Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Realisasi KPP Capai Rp25 Triliun

Realisasi KPP Capai Rp25 Triliun

  • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mencatat realisasi Kredit Program Perumahan (KPP) telah menembus angka Rp25,29 triliun dengan total 108.862 debitur. Plafon KPP yang sebelumnya sebesar Rp36 triliun telah ditingkatkan menjadi Rp50 triliun seiring dengan tingginya penyerapan.

Menteri PKP Maruarar Sirait, KPP secara khusus didorong untuk memperkuat akses pembiayaan masyarakat sekaligus memberdayakan UMKM. Salah satu kemudahan yang diberikan adalah pembiayaan di bawah Rp100 juta yang tidak memerlukan agunan, dengan bunga sebesar 0,5% per bulan sesuai ketentuan program.

“KPP ini diciptakan oleh Presiden Prabowo. Tujuannya memberdayakan UMKM dan melawan rentenir. Yang di bawah Rp100 juta tidak perlu jaminan dan bunganya 0,5% per bulan,” ujar Maruarar di Jakarta, Rabu, 17 September 2026.

Penyaluran KPP dilakukan melalui dua sisi, yakni sisi demand dan sisi supply. Dari sisi demand, pembiayaan dapat dimanfaatkan masyarakat, termasuk UMKM, untuk kebutuhan perumahan seperti pembangunan maupun renovasi rumah. Sementara dari sisi suplay, KPP mendukung pelaku usaha yang bergerak dalam ekosistem perumahan, mulai dari pengembang, kontraktor hingga toko bahan bangunan.

Dari sisi perbankan, penyaluran tersebut terbesar tercatat melalui BRI sebesar Rp11,975 triliun, disusul BTN Rp5,243 triliun, BNI Rp2,394 triliun, dan Bank Mandiri Rp1,880 triliun.

Sementara berdasarkan wilayah, Jawa Tengah menjadi provinsi dengan penyaluran terbesar sebesar Rp5,650 triliun kepada 30.531 debitur, diikuti Jawa Timur sebesar Rp4,120 triliun kepada 21.842 debitur dan Jawa Barat sebesar Rp3,880 triliun kepada 17.759 debitur.

KPP Dibutuhkan Masyarakat

Menurutnya, tingginya penyerapan kredit ini menunjukkan bahwa program tersebut dibutuhkan masyarakat. Salah satu pemanfaatan terbesar berasal dari UMKM yang menggunakan pembiayaan untuk merenovasi rumah sekaligus mengembangkan kegiatan usaha dari rumah, dengan jumlah mencapai sekitar 86.000 debitur.

“Banyak yang menggunakan KPP untuk merenovasi rumahnya, sekaligus rumah itu digunakan untuk berusaha. Ada sekitar 86 ribu yang memanfaatkannya untuk itu,” katanya.

Maruarar menambahkan, berbagai program perumahan tersebut tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi terus diintegrasikan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dari berbagai sisi, baik masyarakat yang belum memiliki rumah, masyarakat yang tinggal di rumah tidak layak huni, maupun pelaku usaha yang terlibat dalam ekosistem perumahan. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • Transformasi Jadi Kota Industri, Pengembang Diajak Garap Karawang

    Transformasi Jadi Kota Industri, Pengembang Diajak Garap Karawang

    • calendar_month Rabu, 3 Agt 2022
    • 0Komentar

    Karawang – Pemerintah Kabupaten Karawang gencar menjalankan transformasi dari Kawasan Industri menjadi Kota Industri. Untuk itu, pengembang ditawari kolaborasi untuk membangun properti residensial untuk mendukung transformasi Karawang sebagai Kota Industri. ”Kami berupaya mewujudkan Karawang bukan lagi sekadar Kawasan Industri akan tetapi Kota Industri. Pengembangan kawasan industri harus terintegrasi dengan fasilitas pendukung lainnya, seperti hunian dan […]

  • Konsultasi Publik, REI Beri Usulan Penyusunan RPP Penataan Ruang

    Konsultasi Publik, REI Beri Usulan Penyusunan RPP Penataan Ruang

    • calendar_month Jumat, 20 Nov 2020
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintah sudah mulai menggelar konsultasi publik dalam penyusunan Rancangan Peraturan Pemerintah Undang-Undang Cipta Kerja (RPP-UUCK). Salah satunya Kementerian Koordinator bidang Perekonomian yang menyelenggarakan konsultasi publik tentang RPP Penyelenggaraan Penataan Ruang yang dilakukan di Bali, Kamis (19/11). Sejumlah perwakilan masyarakat dan asosiasi usaha dilibatkan termasuk Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) yang mengikuti rapat konsultasi […]

  • Sekjen ATR/BPN Himawan Arief Sugoto tengah menjelaskan soal Konsolidasi Tanah (Foto Istimewa)

    Tekan Urban Sprawling, ATR/BPN Giatkan Konsolidasi Tanah

    • calendar_month Senin, 29 Mar 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) semakin menggiatkan konsolidasi tanah pada tahun 2021 ini. Apalagi, dengan pengalaman konsolidasi tanah selama lebih dari 30 tahun, sejak konsolidasi tanah di Renon pada tahun 1980an, hingga saat ini Kementerian ATR/BPN telah merangkum banyak kisah sukses maupun kegagalan dari konsolidasi tanah, termasuk juga melihat […]

  • Ini Unit Andalan di Collins Boulevard Berfasilitas Bintang Lima

    Ini Unit Andalan di Collins Boulevard Berfasilitas Bintang Lima

    • calendar_month Senin, 14 Agt 2023
    • 0Komentar

    TANGERANG – PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) telah meluncurkan Hyde Garden Villa, unit andalan di Collins Boulevard yang sangat menarik minat pembeli dengan berbagai fasilitas yang ditawarkan. Unit ini difasilitasi dengan swimming pool dengan luas 506,21 meter persegi dan gym dengan luas 149,44 meter persegi atau gym di apartemen paling luas dan lengkap di […]

  • BPS: 14,8 Persen Rumah Tangga di Jabar Tidak Miliki Rumah

    BPS: 14,8 Persen Rumah Tangga di Jabar Tidak Miliki Rumah

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak 14,8 persen rumah tangga di Provinsi Jawa Barat yang tidak memiliki rumah. Secara spesifik, di Sumedang terdapat 8,6 persen rumah tangga yang tidak memiliki rumah. Sementara itu, 23,21 persen rumah yang dimiliki oleh penduduk Kabupaten Sumedang merupakan rumah tidak layak huni. “Ada 13% rumah tangga di Indonesia […]

  • digital marketing

    110 Pengembang REI Kalsel Ikut Pelatihan Digital Marketing

    • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
    • 0Komentar

    Banjarmasin – Sebanyak 110 pengembang anggota Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Kalimantan Selatan (Kalsel) mengikuti pelatihan digital marketing. Kegiatan pelatihan ini merupakan salah satu strategi antisipasi turunnya kinerja sektor industri properti ditengah ketidakpastian kondisi ekonomi global. “Saat ini pengembang memerlukan competitive advantage dari digital marketing. Bagaimana proyek kita menjadi salah satu yang dilihat dan diperhitungkan […]

Translate »
expand_less