Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Tingkat Hunian Kamar Hotel Masih Lesu Disaat Kunjungan Turis Asing Melonjak

Tingkat Hunian Kamar Hotel Masih Lesu Disaat Kunjungan Turis Asing Melonjak

  • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Secara kumulatif Januari hingga Juli 2025, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang mencapai 46,77%, turun 3,54% poin dibandingkan TPK pada periode yang sama tahun 2024 berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

“Perkembangan tingkat penghunian kamar atau TPK dimana TPK Hotel klasifikasi bintang pada Juli 2025 mencapai 52,79% atau mengalami peningkatan secara bulanan sebesar 2,81% poin, namun mengalami penurunan secara tahunan sebesar 3,57% poin,” jelas Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam konferensi pers secara daring, Senin, 1 September 2025.

Penurunan terbesar tercatat di Provinsi Aceh, Kalimantan Timur, dan Kepulauan Riau masing-masing turun sebesar 15,54% poin; 11,41% poin; dan 10,33% poin. Di sisi lain, kenaikan tertinggi terjadi di Provinsi DKI Jakarta, Nusa Tenggara Barat, dan Sumatera Barat masing-masing naik sebesar 1,07% poin; 0,80% poin; dan 0,36% poin.

Berbeda dengan hotel bintang, TPK nonbintang pada Juli 2025 mencapai 26,60%. Sementara pada Juli 2025, TPK hotel nonbintang di Indonesia mengalami penurunan sebesar 1,42% poin dibandingkan dengan Juli 2024 (y-on-y).

TPK Hotel Bulan Juli 2025

Adapun pada Juli 2025, TPK hotel di Indonesia pada Juli 2025 mencapai 40,13%. Angka ini naik 1,68% poin dibandingkan bulan sebelumnya (m-to-m) tetapi turun 3,86% poin dibandingkan bulan Juli 2024 (y-on-y). TPK hotel dapat dibedakan menjadi TPK hotel bintang dan TPK hotel nonbintang. TPK bintang pada Juli 2025 mencapai 52,79%. Secara spasial, TPK hotel bintang tertinggi tercatat di Provinsi Bali, yaitu sebesar 67,75%.

Kemudian secara tahunan (y-on-y), TPK pada Juli 2025 mengalami penurunan sebesar 3,57% poin dibandingkan Juli 2024. Jika dibandingkan dengan Juni 2025 (m-to-m), TPK Juli 2025 mengalami peningkatan 2,81% poin.

Kunjungan Wisman Melonjak

Di sisi lain, jumlah kunjungan turis asing alias wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Juli 2025 mencapai 1,48 juta kunjungan. Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar 4,62% bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya (m-to-m) dan naik 13,01% dibandingkan bulan Juli 2024 (y-on-y). Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia sepanjang periode Januari–Juli 2025 sebesar 8,53 juta kunjungan. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 10,04% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (c-to-c).

“Secara kumulatif sepanjang Januari hingga Juli 2025 total kunjungan wisman mencapai 8,53 juta kunjungan atau meningkat 10,04% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu yaitu di 2024,” urai Pudji.

Jumlah kunjungan wisman cenderung menurun dari Januari hingga Maret 2025, kemudian kembali meningkat sejak April 2025. Pada Januari 2025, tercatat 1,16 juta kunjungan. Jumlah ini menurun menjadi 1,02 juta kunjungan pada Februari dan semakin turun menjadi 984,77 ribu kunjungan pada Maret. Pada April 2025, kunjungan wisman meningkat dari 1,16 juta kunjungan dan terus meningkat hingga Juli 2025 menjadi 1,48 juta kunjungan. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dua Tahun Bergulir, PUPR Akui Program BP2BT Gagal

    Dua Tahun Bergulir, PUPR Akui Program BP2BT Gagal

    • calendar_month Kamis, 28 Jan 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Setelah dua tahun bergulir, program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) ternyata kurang diminati masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dari total alokasi anggaran yang bersumber dari pinjaman World Bank senilai USD 205 juta atau setara Rp 2,7 triliun, dalam dua tahun terakhir hanya tersalurkan USD 18,1 juta atau setara Rp 238,4 miliar (6.534 unit […]

  • Bimtek helpdesk perizinan

    Bimtek Helpdesk Perizinan DPP REI Ciptakan Pengembang Mandiri

    • calendar_month Kamis, 2 Feb 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI) menyelengarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Helpdesk Perizinan yang diharapkan akan menciptakan pengembang mandiri dalam mengurus perizinan. “Dengan adanya bimtek ini itu adalah men-training supaya anggota atau sekretariat bisa mandiri, bisa mengurus perizinan secara mandiri,” kata Wakil Ketua Umum Koordinator REI Bidang Perizinan MT Junaedy ketika […]

  • Ini Pelepas Dahaga Harga Rumah Subsidi Belum Naik

    Ini Pelepas Dahaga Harga Rumah Subsidi Belum Naik

    • calendar_month Selasa, 23 Mei 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menawarkan beragam komponen bantuan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) bagi pengembang perumahan bersubsidi. Ini menjadi pelepas dahaga seiring belum terbitnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) tentang harga baru rumah subsidi. “Bantuan PSU ini  juga menjadi ‘pelepas dahaga’ bagi pengembang rumah subsidi karena tiga tahun harga rumah tidak mengalami […]

  • pembatalan UU Tapera

    Prahara Putusan MK Soal Pembatalan UU Tapera

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemangku kepentingan sektor perumahan khawatir munculnya prahara ekosistem pembiayaan perumahan seiring pembatalan UU Tapera yang diputuskan hakim Mahkamah Konstitusi (MK). “Putusan MK itu bisa menjadi prahara. Bagi pekerja mandiri dan pekerja informal, putusan MK itu merupakan angin segar karena ada delay pelaksanaan tapera. Tapi putusan itu juga mengancam ekosistem pembiayaan perumahan karena ketiadaan […]

  • Ilustrasi Perumahan Citaville Parung Panjang Bogor

    Lamudi dan Greenwood Kolaborasi Pasarkan Citaville

    • calendar_month Jumat, 26 Nov 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Lamudi.co.id menjalin kerjasama dengan pengembang properti Greenwoods untuk mengakomodasi tingginya minat para pencari properti akan hunian harga terjangkau di wilayah Bogor. Sejak 2019, Lamudi.co.id telah membantu Citaville Parung Panjang, Bogor dan menghasilkan Rp53,7 M selama kolaborasi. “Kami melihat potensi yang besar dari Bogor yang secara konsisten menempati peringkat pertama area paling dicari di […]

  • rumah tapak

    Hasil Riset: Rumah Tapak Masih Diminati

    • calendar_month Kamis, 2 Feb 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Hasil riset lembaga konsultan properti JLL Indonesia memperlihatkan bahwa rumah tapak masih menjadi sektor properti yang diminati khususnya oleh end user. “Kondisi pasar semakin kompetitif dengan diluncurkannya beberapa kawasan kota mandiri baru, seperti di area Tangerang dan Bekasi,” kata Head of Advisory JLL Indonesia pada Media Briefing 4Q 2022 secara virtual, Rabu, 1 […]

Translate »
expand_less