Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Prospek Hunian Tapak Hingga Akhir 2025

Prospek Hunian Tapak Hingga Akhir 2025

  • calendar_month Minggu, 3 Agt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Paruh pertama tahun 2025, kinerja hunian tapak tetap mencatat kinerja yang solid dengan 6.429 unit baru diluncurkan di wilayah Jabodetabek dan Karawang. Sementara hingga akhir 2025, prospek pasar hunian tapak diperkirakan tetap relatif stabil.

“Para pengembang diperkirakan akan lebih memfokuskan diri pada segmen menengah bawah, yang dinilai menjanjikan, didukung oleh meningkatnya daya beli, kuatnya permintaan rumah pertama, dan inisiatif pemerintah yang terus berjalan,” urai Director of Strategic Consulting Cushman & Wakefield Indonesia Arief Rahardjo dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 31 Juli 2025.

Arief menjelaskan, sementara pemerintah terus mendukung program rumah subsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), terdapat pula minat yang semakin jelas dan berkembang terhadap rumah komersial berukuran kecil. Ditambah lagi, pemerintah melanjutkan kebijakan PPN DTP 100% hingga akhir 2025. Akibatnya, para pengembang kemungkinan besar akan merespons permintaan ini dengan menghadirkan lebih banyak pilihan.

Adapun permintaan hunian pada paruh pertama tahun 2025 mengalami penurunan sebesar 47% dibandingkan dengan semester sebelumnya, namun tetap relatif kuat dan sejalan dengan tren pasokan. Meskipun volume peluncuran rumah di segmen bawah lebih tinggi pada periode sebelumnya, rumah di segmen Menengah (dengan kisaran harga antara Rp 1 miliar hingga Rp1,7 miliar) tetap menjadi yang paling diminati selama semester ini, mencakup 53,3% dari total transaksi, diikuti oleh segmen menengah atas sebesar 25,7%.

Rata-rata serapan bulanan per kawasan tercatat sebesar 12,8 unit, mencerminkan penurunan sebesar 5,6% YoY dan penurunan signifikan sebesar 51,3% dibandingkan semester sebelumnya. Hal ini terutama disebabkan oleh jumlah peluncuran proyek baru yang lebih sedikit, di mana para pengembang umumnya meluncurkan lebih banyak unit pada pertengahan hingga akhir tahun. Nilai serapan rata-rata bulanan per kawasan mencapai Rp 29,8 miliar, turun 11% dibandingkan tahun lalu, yang mengindikasikan meningkatnya minat pasar terhadap produk hunian yang lebih terjangkau.

Tangerang mencatat tingkat serapan rata-rata per kawasan tertinggi, yaitu sebesar 19,5 unit per bulan, diikuti oleh wilayah Bogor–Depok sebesar 9,3 unit per bulan.

Pasokan Hunian Tapak

Tangerang tetap menjadi kontributor terbesar dengan menyumbang 52% dari total pasokan baru. Hal ini didorong oleh pengembangan berkelanjutan dari kawasan kota mandiri utama seperti Alam Sutera 2, Summarecon Tangerang, dan CitraGarden Bintaro, yang secara aktif meluncurkan tahap-tahap baru. Bekasi berada di posisi kedua dengan kontribusi sebesar 28%, diikuti oleh wilayah Bogor-Depok sebesar 18%. Sementara itu, Jakarta hanya menyumbang 2%, kemungkinan besar disebabkan oleh keterbatasan ketersediaan lahan, terutama jika dibandingkan dengan wilayah pengembangan yang lebih luas di Tangerang dan kawasan sub-urban lainnya.

Berdasarkan segmen, kelas Menengah Bawah (dengan kisaran harga rumah antara Rp700 juta hingga Rp1 miliar) masih mendominasi dengan porsi 27%. Namun demikian, pasokan kini lebih merata dibandingkan semester sebelumnya, dengan segmen menengah sebesar 23%, menengah atas sebesar 22%, dan atas sebesar 20%. Hal ini mencerminkan keyakinan para pengembang terhadap pasar hunian, baik di segmen terjangkau maupun segmen menengah ke atas.

Per Juni 2025, rata-rata harga lahan di wilayah Jabodetabek tercatat sekitar Rp 12.619.854/m2, mencerminkan kenaikan sebesar 0,63% YoY. Pertumbuhan yang terbatas ini tidak serta-merta menunjukkan stagnasi harga, namun sebagian disebabkan oleh masuknya beberapa kawasan hunian baru yang cenderung menawarkan rumah dengan harga lebih terjangkau, sehingga menurunkan rata-rata harga pasar secara keseluruhan. Pada kenyataannya, harga lahan terus mengalami peningkatan, didorong oleh pembangunan infrastruktur dan fasilitas pendukung baru di kawasan kota mandiri.

Pada Juni 2025, Bank Indonesia telah menurunkan suku bunga acuan menjadi 5,50%, yang kemudian kembali dipangkas menjadi 5,25% pada bulan Juli. Penurunan suku bunga ini diperkirakan akan memengaruhi tingkat suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan mendorong permintaan hunian, mengingat KPR tetap menjadi metode pembayaran yang paling banyak digunakan oleh pembeli rumah, yakni mencapai 73% dari total transaksi. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ajang penghargaan properti FIABCI Indonesia - REI Excellence Awards 2024 kembali digelar.

    Simak! Begini Cara Daftar FIABCI Indonesia – REI Excellence Awards 2024

    • calendar_month Selasa, 1 Okt 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Ajang FIABCI Indonesia – REI Excellence Awards 2024 hasil kolaborasi apik antara FIABCI Indonesia dan Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) kembali digelar. Para pengembang telah dapat melakukan pendaftaran proyek terbaiknya untuk mengikuti event penghargaan paling bergengsi bagi dunia properti Tanah Air. “FIABCI Indonesia dan DPP Realestat Indonesia akan menyelenggarakan ”FIABCI Indonesia – REI […]

  • pertumbuhan ekonomi

    Tren Positif Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Terus Berlanjut

    • calendar_month Minggu, 18 Sep 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Meski dibayangi meningkatnya risiko ketidakpastian global, ekonomi Indonesia mampu tumbuh impresif pada Triwulan II 2022 sebesar 5,44% (yoy). Angka tersebut tercatat lebih baik dibandingkan negara lain yang mengalami perlambatan ekonomi pada Q2-2022 seperti Amerika Serikat, Jerman, Perancis, Spanyol, Korea Selatan, dan Cina. “Tren Inflasi berbagai negara di dunia mengalami kenaikan signifikan akibat krisis […]

  • green building

    PUPR Bangun 50 Ribu Unit Rumah Green Building

    • calendar_month Sabtu, 6 Agt 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca/emisi karbon sebagai upaya penanggulangan perubahan iklim. Salah satu bentuk komitmen tersebut diwujudkan melalui target penyediaan 50.000 unit rumah yang menerapkan prinsip Bangunan Gedung Hijau (BGH)/ green building sebagai proyek percontohan. “Dalam memenuhi target sektor perumahan RPJMN 2020-2024, Kementerian […]

  • Mapei Indonesia Gagas Kampanye Pengerjaan Konstruksi Berkualitas

    Mapei Indonesia Gagas Kampanye Pengerjaan Konstruksi Berkualitas

    • calendar_month Jumat, 10 Mar 2023
    • 0Komentar

    JAKARTA – Konstruksi bangunan yang berkualitas hadir dari penggunaan material berkualitas dan pengerjaan yang berkualitas juga. Dua hal tersebut tidak dapat dipisahkan dalam satu proyek pembangunan konstruksi. Sebagai upaya meningkatkan kesadaran tersebut, PT Mapei Indonesia menggagas kompetisi “Viralin Projectmu” sebagai bagian dari kampanye pengerjaan konstruksi berkualitas. Mapei berdiri pada 1937 di Milan, Italia. Saat ini, […]

  • Jakarta Garden City dan IRACE Indonesia Gelar Family Fun Run

    Jakarta Garden City dan IRACE Indonesia Gelar Family Fun Run

    • calendar_month Minggu, 9 Jul 2023
    • 0Komentar

    JAKARTA – Jakarta Garden City (JGC) bersama IRACE Indonesia menggelar Family Fun Run bertema “Back to 80’s”. Acara diikuti lebih dari 2.000 peserta dengan start awal dari Food Garden Jakarta Garden City tersebut berlangsung Minggu (9/7). Tidak hanya berlangsung secara offline, melainkan juga berlangsung secara virtual yang diikuti oleh peserta dari seluruh Indonesia. IRACE Indonesia […]

  • underpass Giantara Serpong City

    Fasilitas Kawasan, Giantara Serpong City Mulai Pembangunan Underpass

    • calendar_month Senin, 11 Nov 2024
    • 0Komentar

    SERPONG – Peran pengembang dalam membangun perumahan tidak hanya sebatas membangun produk hunian dan komersial untuk dijual, tetapi juga berinvestasi untuk menyiapkan berbagai infrastruktur. Seperti dilakukan Giantara Group, pengembang Giantara Serpong City yang rela merogoh kocek sekitar Rp50 miliar untuk pembangunan lintas bawah (underpass) di dalam kawasan tersebut. Chief Executive Officer (CEO) Giantara Group, Cindy […]

Translate »
expand_less