Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » REI DKI Ungkap Tantangan Program Rusun Subsidi di Perkotaan

REI DKI Ungkap Tantangan Program Rusun Subsidi di Perkotaan

  • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDAR LAMPUNG – Dewan Pengurus Daerah Realestat Indonesia atau DPD REI DKI Jakarta merespons regulasi terbaru mengenai pembangunan dan pembiayaan rumah susun (rusun) atau hunian vertikal bersubsidi di perkotaan. Salah satunya diatur  mengenai batas harga jual rusun subsidi di DKI Jakarta yang ditetapkan sebesar Rp13,5 juta hingga Rp14,5 juta per meter persegi.

Ketua DPD REI DKI Jakarta, Arvin F. Iskandar, adanya penyesuaian harga rusun subsidi dalam keputusan menteri tersebut tidak otomatis meningkatkan minat pengembang membangun hunian vertikal subsidi di Jakarta. Tingginya harga lahan dan masih terbatasnya penyerapan pasar menjadi tantangan tersendiri bagi proyek apartemen rakyat.

“Kalau pengembang harus membeli tanah dari awal sementara harga jual unit dibatasi, tentu tidak semua lokasi di Jakarta akan feasible secara bisnis,” ujarnya  kepada wartawan di Bandar Lampung, baru-baru ini.

Karena itu, REI DKI Jakarta mengusulkan model kerja sama pemanfaatan lahan jangka panjang dengan pemerintah daerah agar pembangunan hunian vertikal tetap ekonomis dan terjangkau bagi masyarakat.

Selain skema lahan, REI DKI Jakarta juga meminta relaksasi koefisien lantai bangunan (KLB) pada proyek hunian rakyat yang dibangun di atas lahan pemerintah agar pembangunan vertikal dapat lebih optimal. “KLB jangan terlalu dibatasi supaya proyek tetap feasible,” kata Arvin di Bandar Lampung, baru-baru ini.

Dari sisi fiskal, REI DKI Jakarta mendorong relaksasi pajak sektor perumahan, khususnya Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang dinilai masih cukup tinggi bagi masyarakat.

“Kalau memungkinkan BPHTB bisa digratiskan. Minimal tarifnya diturunkan setara dengan PPh yang sudah menjadi 2,5 persen,” ujarnya.

Arvin mengakui, pasar hunian non-FLPP untuk masyarakat berpenghasilan menengah masih menghadapi tekanan berat akibat lemahnya daya beli dan terbatasnya pembiayaan.

Menurutnya, tantangan juga datang dari rendahnya tingkat persetujuan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) dari sektor perbankan.

Approval KPA saat ini hanya sekitar 20–30 persen. Bahkan banyak bank belum membiayai apartemen, padahal unit yang dibangun sudah ready stock dan siap dihuni,” katanya.

Karena itu, REI DKI Jakarta meminta dukungan regulator dan industri perbankan untuk memperluas akses pembiayaan masyarakat, termasuk penerapan bunga KPA tetap sebesar 6 persen hingga 30 tahun.

“Kami berharap suku bunga KPA untuk hunian vertikal benar-benar fixed 6 persen selama 30 tahun. Kalau hanya fixed di awal lalu floating, itu akan memberatkan masyarakat,” ujarnya.

REI DKI Jakarta juga berharap ada relaksasi kebijakan bagi calon konsumen dengan status kolektibilitas 2 agar tetap memiliki peluang memperoleh fasilitas KPR maupun KPA.

“Dengan catatan pengembangnya juga harus siap buy-back jika kreditnya macet,” jelas Arvin.

Seperti diketahui, Menteri Perumahan Rakyat dan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait pada 5 April 2026 resmi mengeluarkan Keputusan Menteri (Kepmen) PKP Nomor 23/KPTS/M/2026 tentang Besaran Harga Jual, Luas Lantai, Suku Bunga, dan Jangka Waktu Kredit/Pembiayaan Pemilikan Rumah Untuk Satuan Rumah Susun dalam Pelaksanaan Kredit/Pembiayaan Perumahan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan.

Kebijakan Perizinan

Sementara itu, Arvin pada forum bisnis dalam rangkaian peringatan HUT ke-54 REI di Bandar Lampung menegaskan pentingnya pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mempercepat penyediaan infrastruktur dasar serta memberi relaksasi kebijakan perizinan guna mendukung pengembangan sektor perumahan, khususnya di kawasan kota baru yang tengah dirancang pemerintah.

Dia mengatakan kesiapan infrastruktur dasar dan lamanya proses perizinan masih menjadi tantangan utama yang dihadapi pengembang saat memulai pengembangan proyek baru.

“Jangan sampai lahan sudah disiapkan pemerintah daerah, tetapi infrastruktur dasarnya belum siap. Itu menjadi salah satu kendala utama bagi pengembang,” ujar Arvin.

Menurutnya, pemerintah perlu mengambil peran lebih besar dalam penyediaan infrastruktur dasar seperti jalan, listrik, dan air bersih agar biaya pembangunan kota baru tidak sepenuhnya dibebankan kepada pengembang.

Selain itu, REI DKI Jakarta juga meminta proses perizinan proyek perumahan dapat dipangkas agar pengembangan kawasan hunian berjalan lebih cepat dan efisien.

“Kami berharap proses perizinan dapat lebih sederhana dan cepat. Infrastruktur dasar juga sebaiknya ikut dipersiapkan pemerintah sehingga developer tidak menanggung seluruh beban pembangunan,” harap Arvin. (MRI)

 

  • Penulis: Muhammad Rinaldi

Rekomendasi Untuk Anda

  • insentif properti

    Pengembang Negeri Jiran Happy, Pemerintah Gelontorkan Insentif Properti

    • calendar_month Senin, 17 Okt 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Pelaku properti Negeri Jiran, Malaysia, tengah berbahagia setelah pemerintah berencana menggelontorkan sejumlah insentif. Pada pembahasan anggaran keuangan negara untuk tahun 2023, mereka meminta pemerintah untuk meningkatkan insentif ke sektor properti untuk memacu pertumbuhan. “Kami memuji langkah pemerintah untuk meluncurkan Inisiatif Kepemilikan Rumah Malaysia (i-MILIKI) awal tahun ini. Kebijakan ini memberikan pembebasan pajak properti […]

  • Huntara Brantas Abipraya

    Brantas Abipraya Rampungkan Huntara di Pidie Jaya

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – PT Brantas Abipraya (Persero) telah merampungkan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir Sumatera di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Huntara tersebut dinyatakan siap huni dan akan segera dimanfaatkan masyarakat dalam masa pemulihan pascabencana. “Kami berupaya agar huntara ini tidak hanya menjadi tempat tinggal sementara, tetapi juga ruang yang aman dan nyaman bagi warga […]

  • Sinar Mas Land Topping Off Gedung Knowledge Hub

    Sinar Mas Land Topping Off Gedung Knowledge Hub

    • calendar_month Jumat, 31 Mar 2023
    • 0Komentar

    BSD CITY – Seiring dengan bertambahnya kebutuhan ruang usaha di bidang teknologi, Sinar Mas Land membangun gedung pertama di kawasan Digital Hub BSD City yang bernama Knowledge Hub. Dibangun dalam dua tahap, tahap pertama dari gedung perkantoran tersebut kini sudah memasuki tahap penyelesaian akhir yang ditandai dengan prosesi topping off (penutupan atap). Seremoni topping off […]

  • BTN Dukung Bantuan Rumah untuk Pejuang Reformasi

    BTN Dukung Bantuan Rumah untuk Pejuang Reformasi

    • calendar_month Rabu, 27 Apr 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian BUMN menugaskan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) untuk memberikan bantuan unit rumah kepada ahli waris pejuang reformasi. Pemberian bantuan unit rumah ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada keluarga pejuang reformasi. Penyerahan dilakukan Menteri BUMN Erick Thohir yang secara simbolis menyerahkan langsung kunci rumah kepada keluarga pejuang reformasi di […]

  • Pembangunan Infrastruktur Pacu Pengembangan Kawasan Alam Sutera

    Pembangunan Infrastruktur Pacu Pengembangan Kawasan Alam Sutera

    • calendar_month Kamis, 18 Jan 2024
    • 0Komentar

    TANGERANG – Pembangunan infrastruktur terutama jalan tol yang sangat masif telah berdampak positif terhadap pengembangan kawasan properti khususnya hunian, sehingga membawa kontribusi nyatanya dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Alvin Andronicus, Chief Marketing Officer Elevee Condominum menyebutkan bergeraknya perekonomian di satu kawasan yang dikembangkan developer salah satunya dipicu pesatnya pembangunan infrastruktur di sekitarnya. Seperti di Alam Sutera, […]

  • Sebanyak 38.850 PNS di Bali Belum Mutakhirkan Data Tapera

    Sebanyak 38.850 PNS di Bali Belum Mutakhirkan Data Tapera

    • calendar_month Rabu, 3 Agt 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat sebanyak 38.850 PNS (setara 63,81 persen) di lingkup Provinsi Bali belum melakukan pemutakhiran data secara individu. Sedangkan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bali selaku pemberi kerja telah merampungkan pemutakhiran data 58.994 PNS melalui portal Sitara. “Pemutakhiran data penting untuk mengetahui dan memastikan informasi data peserta, status […]

Translate »
expand_less