Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Infrastruktur Tol Pacu Penjualan Widari Village

Infrastruktur Tol Pacu Penjualan Widari Village

  • calendar_month Senin, 16 Jun 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TANGERANG – Pembangunan infrastruktur jalan tol yang melintasi Kabupaten Tangerang, Banten memberikan dampak positif bagi industri properti. Salah satu proyek perumahan yang terdampak positif adalah Widari Village yang dikembangkan Wida Agung Group.

William Widjaja, Direktur Utama Wida Agung Group mengatakan pembangunan tol JORR II yang fokus di bagian barat Jakarta, tepatnya di ruas Serpong – Balaraja dan dibukanya pintu tol Legok telah memberikan efek positif bagi perumahan yang mereka kembangkan.

“Widari Village berada di Kecamatan Legok, setelah beroperasi pintu tol Legok pada akhir tahun lalu  membuat aksesibilitas semakin cepat dan mudah,” jelas William pada peresmian marketing gallery dan club house Widari Village di Tangerang, Senin (16/6).

Ruas tol Serpong – Balaraja yang terkoneksi dengan tol Serpong – Ulujami dan JORR I secara langsung mempermudah akses warga perumahan menuju berbagai wilayah di Jabodetabek. Selain itu, dari Widari Village menuju stasiun commuterline Parung Panjang hanya memakan waktu 10 menit.

Menurut William, pembangunan infrastruktur jalan tol dan akses transportasi umum selalu menjadi katalisator bagi peningkatan nilai properti di sekitarnya. Legok, dengan adanya akses tol diprediksi akan mengalami kenaikan harga properti yang signifikan.

Anton Sugianta, Direktur Wida Agung Group memperkirakan kenaikan harga rumah di Legok cukup signifikan. Anton mencontohkan, saat pertama kali memasarkan Widari Village pada 2021, harga rumah yang ditawarkan Rp400 jutaan, sekarang tipe yang sama harganya sudah Rp600 jutaan.

Sehingga, ungkapnya, konsumen yang membeli unit rumah Widari Village pada awal dipasarkan sudah diuntungkan, karena kenaikan harganya melonjak hingga 30%. Dengan berkembangnya infrastruktur di kawasan Legok, membuat peluang kenaikan nilai investasi akan terus berlanjut.

“Tentu diuntungkan, sehingga menjadi pilihan investasi yang sangat menarik karena harganya terjangkau,” jelas Anton.

Dia menambahkan, harga properti di pusat kota atau area yang sudah berkembang pesat semakin tinggi, banyak pembeli terutama milenial maupun end user mencari hunian di pinggir kota yang masih terjangkau seperti Widari Village.

Kawasan perumahan ini juga sangat dekat dengan fasilitas di kawasan yang telah berkembang pesat seperti BSD City, Gading Serpong. Sementara fasilitas yang ada di dalam kawasan diantaranya ada club house, area komersial dan ke depannya akan ada pasar modern Widari Plaza yang akan mengakomodir kebutuhan harian penghuni perumahan.

Proyek Baru

Di kesempatan yang sama, Rita Megawati Project Consultant dari Property Lounge menyatakan bahwa perkembangan Legok dalam beberapa tahun terakhir memberikan warna baru bagi industri properti di Tangerang Raya. Dia mencontohkan, sebelumnya dari kawasan BSD atau Gading Serpong untuk menuju ke Widari Village membutuhkan waktu hingga 40 menit.

“Sekarang hanya butuh Waktu 15 menit, karena infrastruktur sudah bagus, dan juga ada akses tol Serpong-Tangerang,” jelasnya.

Menurut Rita, permintaan unit rumah di kawasan Legok terus bertumbuh dan untuk itu Widari Village telah mempersiapkan pengembangan lahan hingga 25 hektar. Pengembangan proyek ini lokasinya menyatu dengan Widari Village.

“Sebuah mega cluster bernama Widari Residence akan kami luncurkan pada Agustus tahun ini, dimana pada tahap awal akan dipasarkan sebanyak 500 unit rumah,” jelas Rita.

Menurutnya, pengembangan Widari Residence didasarkan dari banyaknya calon pembeli Widari Village yang berminat tinggal di kawasan itu, namun harganya tidak sesuai dengan keterjangkauan mereka.

“Karena itu, kami hadirkan tipe-tipe yang lebih kecil seperti 4×10 m2 dan 5×10 m2 dengan harga mulai dari Rp400 jutaan untuk memenuhi kebutuhan pasar agar terjangkau, dengan cicilan perbulan hanya Rp2 jutaan,” jelas Rita yang menegaskan bahwa pihaknya telah bekerjasama dengan sejumlah perbankan baik BUMN maupun swasta untuk menyiapkan kredit pemilikan rumah (KPR).

Sementara di Widari Village saat ini masih tersedia unit rumah ready stock sebanyak 40-an unit rumah dari berbagai tipe, mulai dari 5 x12, 6 x12, 7 x12 yang bisa dibeli konsumen dengan memanfaatkan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah. (MRI)

 

  • Penulis: Muhammad Rinaldi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jokowi Sebut KKPR dan PBG Hambat Investasi di Daerah

    Jokowi Sebut KKPR dan PBG Hambat Investasi di Daerah

    • calendar_month Selasa, 17 Jan 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan saat ini terdapat dua persoalan besar investasi di daerah. Yaitu terkait tata ruang atau Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR), serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). “Tata ruang menjadi problem besar investasi di Indonesia. Kalau sekarang namanya KKPR. Saya minta di sini ada Ketua DPRD agar dengan Pemda segera menyelesaikan […]

  • Gaungkan Beli Properti Sekarang, REI DIY Gelar Amazing Property Expo 2022

    Gaungkan Beli Properti Sekarang, REI DIY Gelar Amazing Property Expo 2022

    • calendar_month Kamis, 22 Des 2022
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA – Dewan Pengurus Daerah Realestat Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DPD REI DIY) didukung PT Mavindo Pratama kembali menggelar Amazing Property Expo 2022 di Atrium Plaza Ambarrukmo dari 20-25 Desember 2022. Pameran yang diadakan rutin sejak 2012 itu, pada tahun ini diikuti 30 stand pengembang, 5 bank dan 2 produk pendukung properti. Proyek properti yang […]

  • LMAN Alokasikan Rp 29 Triliun untuk Pengadaan Lahan Proyek Infrastruktur

    LMAN Alokasikan Rp 29 Triliun untuk Pengadaan Lahan Proyek Infrastruktur

    • calendar_month Kamis, 3 Mar 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Problem pengadaan lahan menjadi tantangan yang kerap muncul dalam pembangunan infrastruktur. Sepanjang tahun 2016 hingga 2021 lalu, Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) melalui pendanaan APBN telah mengalokasikan Rp 105,63 triliun untuk pengadaan lahan proyek infrastruktur. Sedangkan untuk tahun 2022, LMAN menganggarkan Rp 28,84 triliun guna pembiayaan pengadaan lahan infrastruktur. “Pengadaan tanah dari APBN melalui […]

  • Ketua Umum REI

    REI Dorong Kementerian Benahi Regulasi Perizinan Perumahan

    • calendar_month Sabtu, 26 Okt 2024
    • 0Komentar

    JAKARTA – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) menyambut baik kehadiran Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman pada Kabinet Merah-Putih yang diumumkan Presiden Prabowo Subianto pada Selasa (21/10) lalu. Hal itu menandai adanya perhatian yang positif dari pemerintah terhadap sektor perumahan. Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto mengatakan kehadiran kementerian yang mengurusi sektor perumahan merupakan bentuk keseriusan […]

  • Bangun Jembatan Batam-Bintan, PUPR Tawarkan Skema KPBU

    Bangun Jembatan Batam-Bintan, PUPR Tawarkan Skema KPBU

    • calendar_month Minggu, 25 Apr 2021
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendorong inovasi pembiayaan untuk pembangunan Jembatan Batam-Bintan melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Alternatif pembiayaan infrastruktur tersebut diharapkan menjadi sarana terbaik untuk mewujudkan pembangunan suatu wilayah atau daerah dengan tanpa membebani anggaran negara. Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan pembiayaan pembangunan infastruktur dengan skema KPBU […]

  • Pemerintah Godok RUU Penilaian Tanah

    Pemerintah Godok RUU Penilaian Tanah

    • calendar_month Rabu, 29 Des 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah sedang menyusun Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Penilaian Tanah. Hal itu sebagai upaya menciptakan keseragaman standardisasi harga tanah di seluruh wilayah di Indonesia. “Kalau ada UU itu akan bagus sekali sehingga seluruh tanah di Indonesia ada harga yang standar.  Kemudian tiap tahun kita nilai. Dengan begitu, profesi appraisal akan luar biasa memberikan manfaat,” tutur […]

Translate »
expand_less