Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » PT Len Industri Diminta Pacu Produksi Panel Surya

PT Len Industri Diminta Pacu Produksi Panel Surya

  • calendar_month Jumat, 10 Sep 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – PT Len Industri (Persero) diharapkan secara konsisten terus meningkatkan kapasitas produksi sel dan modul surya untuk mendukung bauran energi nasional. Upaya ini untuk mewujudkan kemandirian dan kedaulatan energi nasional.

“Kami minta PT Len Industri terus melakukan pendalaman struktur industri hingga ke bagian hilir, khususnya pembuatan sel surya dengan mengolah bahan baku pasir silika,” kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Taufiek Bawazier dalam siaran pers, Jumat, 21 September 2021.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) Eddy Soeparno. Eddy mengapresiasi PT Len Industri atas peningkatan kemampuan manufaktur pengembangan panel surya. “Kami fokus agar produk sel surya dari PT Len Industri dapat digunakan di proyek-proyek maupun infrastruktur pemerintah, seperti proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Floating waduk Cirata 14MW, maupun pada proyek energi lainnya,” papar Eddy.

Melalui lini bisnis sel surya, perseroan berupaya mendorong peralihan energi dari konvensional ke energi terbarukan, sejalan dengan program green economy. Ke depannya, perusahaan akan berupaya untuk memperdalam struktur industrinya hingga pengolahan bahan baku pasir silika untuk membuat sel surya.

“Kapasitas produksi modul surya PT Len Industri telah mencapai 75 MW per tahun. Kami telah merencanakan peningkatan kapasitas modul surya agar dapat berkontribusi lebih besar bagi penyediaan energi baru terbarukan,” sebut Direktur Utama PT Len Industri, Bobby Rasyidin.

Saat ini, Tingkat Komponen Dalam Negeri Produk (TKDN) produk modul surya dari PT Len Industri sudah mencapai 47,5 persen. “Perusahaan berupaya untuk meningkatkan nilai TKDN dengan membuat pabrik sel surya dalam negeri. Hal ini juga sejalan dengan tujuan Indonesia sebagai negara dengan kemandirian pada sektor industri hulu (industri komponen),” imbuhnya.

Bobby menyebut, strategi pengembangan industri manufaktur solar cell yang tepat adalah dengan memperhitungkan kesiapan ekosistem industri di dalam negeri, produksi yang cepat dan biaya produksi yang lebih kompetitif. Selanjutnya, perlu adanya kerjasama dengan produsen besar dunia yang sudah proven, sehingga bisa menurunkan harga penjualan panel surya.

Hal tersebut ia utarakan setelah melakukan studi perkembangan industri tenaga surya di negara-negara besar seperti China, Jepang, Jerman dan Amerika.

“Hinga akhir tahun 2020, kapasitas nasional PLTS terpasang masih kurang  200 MWp. Dari jumlah tersebut, PT Len Industri dan anak perusahaan, PT SEI, telah berkontribusi memasang sistem tenaga surya sebesar 42,6 MWp, atau sekitar 24 persen dari total terpasang,” jelas Bobby.

Pencapaian ini masih sangat jauh dari target 2025 kapasitas PLTS terpasang sebesar 6,5 GWp atau Bauran Energi Primer 23 persen EBT. Secara nasional, kapasitas produksi modul surya di Indonesia sebesar 560 MWp/tahun dari 12 perusahaan yang terdaftar di Apamsi (Asosiasi Pabrikan Modul Surya Indonesia), dengan tingkat penyerapan di pasar yang masih sangat rendah.

Rencana pengembangan pabrik solar cell akan meningkatkan nilai TKDN dan akan menurunkan harga penjualannya, sehingga diharapkan investasi PLTS menjadi kian menarik untuk mendapatkan listrik yang terjangkau bagi masyarakat, industri, maupun komersial. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • KSPN Borobudur

    Pengembangan KSPN Borobudur Butuh Dukungan Tiga Hal Ini

    • calendar_month Sabtu, 27 Jan 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian PUPR mendukung Pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur melalui pembangunan infrastruktur sumber daya air, jalan dan jembatan, permukiman, dan perumahan. Pengembangan infrastruktur terpadu yang berkelanjutan terus dilakukan pada KSPN Borobudur di Jawa Tengah sebagai situs warisan budaya dunia (World Heritage Site). “Ada tiga hal untuk mendukung kawasan sekitar Candi Borobudur. Pertama, […]

  • Ilustrasi Dukungan Bank Indonesia (BI) untuk Sektor Properti (Foto: Adang Sumarna)

    BI Perpanjang Kebijakan DP 0 Persen untuk KPR

    • calendar_month Kamis, 21 Okt 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 18 sampai dengan 19 Oktober 2021 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25%. Selain itu, Bank Indonesia juga terus mengoptimalkan seluruh bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan serta mendukung upaya perbaikan […]

  • groundbreaking rusun subsidi Meikarta

    Pilot Project Rusun Subsidi Meikarta Mulai Groundbreaking

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah mengawali pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi sebagai pilot project (percontohan) penyediaan hunian vertikal bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Proyek ini digagas melalui kolaborasi pemerintah, sektor swasta, dan lembaga pembiayaan untuk menghadirkan hunian terjangkau bagi masyarakat. Hadir dalam peletakan batu pertama pembangunan rusun subsidi, Utusan Khusus Presiden Republik […]

  • dpd rei riau

    Mantap! Bank BTN dan BTN Syariah Bersama REI Riau Gelar Akad Massal KPR

    • calendar_month Jumat, 25 Nov 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) dan BTN Syariah bersama Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPD REI) Riau menggelar akad KPR massal di Pekanbaru, Riau pada Kamis, 24 November 2022. “Harapan kita sebagai asosiasi yang pertama secara internal teman-teman lebih terpacu lagi bahwasanya kuota itu selalu tersedia untuk REI supaya […]

  • Save Raja Ampat

    Respons Tagar Save Raja Ampat, Ini Langkah Konkret Kemenpar

    • calendar_month Selasa, 10 Jun 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menjalankan upaya strategis untuk memastikan perlindungan kawasan Raja Ampat, merespons tagar #Save Raja Ampat yang viral di sosial media. Keseimbangan antara ekonomi dan ekologi menjadi upaya utama yang ditekankan dalam pembangunan khususnya sektor pariwisata. “Kita ingin pembangunan apapun, termasuk kepariwisataan, harus menjaga keseimbangan antara ekologi, teritori sosial, dan skala ekonomi,” kata […]

  • Percepat RDTR

    Kementerian ATR/BPN Percepat Penetapan RDTR

    • calendar_month Kamis, 4 Agt 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melalui Direktorat Jenderal Tata Ruang terus melakukan upaya percepatan penetapan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Salah satu upayanya, dengan menyelenggarakan Rapat Koordinasi Lintas Sektor bersama kepala daerah dan kementerian/lembaga. “Dua tahun pasca pandemi, yang paling _terdera_ selain sektor kesehatan adalah pemulihan ekonomi. Kita sedang menggalakkan […]

Translate »
expand_less