Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Kemenkeu: Realisasi FLPP Tembus Rp18,7 Triliun

Kemenkeu: Realisasi FLPP Tembus Rp18,7 Triliun

  • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Kementerian Keuangan mencatat realisasi pembiayaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mencapai Rp18,77 triliun hingga akhir Agustus 2025 dengan jumlah pembangunan rumah sebanyak 163.831 unit.

“Di sektor perumahan tahun 2025 dialokasikan sebesar Rp35,2 triliun dengan target Rp350.000 unit rumah. Realisasi sampai akhir Agustus mencapai 18,77 triliun dengan output 163.831 unit rumah senilai Rp20,32 triliun. Penyaluran tertinggi berada di Jawa Barat. Diikuti Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Banten, dan yang terakhir Jawa Timur,” urai Wakil Menteri Keuangan Thomas A. M. Djiwandono dalam Konferensi Pers APBN Kita Edisi September 2025 di Jakarta, Senin, 22 September 2025.

Apabila dilihat berdasarkan pulau, sebaran penyaluran FLPP terbesar adalah di Pulau Jawa sebesar 74 ribu unit rumah (45%). Kemudian berturut-turut diikuti oleh Pulau Sumatera (40,4 ribu unit/25%), Sulawesi (25 ribu unit/15%), Kalimantan (16,9 ribu unit/10%), Bali, NTT dan NTB (4.800 ribu/3%) serta Maluku dan Papua (2.500 unit/ 2%).

Wamen Thomas menjelaskan, pemerintah telah mencairkan Rp42,7 triliun hingga 31 Agustus 2025 yang digunakan untuk tiga program prioritas, yaitu di sektor perumahan, ketahanan pangan, dan kerja sama internasional.

Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menuturkan, belanja infrastruktur yang telah terealisasi adalah Rp2,1 triliun 35,32% dari pagu. Belanja infrastruktur tersebut, antara lain dikucurkan untuk rumah susun Rp1,5 triliun dengan progres 51,6% dari target 4.318 unit dan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Rp500 miliar dengan progres 41% dari target 54.322 liter/detik.

Sinergi Kebijakan 

Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan kondisi perekonomian Indonesia terkini. Ia mengatakan, momentum pertumbuhan ekonomi terus diperkuat, dari sisi faktor, permintaan dan daerah. “Ekonomi kita masih kuat walaupun ada gejolak global dan akan kita perkuat terus ke depan. Apalagi kami sudah mendorong pemberian uang Rp200 triliun ke perbankan. Harusnya demand dan supply akan tumbuh dan bank sentral juga sudah menurunkan bunga,” jelasnya.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Kemenkeu)

Menkeu Purbaya melanjutkan, sinergi kebijakan antara Kemenkeu dengan Bank Indonesia (BI) tetap sejalan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan perekonomian Indonesia dan dampaknya akan terlihat pada bulan Oktober, November dan Desember 2025.

“Kita harapkan di triwulan keempat (2025), perekonomian kita akan tumbuh lebih baik dari sekarang,” imbuhnya. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gaungkan Beli Properti Sekarang, REI DIY Gelar Amazing Property Expo 2022

    Gaungkan Beli Properti Sekarang, REI DIY Gelar Amazing Property Expo 2022

    • calendar_month Kamis, 22 Des 2022
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA – Dewan Pengurus Daerah Realestat Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DPD REI DIY) didukung PT Mavindo Pratama kembali menggelar Amazing Property Expo 2022 di Atrium Plaza Ambarrukmo dari 20-25 Desember 2022. Pameran yang diadakan rutin sejak 2012 itu, pada tahun ini diikuti 30 stand pengembang, 5 bank dan 2 produk pendukung properti. Proyek properti yang […]

  • RDTR IKN

    RDTR IKN Dipastikan Rampung Akhir Tahun 2022

    • calendar_month Minggu, 18 Sep 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Hadi Tjahjanto menyatakan materi teknis Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara selesai tahun 2022. “Saya pastikan akhir tahun 2022 semua sudah selesai dan kita akan terus berkoordinasi dengan stakeholders terkait dalam penyelesaian RDTR bagi kawasan strategis IKN,” ucap Hadi Tjahjanto […]

  • Penggunaan Produk Lokal Sebaiknya Dilakukan Bertahap

    Penggunaan Produk Lokal Sebaiknya Dilakukan Bertahap

    • calendar_month Selasa, 5 Jan 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Kewajiban penggunaan produk material bangunan dalam negeri di proyek konstruksi yang dibiayai negara dan properti bersubsidi di tahun 2021 sebaiknya dilakukan secara bertahap. Selain itu, perlu ada pengecualian untuk penggunaan beberapa produk seperti besi beton yang masih lebih murah jika diimpor. “Sebaiknya diterapkan secara bertahap dan dibatasi untuk produk impor tertentu. Tidak sekaligus, […]

  • Menparekraf Incar 1,5 Juta Wisatawan Mancanegara Kunjungi Bali

    Menparekraf Incar 1,5 Juta Wisatawan Mancanegara Kunjungi Bali

    • calendar_month Selasa, 21 Jun 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mematok target kunjungan 1,5 juta wisatawan mancanegara dengan tingkat pengeluaran tinggi dan masa berkunjung yang panjang ke Bali. Hal ini seiring upaya membangkitkan kembali perekonomian di Pulau Dewata.  “Kami melakukan sinkronisasi menyelaraskan beberapa rencana promosi ke depan. Bali masih menjadi top of mind wisatawan mancanegara. Dengan era ekonomi baru […]

  • Kunjungan Inspeksi Kerja ke Pembangunan Proyek Jembatan Pulau Balang IKN

    Pembangunan Infrastruktur IKN Harus Sejalan dengan Konsolidasi Fiskal

    • calendar_month Minggu, 9 Jan 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Pembangunan infrastruktur Ibu Kota Negara (IKN) baru dapat menjadi titik mula pemulihan ekonomi. Perhitungan dan pemenuhan kebutuhan anggaran IKN akan tetap sejalan dengan konsolidasi fiskal. “Dalam APBN 2023 nanti adalah pemulihan ekonomi dan konsolidasi APBN. APBN kita harus dijaga secara sangat hati-hati sehingga kita bisa menjaga berbagai kebutuhan negara, seperti pemulihan ekonomi, melindungi secara […]

  • Sebanyak 1,47 Juta Penerima Manfaat Telah Nikmati Dana FLPP

    Sebanyak 1,47 Juta Penerima Manfaat Telah Nikmati Dana FLPP

    • calendar_month Kamis, 27 Jun 2024
    • 0Komentar

    JAKARTA – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) melaksanakan tugasnya berdasarkan amanah Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2016. Ketetapan tersebut kemudian diperjelas dalam Peraturan Pemerintah Nomor 21 tahun 2024 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat. PP Nomor 21 Tahun 2024 ditujukan untuk menyempurnakan aturan sebelumnya guna […]

Translate »
expand_less