Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » REI Sambut Gembira Rencana Revisi UU Kementerian Negara

REI Sambut Gembira Rencana Revisi UU Kementerian Negara

  • calendar_month Senin, 20 Mei 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) menyambut baik keputusan Badan Legislasi (Baleg) DPR-RI yang menyetujui dilakukannya revisi terhadap Undang-Undang (UU) Kementerian Negara sebagai usulan inisiatif DPR. Seluruh fraksi bahkan menyatakan dukungan untuk membahas revisi UU ini ke tingkat selanjutnya.

“Tentu saja kami bersyukur dan menyambut gembira kesepakatan seluruh fraksi di DPR-RI untuk melanjutkan revisi atas UU Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara. Perubahan itu diharapkan mengakomodasi dan membuka peluang adanya (pembentukan) Kementerian Perumahan dan Perkotaan seperti yang selama ini sudah kita perjuangkan” kata Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto saat dihubungi.

Seperti diketahui, Panja Rancangan Undang-Undang (RUU) Kementerian Negara telah menyetujui perubahan sejumlah pasal termasuk mengenai batasan jumlah kementerian, Kamis (16/5). Revisi terhadap UU Kementerian ini diharapkan memudahkan presiden terpilih untuk menyusun kabinet kerjanya.

REI, ungkap Joko, sangat yakin presiden terpilih Prabowo Subianto memiliki komitmen besar terhadap penyediaan perumahan untuk rakyat seperti yang disampaikannya dalam beberapa kesempatan termasuk kepada REI. Asosiasi terbesar dan tertua di Tanah Air itu pun menyampaikan ucapan terimakasih atas komitmen presiden terpilih Prabowo Subianto terhadap kesejahteraan rakyat termasuk dengan menyediakan hunian yang layak huni bagi masyarakat.

CEO Buana Kassiti Group itu menjelaskan dengan adanya kementerian sendiri yang fokus mengurusi persoalan perumahan dan perkotaan sangat sejalan (inline) dengan apa yang dikehendaki presiden terpilih Prabowo Subianto yang menekankan implementasi nilai-nilai kepemimpinan yang mengutamakan kesejahteraan rakyat.

Prabowo saat menjadi pembicara dalam acara Qatar Economic Forum di Doha, Qatar, pada Rabu (15/5) menegaskan kembali komitmennya pada kesejahteraan rakyat. Menurutnya, seluruh rakyat Indonesia harus merasa aman, rakyat tidak boleh kelaparan dan harus memiliki kehidupan yang baik.

“Saya pikir pernyataan tegas beliau di Doha itu berkaitan dengan pentingnya kesejahteraan rakyat agar hidup lebih baik lagi ke depan termasuk bisa bertempat tinggal secara layak sesuai perintah konstitusi kita,” ujar Joko.

Dia memandang pembangunan sektor perumahan secara masif melalui program 3 juta rumah nantinya akan membawa banyak dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan juga peningkatan kesejahteraan rakyat. Sektor perumahan dan properti ini, sebut Joko, diyakini mampu menjadi big giant (raksasa besar) untuk mengungkit pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Berdasarkan perhitungan REI, untuk pembangunan satu juta rumah per tahun saja dibutuhkan investasi sekitar Rp326 triliun dan membuka lapangan pekerjaan untuk 32 juta orang. Dimana pendapatan pekerja dari 32 juta orang itu mencapai sekitar Rp114 triliun atau rata-rata Rp4,3 juta per bulan. Kontribusi tersebut tentu lebih besar lagi jika pembangunan perumahan mencapai 3 juta unit per tahun.

Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto

“Artinya selain properti ini membuka lapangan kerja, juga terjadi distribusi pendapatan kepada masyarakat, karena industri ini bersifat padat karya. Dengan semakin banyak orang bekerja maka ada distribusi pendapatan yang lebis luas dan kesejahteraan mereka akan meningkat,” jelas pengusaha properti yang juga bagian dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran itu.

Selain itu, REI menilai antusiasme masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang cukup besar untuk mendapatkan rumah merupakan bagian dari konsep negara kesejahteraan yang dimaksud presiden terpilih Prabowo Subianto, karena dengan memiliki rumah diharapkan kesehatan rakyat semakin baik, etos kerja meningkat yang pada akhirnya tumbuh pendapatannya.

Pembangunan perumahan juga inline dengan program Prabowo-Gibran yang ingin meningkatkan gizi anak-anak Indonesia melalui penyediaan makan siang dan susu gratis. Hal itu, kata Joko, perlu dibarengi dengan penyediaan hunian yang layak.

“Karena akan percuma makanan bergizi ketika tempat tinggal dan lingkungannya mereka tidak layak, karena anak-anak berpotensi mudah terjangkit penyakit dan tumbuh kembangnya terganggu,” paparnya.

REI sedang melakukan riset dengan melibatkan lembaga riset dan perguruan tinggi untuk mengetahui pasti seberapa besar kontribusi sebenarnya sektor properti dan perumahan secara akurat terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Seperti diketahui, saat ini sektor properti disebutkan memberi kontribusi pada produk domestik bruto (PDB) nasional sebesar 14 persen, untuk anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) sebesar 9 persen, terhadap pendapatan asli daerah (PAD) antara 35-55 persen dan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 14-17 juta orang. Sektor ini juga berperan dalam menurunkan kemiskinan sebesar 8 persen, serta menekan gangguan pertumbuhan pada anak (stunting).

Hargai Perbedaan

Menanggapi adanya sikap sebagian orang dan kelompok yang belum setuju dengan pembentukan Kementerian Perumahan dan Perkotaan, Joko Suranto mengaku sangat menghargai perbedaan cara pandang tersebut.

Dia menilai mungkin cara pendekatan mereka masih mengikuti paradigma lama yang menganggap sektor perumahan hanya sebagai indikator, bukan sebagai kekuatan daya ungkit untuk pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat seperti pendekatan propertinomic yang digaungkan REI.

“Kita harus pahami bahwa saat ini backlog (kekurangan pasokan) rumah sudah mencapai 12,7 juta unit. Itu setara dengan 20 juta kepala keluarga belum memiliki rumah untuk tempat tinggal keluarganya. Bayangkan kalau masalah ini tidak ditanggani ke depan, maka dampaknya akan cukup fatal,” tegas Joko.

Selain berdampak terhadap membengkaknya subsidi energi bahan bakar minyak (BBM) yang harus ditanggung pemerintah akibat rumah masyarakat yang berada di lokasi yang tidak terencana (sporadis), biaya hidup masyarakat juga menjadi mahal karena bekerja jauh dari tempat tinggal.

“Kami justru melihat rencana program 3 juta rumah ini sejalan dengan upaya kita untuk menjadikan infrastruktur yang sudah dibangun di masa pemerintahn Presiden Jokowi bisa dioptimalisasi tidak hanya untuk lokasi pembangunan perumahan tetapi juga pengembangan sentra-sentra ekonomi baru seperti kawasan industri atau kawasan ekonomi khusus (KEK),” pungkas alumnus Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta itu. (MRI)

  • Penulis: Muhammad Rinaldi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Proyek Hunian MBR di Sumbar Terganjal Regulasi

    Proyek Hunian MBR di Sumbar Terganjal Regulasi

    • calendar_month Minggu, 28 Feb 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Realisasi pembangunan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) tahun 2020 hanya tercapai 7.300 unit. Angka itu jauh dari kebutuhan rumah di Sumbar yang kini diperkirakan mencapai 120 ribu unit. Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPD REI) Sumatera Barat, Ardinal menyatakan, ketimpangan antara rantai pasok […]

  • Begini Cara Ciputra Group Hadapi Pandemi

    Begini Cara Ciputra Group Hadapi Pandemi

    • calendar_month Senin, 15 Feb 2021
    • 0Komentar

    Memaknai hari jadi REI, industriproperti.com selaku Official Broadcasting Partner HUT REI ke-49, hadir menyapa pembaca setia di seluruh Tanah Air. Silakan menikmati beragam berita melalui gawai Anda, dalam bingkai kenduri HUT REI ke-49 ditengah keterbatasan pandemi… Agar tidak ketinggalan, berikut ini berita sebelumnya dan di sini. Anda pun bisa mengikuti berita lainnya di sini, di sini, di sini, di sini juga di sini.  Jakarta […]

  • ASEAN-BAC

    ASEAN-BAC Perkuat Sektor Swasta dan Pemerintah dalam Pertumbuhan Ekonomi Kawasan

    • calendar_month Sabtu, 2 Sep 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Sejumlah rangkaian kegiatan ASEAN-BAC dapat memperkuat sektor swasta dan pemerintah dalam memajukan pertumbuhan ekonomi di ASEAN. Demikian disampaikan Ketua ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) sekaligus Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Arsjad Rasjid. “Potensi yang dijelajahi pertama adalah pasar ASEAN, seiring dengan perjalanan menuju kemajuan sangat penting untuk kita memahami bahwa perjalanan […]

  • Perjalanan Spontan dan Aktivitas Bisnis Picu Pemulihan Pariwisata

    Perjalanan Spontan dan Aktivitas Bisnis Picu Pemulihan Pariwisata

    • calendar_month Jumat, 6 Jan 2023
    • 0Komentar

    JAKARTA – Tahun 2022 menjadi tahun kebangkitan kembali industri pariwisata dan perhotelan di Indonesia. Hal tersebut ditandai dengan meningkatnya permintaan kamar hotel ke sejumlah daerah tujuan wisata terutama pada malam penggantian tahun kemarin. Laporan tren perjalanan tahunan bertajuk “OYO Travelopedia Indonesia 2022” mengungkapkan bahwa terjadi peningkatan permintaan hingga 82.000 kamar pada malam tahun baru, atau […]

  • Ilustrasi Backlog Perumahan

    BP Tapera Optimis Pangkas Backlog Perumahan

    • calendar_month Kamis, 23 Des 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), Adi Setianto menyatakan optimisme bahwa BP Tapera dapat memangkas angka backlog perumahan yang kini mencapai sekitar 12,5 juta unit. “Kita mengelola dana Tapera kita optimis dengan pelayanan satu pintu ini kami bisa bekerja sama dengan instansi terkait, seperti perbankan, pengembang dan pemda. Diharapkan fasilitas OIP […]

  • HUT Emas REI

    Gelar HUT Emas, REI Terus Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional

    • calendar_month Jumat, 20 Mei 2022
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) memperingati ulang tahun emas ke-50 di Kota Yogyakarta, DIY, dari tanggal 19-21 Mei 2022. HUT REI tahun ini mengusung tema “Ulang Tahun Emas REI: Garda Terdepan Mewujudkan Indonesia Tangguh dan Indonesia Tumbuh.” Sejumlah rangkaian acara dilaksanakan di kota bersejarah tersebut antara lain Turnament Golf, Bantuan untuk Anak Yatim […]

Translate »
expand_less