Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Sektor Perhotelan Melemah, Pintar-pintar Cari Pasar Baru

Sektor Perhotelan Melemah, Pintar-pintar Cari Pasar Baru

  • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Sektor perhotelan Jakarta mengalami perlambatan sepanjang Kuartal I-2025 selepas kebijakan efisiensi pemerintah diterapkan berupa pengetatan pengeluaran anggaran. Kondisi ini membuat pelaku industri perhotelan harus mencari pasar alternatif selain pasar pemerintah, karena belum ada tanda-tanda pelonggaran kebijakan efisiensi dari pemerintah.

“Sebagai dampak dari kebijakan efisiensi ini, para pelaku industri perhotelan juga harus efisien, menyesuaikan diri dengan kondisi pasar,” ucap Head of Research Colliers Indonesia Ferry Salanto dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 3 Juli 2025.

Untuk itu, Pelaku industri perhotelan harus mencari pasar alternatif selain pasar pemerintah, karena belum ada tanda-tanda pelonggaran kebijakan efisiensi dari pemerintah. Jika kondisi ini terus berlanjut, peningkatan kinerja pada kuartal kedua mungkin tidak akan signifikan, sehingga semakin mempersulit para pelaku industri perhotelan di masa mendatang.

Namun, diperkirakan kinerja hotel di Jakarta akan kembali normal pada pertengahan Juni, mengingat bulan April dan Mei dipenuhi oleh hari libur nasional yang dapat mengganggu aktivitas bisnis.

Perlambatan Kinerja Perhotelan

Seperti diketahui, kuartal pertama secara umum biasanya menjadi periode paling lambat bagi sektor perhotelan di Jakarta, dan tahun 2025 pun pola tersebut berulang. Selain itu, dampak dari kebijakan efisiensi pemerintah yang membuat pengeluaran anggaran daerah lebih ketat, antara lain mencakup perjalanan dinas, kunjungan studi, seminar, dan diskusi kelompok terarah terasa cukup signifikan, terutama bagi hotel yang sangat bergantung terhadap pasar pemerintah.

Dampak dari kebijakan efisiensi pemerintah telah mendorong para pelaku industri perhotelan untuk menerapkan langkah efisiensi mereka sendiri agar tetap bisa beroperasi. Pekerja harian di hotel mengalami pengurangan jam kerja, dan karyawan diminta untuk mengambil cuti atau cuti tanpa dibayar guna menekan biaya operasional akibat tamu yang sepi.

Berkurangnya kegiatan MICE, terutama yang berskala internasional, menjadi tantangan bagi hotel-hotel yang berfokus pada pasar ini. Aktivitas korporat juga mengalami penurunan akibat kebijakan efisiensi yang berkaitan dengan pemerintah.

Tidak hanya di Jakarta, kebijakan efisiensi pemerintah juga berdampak pada hotel-hotel di Bali, khususnya yang bergantung pada pasar MICE. Kinerja hotel di Bali juga diperkirakan akan membaik pada kuartal kedua. Namun, kebijakan efisiensi dan menurunnya daya beli masyarakat perlu menjadi perhatian. Tiket pesawat domestik, yang sering kali lebih mahal dibandingkan tiket internasional, dapat mengurangi minat wisatawan domestik untuk berlibur. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tepat Waktu, Unit di The Sanctuary Collection Mulai Serah Terima

    Tepat Waktu, Unit di The Sanctuary Collection Mulai Serah Terima

    • calendar_month Jumat, 2 Sep 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Perusahaan properti PT Cipta Harmoni Lestari telah melakukan serah terima kunci dan unit Klaster Tanglin Parc di kawasan The Sanctuary Collection, Sentul Selatan, Bogor. Serah terima dilakukan secara bertahap sejak Agustus 2022 lalu. Mulai dipasarkan sejak Juli 2020, Klaster Tanglin Parc sudah terjual habis sebanyak 160 unit hanya dalam waktu enam bulan. Serah […]

  • Realisasi Pendapatan Negara 2021 Lampaui Target

    Realisasi Pendapatan Negara 2021 Lampaui Target

    • calendar_month Rabu, 5 Jan 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Realisasi pendapatan negara tahun 2021 mencatatkan kinerja positif dan melampaui target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021. Hingga Desember 2021, realisasi penerimaan negara tumbuh sebesar Rp 2.003,1 triliun atau setara 114,9 persen dari target APBN 2021 sebesar Rp 1.743,6 triliun. “Dengan asumsi deviasi, realisasi APBN 2021 positif. Sampai dengan 31 Desember, pendapatan […]

  • Aksesibilitas Makin Baik, Sunan Group Luncurkan Orchard Village Tahap 2

    Aksesibilitas Makin Baik, Sunan Group Luncurkan Orchard Village Tahap 2

    • calendar_month Senin, 26 Jun 2023
    • 0Komentar

    BEKASI – Kawasan utara Bekasi, Jawa Barat, semakin prospektif untuk pengembangan bisnis properti. Masifnya pembangunan infrastruktur semakin membuka aksesibilitas warga, sehingga nilai properti terutama residesial di kawasan tersebut semakin menjanjikan. Saat ini, kawasan tersebut telah terkoneksi melalui Jalan Tol Cibitung-Cilincing (Tol Cibicil) yang merupakan bagian dari Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta 2 atau JORR 2, […]

  • data center

    Meroket 300%, Pasokan Data Center Indonesia Duduki Peringkat ke-2

    • calendar_month Kamis, 24 Nov 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Merujuk Data Centre Report untuk periode Q3 2022 yang dirilis Knight Frank bekerja sama dengan DC Byte, Indonesia menduduki peringkat kedua dengan pasokan data center terbesar dari 9 kota Asia Pasifik. “Laporan terbaru kami memperkuat posisi Asia Pasifik sebagai pasar paling prospektif di industri pusat data global,” kata Fred Fitzalan Howard, Data Centre […]

  • Summarecon raih Lifetime Achievement Award

    Founder Summarecon Terima Lifetime Achievement Award

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – PT Summarecon Agung Tbk kembali meraih pencapaian istimewa yakni 16 kategori penghargaan di ajang The 11th PropertyGuru Indonesia Property Awards. Penghargaan Lifetime Achievement Award diberikan kepada founder Summarecon, Soetjipto Nagaria, atas kontribusi fundamentalnya dalam pengembangan konsep kota terpadu selama lima dekade yang menjadi identitas Summarecon. “Penghargaan ini sangat istimewa karena bertepatan dengan HUT ke-50 PT […]

  • bank tanah

    Regulasi Bank Tanah Diharapkan Akomodasi Semua Pihak

    • calendar_month Kamis, 30 Jun 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Hadi Tjahjanto berharap agar berlakunya regulasi terkait Bank Tanah dapat mengakomodir semua kepentingan. Selain itu, terbitnya regulasi terkait Bank Tanah tidak menyebabkan tumpang tindih pada pelaksanaannya di lapangan. “Contohnya adalah ketika kita menangani tanah telantar, Bank Tanah ini dapat menjadi pintu masuk untuk tenor […]

Translate »
expand_less