Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Tantangan Properti Komersial Tak Hanya 2 Hal Ini

Tantangan Properti Komersial Tak Hanya 2 Hal Ini

  • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Tantangan yang dihadapi para pengembang di sektor properti komersial tak hanya terkait desain atau lokasi. Pengelolaan proyek di lapangan menjadi tantangan lainnya seiring dengan terus berkembangnya sektor properti komersial.

“Saat ini, proyek tidak lagi dinilai hanya dari segi kualitas desain atau lokasi. Proyek semakin dinilai dari seberapa baik pelaksanaannya, tepat waktu, sesuai anggaran, dan dengan akuntabilitas yang jelas,” jelas Head of Project Management Colliers Indonesia Rahmat Daresa Alam dalam keterangannya dikutip Kamis, 30 Mei 2026.

Lebih jauh Rahmat menjelaskan, pengembang dan pemilik aset didorong untuk mengadopsi sistem manajemen konstruksi dan manajemen proyek digital guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan dan pengawasan proyek.

Di sisi lain, dengan  meningkatnya ekspektasi investor dan tuntutan tata kelola, banyak proyek konstruksi masih bergantung pada alur kerja yang terpecah, proses persetujuan berbasis dokumen fisik, serta pelaporan yang terlambat, hal ini secara konsisten mencerminkan adanya hambatan dalam pelaksanaan proyek.

“Pada wawasan terbaru kami, “Traditional to Digital Project Management: Streamlined Workflows, Real-time Monitoring, Better Outcomes” kami melihat semakin lebarnya kesenjangan antara kompleksitas pengembangan properti modern dan sistem manajemen proyek yang masih didominasi oleh proses secara manual,” imbuhnya.

Keterlambatan dalam mendeteksi pembengkakan biaya, siklus persetujuan yang lambat, serta terbatasnya visibilitas terhadap progres di lapangan menjadi sejumlah permasalahan utama yang memengaruhi hasil proyek.

Digitalisasi Properti Komersial

Perangkat lunak proyek manajemen memusatkan dokumentasi, proses persetujuan, dan pelaporan dalam satu sistem terpadu, sehingga memberikan visibilitas langsung terhadap anggaran, jadwal, dan proses pengambilan keputusan. Namun, teknologi hanya merupakan bagian dari keseluruhan proses. Keberhasilan implementasi bergantung pada kepemimpinan yang kuat, tata kelola yang jelas, serta dukungan manajemen proyek yang berpengalaman untuk memastikan bahwa solusi digital diadopsi secara tepat dan selaras dengan tujuan proyek.

Bagi pengembang dan pemilik aset, dampaknya melampaui sekadar efisiensi konstruksi. Proyek yang terlambat atau melampaui anggaran dapat secara langsung memengaruhi nilai aset jangka panjang, strategi penyewaan, serta tingkat kepercayaan investor. Seiring dengan semakin kompetitif dan teregulasinya sektor properti komersial, peralihan dari manajemen proyek tradisional ke digital tidak lagi dipandang sebagai tren, melainkan sebagai kebutuhan strategis. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • Animo Konsumen Tinggi, Giantara Serpong City Luncurkan Cluster Khione

    Animo Konsumen Tinggi, Giantara Serpong City Luncurkan Cluster Khione

    • calendar_month Jumat, 21 Jun 2024
    • 0Komentar

    SERPONG – Giantara Group, pengembang perumahan Giantara Serpong City semakin ekspansif mengembangkan proyek seluas 109 hektar di kawasan Cisauk, Serpong, Banten. Hal ini dibuktikan dengan komitmen grup pengembang itu dalam menyelesaikan pembangunan unit rumah di Cluster Nerin yang merupakan produk hunian pertama di proyek Giantara Serpong City. Cindy Giantara, Chief Executive Officer (CEO) Giantara Group […]

  • RTRW Banten

    Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Persub RTRW Banten Rampung

    • calendar_month Minggu, 22 Jan 2023
    • 0Komentar

    Jakarta –  Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Banten telah diserahkan dan diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi melalui investasi. “RTRW Provinsi Banten ini bukan menjadikan sebuah krisis menjadi pesismisme, namun harus menjadi sebuah optimisme yang membuat RTRW Provinsi Banten ini mempunyai keunggulan yang sangat spesifik untuk berbagai tantangan terhadap krisis yang akan dihadapi,” jelas Direktur […]

  • REI Komisariat Bekasi Harapkan Pemerintah Permudah MBR Beli Rumah Subsidi

    REI Komisariat Bekasi Harapkan Pemerintah Permudah MBR Beli Rumah Subsidi

    • calendar_month Jumat, 10 Mei 2024
    • 0Komentar

    CIKARANG – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Komisariat Bekasi menggelar acara Halal bi Halal di Holiday Inn Cikarang, Kota Jababeka, Bekasi, Rabu (8/5). Mengusung tema “Rajut Silaturahmi, Raih Prestasi”, acara ini merupakan kegiatan pertama yang diselenggarakan di bawah kepemimpinan Curahman selaku Ketua Komisariat Bekasi. Acara Halal Bi Halal ini juga menampilkan Tuti Mugiastuti sebagai Tokoh […]

  • Tips Memilih Cat Terbaik Hadapi Musim Penghujan yang Lembab

    Tips Memilih Cat Terbaik Hadapi Musim Penghujan yang Lembab

    • calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Mengecat rumah di wilayah dengan kelembapan tinggi bukan sekadar urusan memilih warna atau mengikuti tren dekorasi terbaru. Lebih dari itu, cat berfungsi melindungi salah satu investasi terbesar, yaitu rumah. Di daerah dengan musim panas basah, hujan harian, atau hembusan angin laut, langkah ini dituntut mampu bekerja ganda. Kelembapan udara tidak hanya membuat hawa […]

  • LMAN Alokasikan Rp 29 Triliun untuk Pengadaan Lahan Proyek Infrastruktur

    LMAN Alokasikan Rp 29 Triliun untuk Pengadaan Lahan Proyek Infrastruktur

    • calendar_month Kamis, 3 Mar 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Problem pengadaan lahan menjadi tantangan yang kerap muncul dalam pembangunan infrastruktur. Sepanjang tahun 2016 hingga 2021 lalu, Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) melalui pendanaan APBN telah mengalokasikan Rp 105,63 triliun untuk pengadaan lahan proyek infrastruktur. Sedangkan untuk tahun 2022, LMAN menganggarkan Rp 28,84 triliun guna pembiayaan pengadaan lahan infrastruktur. “Pengadaan tanah dari APBN melalui […]

  • Bank BTN Proyeksikan Sektor Properti Tetap Cerah di Tahun Ini

    Bank BTN Proyeksikan Sektor Properti Tetap Cerah di Tahun Ini

    • calendar_month Jumat, 26 Jan 2024
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) optimistis industri properti di 2024 cerah dan akan menjadi sektor yang dapat memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Hal tersebut didukung masih berlanjutnya sejumlah stimulus dari pemerintah untuk mendorong permintaan rumah sejak 2023 lalu seperti pelonggaran rasio LTV/FTV kredit/pembiayaan properti menjadi maksimal 100% untuk semua […]

Translate »
expand_less