Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » REI Komisariat Bekasi Harapkan Pemerintah Permudah MBR Beli Rumah Subsidi

REI Komisariat Bekasi Harapkan Pemerintah Permudah MBR Beli Rumah Subsidi

  • calendar_month Jumat, 10 Mei 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

CIKARANG – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Komisariat Bekasi menggelar acara Halal bi Halal di Holiday Inn Cikarang, Kota Jababeka, Bekasi, Rabu (8/5). Mengusung tema “Rajut Silaturahmi, Raih Prestasi”, acara ini merupakan kegiatan pertama yang diselenggarakan di bawah kepemimpinan Curahman selaku Ketua Komisariat Bekasi.

Acara Halal Bi Halal ini juga menampilkan Tuti Mugiastuti sebagai Tokoh Pemasar Perumahan Rakyat dan Aris Setyawan selaku Motivation Trainer yang hadir membawakan materinya di depan anggota REI Bekasi dan undangan.

Ketua Komisariat REI Bekasi Curahman dalam sambutannya mengatakan tujuan dari mengadakan Halal bi Halal ini adalah untuk bersilaturahmi mempererat kebersamaan antar anggota REI Bekasi. Menurutnya, di tengah kesibukan masing-masing sangat mungkin antar anggota REI Bekasi tidak sempat bertemu, atau bahkan belum saling kenal. Melalui kegiatan ini diharapkan para anggota bisa bertemu, berkenalan, berkomunikasi dan saling bertukar informasi.

“Di acara Halal Bi Halal ini kita juga bisa saling diskusi dan bertukar ide pikiran,” ungkapnya kepada wartawan.

Selain mengadakan kegiatan Halal Bi Halal, lanjut Curahman, kepengurusannya juga akan meneruskan program-program yang sudah berjalan dari kepengurusan sebelumnya. Di tahun 2024 ini, kegiatan yang akan diadakan antara lain turnamen golf pada Agustus mendatang. Kemudian program bedah rumah yang sudah berjalan dari tahun ke tahun. Sementara untuk kegiatan pameran properti akan melihat situasi pasar agar lebih banyak pengembang yang bisa ikut.

“Kita rencanakan lebih matang agar bisa terealisasi karena tahun sebelumnya tidak berjalan,” ujar Curahman yang menggantikan Tuti Mugiastuti sebagai Ketua Komisariat REI Bekasi sebelumnya.

Selain dihadiri anggota REI Bekasi, acara ini juga dihadiri DPD REI Jawa Barat, mitra REI dari perbankan seperti BTN Cabang Cikarang, BTN Bekasi, BTN Syariah Karawang, BTN Syariah Bekasi, dan Ikatan Notaris Indonesia Cabang Bekasi.

Permudah Rumah Subsidi

Terkait kondisi pasar properti saat ini khususnya di Bekasi, diakui Curahman kondisi ekonomi sedang tidak bagus yang berdampak pada properti secara nasional. Tetapi untuk rumah subsidi di Bekasi sepertinya tidak terlalu berdampak sejauh ini karena permintaan dan penjualan rumah subsidi di Bekasi masih cukup bagus.

“Yang paling dirasakan adalah rumah komersial yang dalam beberapa tahun ini agak sulit penjualannya karena kondisi ekonomi yang sedang tidak baik. Rumah komersial di atas harga Rp500 jutaan paling dirasakan dampaknya. Termasuk apartemen, sekarang ini banyak apartemen yang sudah dibangun tetapi penjualannya tidak optimal,” kata Curahman.

Sementara itu, Tuti Mugiastuti sebagai Tokoh Pemasar Perumahan Rakyat, dalam sambutannya mengakui saat ini penjualan rumah subsidi terlihat menurun. Kalau dulu sebelum Covid yang booking rumah subsidi 1.000 unit kemungkinannya hanya 10 persen saja yang tidak terealisasi.

“Saya pernah mengalami menjual itu sangat gampang, sebulan bisa 2.500 unit rumah subsidi. Itu antara tahun 2016- 2017. Tapi kalau sekarang yang booking hanya 100 yang memungkinkan tidak bisa akad bisa 40 persen. Yang 40 persen kebanyakan kena BI Checking,” ungkap Tuti.

Tuti berharap pemerintah lebih memberikan kemudahan dalam proses transaksi pembelian rumah subsidi, salah satunya seperti menghilangkan syarat BI Checking untuk rumah subsidi.

Menurutnya, kalau pemerintah ingin menolong masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) jangan tanggung-tanggung. Jangan jusru memperketat syarat untuk kalangan MBR mengajukan kredit rumah subsidi.

Tuti yang sudah berpengalaman selama 39 tahun sebagai pemasar rumah subsidi, menyebutkan bahwa saat ini adalah waktu yang terbaik untuk menjual rumah subsidi. Alasannya, rumah subsidi hanya beda-beda tipis dengan rumah komersial. Sekarang rumah subsidi fasadnya bagus. Pembeli juga datang tinggal bawa koper dan bisa langsung menempati rumahnya.
Rumah sudah dilengkapi dinding pembatas dengan rumah sebelahnya dan rumah belakang. Carport tersedia, bahkan ada juga canopy. Kualitas bangunan juga lebih bagus dari yang sebelumnya.

“Meski secara makro nasional penjualan properti menurun, tapi khusus di Bekasi penjualan tetap tinggi karena produk yang dijual bagus-bagus. Apalagi Bekasi ini adalah kawasan industri terbesar di Asia Tenggara. Pangsa pasar yang besar ada di sini,” terang Tuti.

Dia pun tidak ragu mengusulkan kepada pemerintah agar harga rumah subsidi dinaikkan menjadi Rp250 juta per unit, dari harga sekarang Rp185 juta. Pasalnya, rumah subsidi sekarang sudah bagus-bagus, beda tipis dari rumah komersial.

Terkait tingkat hunian di rumah subsidi, Tuti Mugiastuti mendorong para pengembang rumah subsidi tidak hanya bisa menjual tetapi bagaimana bisa mengundang konsumen untuk menghuni rumah yang sudah dibeli. Jadi, ungkapnya, pengembang tidak sebatas membangun rumah yang terjual tetapi perumahan yang terhuni. Minimal harus diupayakan di atas 85 persen terhuni.

“Alhamdulillah, rumah-rumah yang kita bangun sudah mendekati angka tersebut,” pungkasnya. (MRI)

  • Penulis: Muhammad Rinaldi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keliling Dunia Cari Investor IKN, Dapat Bonus Rekor Muri

    Keliling Dunia Cari Investor IKN, Dapat Bonus Rekor Muri

    • calendar_month Senin, 17 Jul 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Bambang Susantono memperoleh penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) sebagai Kepala Otorita IKN Pertama. Penghargaan Muri juga diberikan kepada anggota Kelompok Kerja (Pokja) IKN Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rusmin Lawin karena berkeliling ke-32 negara selama masa pandemi Covid-19 guna mencari calon investor IKN. “Bambang Susantono […]

  • Riset Savills: G20 di Bali Bangkitkan Perekonomian Indonesia

    Riset Savills: G20 di Bali Bangkitkan Perekonomian Indonesia

    • calendar_month Senin, 7 Feb 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemulihan kepercayaan bisnis sangat mendukung bangkitnya perekonomian Indonesia termasuk penyerapan pasar properti komersial. Salah satu isu yang menjadi sentimen positif bagi perekonomian nasional adalah adanya rencana Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada November 2022 mendatang. Demikian hasil riset konsultan properti, Savills International bertajuk Asia Pacific Investment Quarterly Q4/2021 yang baru saja […]

  • apartemen jakarta

    Butuh Insentif Dorong Minat Masyarakat Tinggal di Apartemen

    • calendar_month Senin, 5 Mei 2025
    • 0Komentar

    JAKARTA – Meski insentif Pajak Pertambahan Nilai Di Tanggung Pemerintah (PPN DTP) terus diperpanjang untuk penyerahan rumah tapak dan rumah susun atau apartemen, namun pasar hunian vertikal masih tak berdaya. Sebagian besar pengembang juga masih menunda pembangunan proyek apartemen baru, penyerapan unit rendah dan harga sewa cenderung stabil. Riset yang dilakukan Colliers Indonesia mengungkapkan minimnya […]

  • Usai Lebaran, Synthesis Karya Pratama Siap Luncurkan Tipe Rumah Terbaru

    Usai Lebaran, Synthesis Karya Pratama Siap Luncurkan Tipe Rumah Terbaru

    • calendar_month Sabtu, 15 Apr 2023
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Synthesis Karya Pratama, pengembang proyek hunian Synthesis Huis berkomitmen untuk terus melanjutkan pembangunan di kawasan tersebut. Usai Lebaran tahun ini, pengembang tersebut bersiap meluncurkan tipe rumah terbaru dan memulai pembangunan (groundbreaking) proyek apartemen. Managing Director Synthesis Huis, Aldo Daniel menyebutkan sehabis Lebaran 2023 pihaknya sangat optimis pasar properti akan terus membaik. Karena […]

  • Ilustrasi Rumah Singapura

    Cetak Rekor! Harga Rumah di Singapura Melejit 10,6 Persen

    • calendar_month Sabtu, 8 Jan 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Kenaikan harga rumah di Singapura mencetak rekor tertinggi dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Kenaikannya mencapai 10,6 persen sepanjang 2021 atau naik signifikan ketimbang kuartal kedua tahun 2010 yang mencapai angka 5,3 persen. “Melihat lonjakan harga pada kuartal keempat, ini menjelaskan mengapa pemerintah memberlakukan pembatasan properti karena mereka telah melihat data dan melihat […]

  • Relaksasi KPR BTN bagi Pekerja Kontrak Terancam Gagal

    Relaksasi KPR BTN bagi Pekerja Kontrak Terancam Gagal

    • calendar_month Kamis, 18 Feb 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Pengembang di sejumlah daerah skeptis terhadap relaksasi aturan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terkait Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bersubsidi bagi pekerja kontrak. Mereka menganggap pelonggaran aturan itu mustahil untuk perusahaan swasta di luar skala nasional yang mempekerjakan pegawai kontrak. “Relaksasi versi Bank BTN ini ibarat orang dalam kondisi dahaga, namun hanya mendapat […]

Translate »
expand_less