, properti yang berorientasi investasi juga berpotensi mengalami perlambatan karena investor akan membandingkan imbal hasil (yield) properti dengan instrumen keuangan lain yang menjadi lebih menarik ketika suku bunga meningkat.

Sementara itu, proyek-proyek dengan leverage tinggi akan menghadapi tekanan berupa kenaikan biaya modal dan pembiayaan. Sebaliknya, segmen rumah subsidi relatif lebih terlindungi selama pemerintah mempertahankan berbagai insentif pembiayaan yang ada. Segmen premium juga cenderung lebih tahan karena sebagian besar pembelinya menggunakan dana internal dan tidak terlalu sensitif terhadap perubahan suku bunga.

Kapan Terasa ke Sektor Properti?

Dampak psikologis kenaikan BI Rate biasanya dirasakan segera setelah pengumuman kenaikan BI Rate. Namun, dampak finansial yang nyata umumnya baru mulai terasa dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan setelahnya, ketika bank mulai melakukan penyesuaian bunga kredit dan masyarakat melakukan transaksi pembelian atau refinancing.

Di sektor properti, dampaknya terhadap penjualan biasanya baru terlihat beberapa bulan kemudian karena proses pembelian rumah memiliki siklus yang relatif panjang

Ilustrasi Kenaikan Bunga KPR

Sebagai ilustrasi sederhana, apabila seseorang memiliki KPR sebesar Rp1 miliar dengan tenor 15 tahun dan bunga kredit meningkat dari 9,0% menjadi 9,25%, maka cicilan bulanan akan bertambah sekitar Rp150 ribu. Apabila bunga meningkat menjadi 9,5%, maka tambahan cicilan dapat mencapai sekitar Rp300 ribu per bulan.

Secara nominal kenaikan tersebut memang tidak terlalu besar. Namun bagi rumah tangga kelas menengah yang juga menghadapi kenaikan berbagai kebutuhan hidup lainnya, tambahan cicilan tersebut tetap menjadi faktor pertimbangan dalam mengambil keputusan membeli rumah. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masih Gratis, Tol Indralaya-Prabumulih Resmi Beroperasi

    Masih Gratis, Tol Indralaya-Prabumulih Resmi Beroperasi

    • calendar_month Rabu, 30 Agt 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – PT Hutama Karya (Persero) telah mengoperasikan tanpa tarif Jalan Tol Simpang Indralaya-Prabumulih sepanjang 63,5 Km, Rabu, 30 Agustus 2023 mulai pukul 08.00 WIB. Operasionalisasi ini menyusul terbitnya Sertifikat Laik Operasi (SLO) pada 7 Juli 2023 lalu. “Jalan tol ini sudah siap beroperasi. Kami telah menguji pengoperasian jalan tol ini secara fungsional pada saat […]

  • SMF Gandeng Bank Mandiri Taspen Biayai Hunian Pensiunan

    SMF Gandeng Bank Mandiri Taspen Biayai Hunian Pensiunan

    • calendar_month Minggu, 24 Des 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – PT Sarana Multigriya Finansial (SMF), berkolaborasi bersama PT Bank Mandiri Taspen menyalurkan Kredit Serbaguna Konsumtif untuk pembiayaan perumahan beragunan payroll dan Kredit Serbaguna Pensiunan senilai Rp1 triliun. Hal ini sebagai dukungan untuk mengakselerasi pemenuhan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat sekaligus menekan backlog perumahan. Kolaborasi ini merupakan upaya untuk mendukung program pemerintah dalam […]

  • Bidik Hunian Milenial, Hipmi Ajak REI Kolaborasi

    Bidik Hunian Milenial, Hipmi Ajak REI Kolaborasi

    • calendar_month Senin, 8 Mar 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Kalangan milenial masih menjadi magnet bagi pasar perumahan. Demi menangkap peluang pasar ini, pelaku usaha yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dengan Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI). “Kami tertarik untuk menggarap perumahan bagi konsumen dari kalangan milenial. Pengusaha anggota Hipmi yang menggarap, tentunya dengan bantuan atau dukungan […]

  • pengembangan KEK

    Pemerintah Genjot Pengembangan KEK Nongsa Digital Park

    • calendar_month Sabtu, 5 Nov 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah terus mengakselerasi pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park (NDP), Batam. Hal ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menarik lebih banyak investasi melalui berbagai kelebihan dan fasilitas yang ditawarkan oleh KEK. “Kunjungan ke Infinite Studios NDP tentu meng-update mengenai digital park di sini termasuk perkembangan dari KEK NDP. Dan di […]

  • Hongaria Suntik USD250 Juta Garap Infrastruktur di Indonesia

    Hongaria Suntik USD250 Juta Garap Infrastruktur di Indonesia

    • calendar_month Kamis, 22 Apr 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengapresiasi inisiasi Pemerintah Hongaria dalam pembentukan Indonesia – Hungary Investment Fund (IHIF) sebagai salah satu bentuk kerja sama antara kedua negara. Pemerintah Hongaria telah menyiapkan dana sebesar USD250 juta melalui pendanaan IHIF yang harus dialokasikan paling lambat pada 30 Juni 2021. “Saya sangat mengapresiasi […]

  • Apartemen BRANZ BSD Ai

    Cepat, Pelaksanaan AJB Apartemen BRANZ BSD Ai Rampung 3 Tahun

    • calendar_month Minggu, 10 Okt 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – PT Tokyu Land Indonesia menggelar pelaksanaan Akta Jual Beli (AJB) apartemen BRANZ BSD Ai dalam tempo tiga tahun setelah melakukan sertah terima unit pertama pada tahun 2018 lalu. Biasanya, pelaksanaan AJB membutuhkan waktu 5 hingga 10 tahun sejak terah terima untuk sampai ke tahap AJB. “AJB merupakan salah satu syarat yang paling penting […]

Translate »
expand_less