Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Q4 2022, Titik Balik Pulihnya Properti

Q4 2022, Titik Balik Pulihnya Properti

  • calendar_month Minggu, 29 Mei 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Sejumlah 90 persen responden menggambarkan optimisme terhadap akan pulihnya sektor properti di tahun 2022. Kemudian, dengan 57 persen responden yang mengindikasikan bahwa sektor properti akan sepenuhnya bangkit di kuartal keempat tahun ini. Demikian tertuang dalam survei bertajuk Indonesia Property Survey pada April 2022 dengan peserta berbagai pelaku properti oleh Knight Frank Indonesia.

“Sebagian besar responden menilai bahwa kenaikan PPN, tingginya inflasi, dan krisis ekonomi global akan sangat berdampak terhadap perkembangan sektor properti saat ini. Namun optimisme tetap tergambar. Apalagi dengan masih adanya insentif PPN DTP yang bisa membantu menggenjot performa subsektor residensial,” kata Senior Research Advisor, Knight Frank Indonesia, Syarifah Syaukat dalam keterangan resminya, Rabu, 25 Mei 2022.

Survei tersebut merangkum pandangan terkini mengenai pasar properti di Indonesia, khususnya awal tahun 2022. Survei juga mencatat beberapa potensi tantangan dan resiko dalam bangkitnya sektor properti.

Sekitar 66 persen responden mengungkapkan naiknya gelombang inflasi global dan nasional akan sangat berdampak pada pemulihan sektor properti. Sementara itu, masing-masing 61 persen dan 59 persen responden juga berpendapat bahwa pemberlakuan kenaikan angka Pajak Pertambahan Nilai (PPN) serta krisis global akibat perang Ukraina-Rusia merupakan dua faktor utama yang berdampak negatif pada pemulihan sektor properti secara umum.

Sementara itu, survei juga mencatat bahwa subsektor residensial masih mendominasi (60 persen). Dominasi sebagai sektor properti yang mampu memiliki performa positif bahkan di tengah berbagai tantangan di atas.

Investasi Properti

Indonesia Property Survey juga mencatat bahwa selain wilayah Jabodetabek, beberapa kota wisata sebagai lokasi yang potensial untuk investasi properti. Prospektif dalam periode 3-5 tahun kedepan, termasuk Bali (24 persen), Lombok (11 persen), dan Labuan Bajo (11 persen).

Penajam Paser Utara, sebagai calon IKN (Ibu Kota Negara), juga dianggap sebagai kota yang potensial untuk investasi properti oleh 16 persen responden.

“Rencana pemerintah memindahkan IKN menjadikan kota tersebut cukup prospektif untuk investasi properti beberapa tahun ke depan selain Jakarta dan Bodetabek. Perspektif baru juga terbentuk di mana potensi investasi properti melebar dari kawasan bisnis strategis konvensional. Namun juga dapat dilakukan pada wilayah dengan pergerakan ekonomi yang berpusat pada pariwisata seperti Bali, Lombok, dan Labuan Bajo,” jelas Country Head, Knight Frank Indonesia, Willson Kalip. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi Pembiayaan IKN KPBU

    Skema KPBU Bisa Jadi Pilihan Pembiayaan IKN Baru

    • calendar_month Sabtu, 29 Jan 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Pembangunan Ibu Kota Negara Baru (IKN) di Kalimantan Timur membutuhkan biaya yang tidak sedikit, yakni mencapai Rp466 triliun. Pembiayaan sebesar itu tidak mungkin hanya bergantung pada APBN. Skema pembiayaan melalui Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) bisa jadi pilihan pembiayaan IKN Baru. “Mudah-mudahan bisa mengembangkan skema KPBU. Artinya juga sama-sama mengeluarkan modal. Jadi […]

  • kota jakarta

    Jakarta Diprediksi Lebih Berkembang Pasca-Ibukota Negara Pindah, Ini Alasannya

    • calendar_month Selasa, 31 Okt 2023
    • 0Komentar

    Jakarta –Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta diprediksi akan lebih berkembang setelah melepaskan atributnya sebagai ibukota negara. Kota Jakarta akan lebih mandiri dalam berbagai hal, misalnya dalam hal anggaran. “Jakarta akan lebih berkembang ketika tidak menjadi ibukota karena masalah kehidupan, anggaran dan sebagainya akan lebih mandiri,” kata Epidemiolog Universitas Indonesia, dr. Pandu Riono, MPH., Ph.D dalam […]

  • Putra Pertama Bally Saputra Persunting Mojang Sukabumi

    Putra Pertama Bally Saputra Persunting Mojang Sukabumi

    • calendar_month Sabtu, 12 Des 2020
    • 0Komentar

    Sukabumi – Reisis Insani Saputra, putra pertama Sekretaris Badan Pertimbangan Organisasi Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (BPO REI), Bally Saputra, mempersunting dara asal Sukabumi, Lulu Mutiara. Akad nikah dilangsungkan di Anugrah Hotel, Kota Sukabumi, Sabtu, 12 Desember 2020. “Saya terima nikah dan kawinnya Lulu Mutiara binti Abdul Muis dengan mas kawin perhiasan emas 12 gram, dibayar tunai,” […]

  • Sistem Administrasi PT

    Kemenkum Gandeng REI Sosialisasi Aturan Baru Sistem Administrasi PT

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Hukum (Kemenkum) RI akan menyelenggarakan sosialisasi sistem administrasi PT (Perseroan Terbatas) kepada anggota Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI). Peraturan Menteri Hukum (Permenkum) Nomor 49 Tahun 2025 tentang Syarat dan Tata Cara Pendirian Perubahan dan Pembubaran Badan Hukum Perseroan Terbatas yang diundangkan pada 17 Desember 2025 itu bertujuan mewujudkan tata kelola badan usaha […]

  • Kawasan Barat Jakarta Makin Diminati, Alam Sutera Pasarkan Elevee Condominium

    Kawasan Barat Jakarta Makin Diminati, Alam Sutera Pasarkan Elevee Condominium

    • calendar_month Selasa, 13 Jun 2023
    • 0Komentar

    TANGERANG – Jumlah penduduk di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) di tahun 2025 diperkirakan akan mencapai 34 juta jiwa. Diprediksi, Jabodetabek akan mengalami krisis kebutuhan rumah karena harga tanah yang semakin mahal dan biaya transportasi yang tinggi. Hal tersebut ditegaskan Pengamat Perkotaan, Yayat Supriyatna pada acara talkshow bertajuk “Apakah Barat Jakarta akan […]

  • Ketua Umum REI Jualan Badan Kajian Strategis di GPA 2023

    Ketua Umum REI Jualan Badan Kajian Strategis di GPA 2023

    • calendar_month Selasa, 15 Agt 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Ketua Umum Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Joko Suranto mengajak pemangku kepentingan berperan aktif dalam Badan Kajian Strategis REI. Lembaga ini menjadi salah satu fokus utama DPP REI periode 2023 – 2027. Ajakan itu dia utarakan pada Golden Property Awards 2023, di Raffles Hotel Jakarta, Selasa, 15 Agustus 2023. “Kami mengajak siapa pun […]

Translate »
expand_less