Schneider Electric Buktikan Smart Building Hemat Energi Rumah Sakit
- calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
- print Cetak

SMC RS Telogorejo terapkan smart building. (Foto: dok. SMC RS Telogorejo)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Gedung-gedung di era modern yang menjulang tinggi hingga “mencakar” langit menyimpan tantangan yang tak selalu terlihat, seperti bagaimana menjaga operasional bangunan tetap efisien tanpa mengurangi kenyamanan penghuninya. Solusi tepat untuk mengakomodasi tuntutan itu adalah dengan menerapkan konsep smart building yang kini bukan lagi sekadar tren teknologi. Tak hanya gedung perkantoran, pusat perbelanjaan hingga rumah sakit juga dituntut untuk mengelola energi secara lebih bijak seiring melonjaknya biaya operasional dan tuntutan keberlanjutan.
Smart building kini menjelma menjadi fondasi baru dalam menciptakan bangunan yang lebih hemat energi, adaptif, dan berkelanjutan. Salah satu contoh sukses penerapan konsep smart building dilakukan oleh SMC RS Telogorejo yang berlokasi di Semarang, Jawa Tengah. Berdiri sejak tahun 1925, SMC RS Telogorejo mulai menerapkan smart building dengan memodernisasi sistem utilitas dengan mengganti peralatan lama yang belum mendukung dan digitalisasi secara bertahap.
“Sistem harus tetap berjalan, tapi perubahan juga harus tetap ada. Makanya kita melakukan secara bertahap,” ucap Facility Manager SMC RS Telogorejo Rio Oktavianus dalam Media Masterclass for Building of The Future “Teknologi Cerdas untuk Bangunan yang Efisien” di Jakarta, belum lama ini.
Rumah sakit memilih melakukan transformasi bersama Schneider Electric karena infrastruktur kelistrikan sebelumnya sudah banyak menggunakan produknya. Implementasi dilakukan bertahap tanpa mengganggu operasional rumah sakit.
Solusi Smart Building dari Schneider Electric
SMC RS Telogorejo mengimplementasikan Building Management System (BMS) untuk mengintegrasikan pemantauan utilitas kritis, termasuk HVAC, sistem kelistrikan, dan UPS, dalam satu command center terpusat melalui platform EcoStruxure Building Operation dari Schneider Electric. Sistem ini menggantikan pengelolaan manual dengan pemantauan real-time, peringatan otomatis, dan pemeliharaan yang lebih proaktif.
EcoStruxure Building Operation yang dikembangkan Schneider Electric merupakan platform Building Management System (BMS) terpadu yang memungkinkan pemantauan, kontrol, dan optimasi berbagai sistem bangunan, termasuk HVAC, kelistrikan, pencahayaan, keamanan, dan energi. Solusi ini membantu meningkatkan efisiensi energi, memperkuat keandalan operasional, serta menyediakan visibilitas real-time untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan berbasis data.
Satu hal yang juga menjadi perhatian SMC RS Telogorejo adalah timbulnya energy loss akibat konsumsi listrik yang meningkat setiap tahun. Peningkatan konsumsi listrik tersebut dikarenakan seluruh pengoperasian utilitas, terutama AC, masih dilakukan secara manual. Tagihan listrik pun melonjak 9% pada 2023, jauh di atas kenaikan normal sekitar 1–1,5% per tahun. Kenaikan dipicu bertambahnya layanan dan peralatan medis, sehingga efisiensi energi menjadi kebutuhan mendesak.
Sebelum menerapkan Building Management System (BMS), pemeliharaan peralatan bersifat reaktif (breakdown maintenance). Perbaikan baru dilakukan setelah alat mengalami kerusakan, termasuk sistem HVAC dan filter udara yang sangat krusial bagi rumah sakit.

Business Vice President for Buildings, Schneider Electric Indonesia Reza Syarif. (Foto: Istimewa)
“Pada implementasinya di salah satu rumah sakit, SMC RS Telogorejo, platform ini membantu menurunkan total pengeluaran listrik sebesar 5% pada 2025. Namun, capaian di setiap gedung tetap bergantung pada kondisi dan kebutuhan operasional, serta solusi yang diterapkan,” ungkap Business Vice President for Buildings Schneider Electric Indonesia Reza Syarif kepada industriproperti.com pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Sebagai pemimpin global di bidang teknologi energi Schneider Electric mengkampanyekan “Teknologi Cerdas untuk Bangunan yang Efisien”. Schneider Electric menunjukkan komitmen perusahaan dalam membantu bangunan modern agar bisa beroperasi lebih efisien, andal, dan berkelanjutan.
Ada empat pilar utama dari komitmen tersebut. Pilar yang pertama adalah adalah Hyper-Efficient yang memaksimalkan kinerja dengan mengoptimalkan sistem dan alur kerja. Kedua, Resilient yang memastikan bangunan tetap beroperasi dengan baik saat terjadi gangguan, serta mampu pulih dengan cepat setelahnya.
Ketiga, Sustainable, yakni menggunakan sumber daya lebih hemat, memperpanjang masa pakai aset, dan mengelola biaya secara bijak. Terakhir, pilar yang keempat adalah People-centric: menciptakan lingkungan yang nyaman dan mendukung produktivitas bagi semua orang. (SAN)
Penulis Sandiyu Nuryono
Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz
