Wapres Akui Banyak Kendala Program Rumah MBR 

0
322
Wapres Ma'ruf Amin membuka Munas ke VI APERSI secara Virtua (Foto: Biro Pers Wapres)

Jakarta – Pemerintah mengakui masih banyak problem di sektor perumahan, utamanya menghadapi tekanan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Untuk itu, pemerintah terbuka menerima masukan dari berbagai pihak dalam upaya penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Akibat pandemi Covid-19, Program Satu Juta Rumah tidak tercapai, yakni hanya 965.217 unit dimana 80 persen disalurkan untuk MBR. “Capaian itu cukup bagus karena ditengah kondisi perekonomian yang sulit, dapat terealisasi sekitar 96,5 persen dari target yang ditetapkan,” kata Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) VI Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) yang disampaikan secara virtual, Selasa, 9 Februari 2021.

Wapres menyebut realisasi Program Satu Juta Rumah sepanjang tahun 2018 dan 2019 telah melampaui sejuta unit dengan rata-rata penyalurannya mencapai 70 persen.

Bahkan jika dilihat dari target penyalurannya bagi MBR, kata Wapres, capaian Program Satu Juta Rumah untuk MBR pada tahun 2020 melampaui target, yaitu 80 persen dari target 70 persen yang ditetapkan.

Ma’ruf juga mengingatkan masih tingginya angka backlog atau kebutuhan dibandingkan dengan ketersediaan pasokan rumah di Indonesia.

“Seiring dengan pertumbuhan penduduk yang terus meningkat, kebutuhan rumah juga terus bertambah. Saat ini diperkirakan kebutuhan rumah berdasarkan kepemilikan sebesar 11,4 juta unit,” ujarnya.

Menurut Wapres, upaya mengatasi backlog menjadi tantangan bagi semua pihak. “Pemerintah telah melakukan berbagai upaya di antaranya dengan memberikan bantuan pembiayaan kepemilikan rumah, reformasi perizinan, dan insentif fiskal,” paparnya. (BRN)

Baca juga :  HUT ke-71, Bank BTN Kian Matang di Pasar KPR Subsidi
EnglishIndonesian