4 Jenis Lantai yang Bikin Rumah Jadi Lebih Bernilai
- calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
- print Cetak

Ilustrasi lantai kayu. (Foto: Magnific)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Dua elemen yang umumnya menjadi perhatian calon pembeli rumah adalah dinding dan lantai. Untuk lantai, elemen ini merupakan bidang yang mendominasi hampir seluruh ruangan dan memiliki peran besar dalam membentuk kesan pertama sebuah hunian. Selain memperkuat nilai estetika, pemilihan material yang tepat juga menjadi indikator kualitas bangunan, ketahanan, serta perawatan rumah, yang pada akhirnya dapat meningkatkan nilai jual properti.
Lantas, jenis lantai apa saja yang dapat meningkatkan nilai sebuah rumah? Simak ulasan lengkapnya berikut in dikutip Real Simple.
1. Lantai Kayu Solid (Hardwood)
Jenis lantai ini menjadi peringkat paling atas untuk meningkatkan nilai jual rumah. Keistimewaannya terletak pada daya tahan dan tampilan yang tak lekang oleh waktu. Banyak pencari rumah cenderung memilih material alami ketimbang sintetis dan menilai lantai kayu solid sebagai standar tinggi untuk penampilan dan kualitas.
Dari sisi warna, sebaiknya memilih warna-warna hangat yang dapat menciptakan suasanya nyaman, sekaligus tetap terlihat indah yang bisa diaplikasikan di ruang keluarga, ruang makan, dan area dengan aktivitas tinggi. Namun, sebaiknya hindari dipakai pada ruangan dengan tingkat kelembapan tinggi. Sayangnya, jenis ubin ini dinilai memiliki harga yang tinggi.
2. Lantai Kayu Rekayasa (Engineered Hardwood)
Jika dirasa terlampau over budget, pilihan berikutnya bisa memakai lantai kayu rekayasa (engineered hardwood). Lantai ini terbuat dari lapisan atas kayu asli yang dipadu dengan lapisan bawah dari kayu lapis atau HDF.
Jika dibandingkan dengan solid hardwood, engineered hardwood lebih tahan terhadap kelembapan dan perubahan suhu sehingga cocok untuk rumah yang ada di daerah dengan beberapa perubahan iklim. Sayangnya, engineered hardwood memiliki daya tahan yang lebih rendah dibandingkan dengan solid hardwood.
3. Lantai Vinyl Bergelombang (Luxury Vinyl Plank/LVP)
Berbahan utama vinyl, alas rumah ini menjadi popular digunakan dalam beberapa tahun terakhir karena memiliki beberapa kelebihan, seperti harga yang lebih murah, daya tahan dan tampilan mirip dengan ubin kayu natural.
LVP motif kayu bernuansa terang adalah pilihan yang tepat, apalagi ditambah dengan tekstur menyerupai kayu alami. Hasilnya, ruangan akan tampil elegan dan natural, sekaligus meningkatkan daya tarik hunian di mata calon pembeli.
4. Lantai Keramik
Untuk area rumah yang rentan lembap, seperti kamar mandi, ubin keramik masih menjadi salah satu pilihan investasi terbaik. Selain tahan terhadap air, material ini juga dikenal awet dan mudah dirawat, sehingga tetap menjadi favorit banyak pemilik rumah. Ditambah lagi, pilihan harga yang beragam memudahkan untuk mengatur anggaran yang dikeluarkan sesuai kebutuhan.
Satu hal yang harus diperhatikan saat memasangnya adalah keseimbangan antara estetika dan fungsi. Sentuhan baru pada desain klasih, misalnya memasang keramik subway (subway tile) secara vertikal akan meciptakan ruangan terlihat lebih segar dan modern.
Tak hanya cocok untuk kamar mandi, ubin keramik juga menjadi investasi yang menarik untuk area lain di dalam rumah, seperti dapur maupun pintu masuk (entryway). Meski demikian, biaya pemasangan perlu menjadi perhatian. Keramik termasuk material yang membutuhkan proses pemasangan cukup rumit dan memakan banyak tenaga kerja, sehingga ongkos instalasinya relatif lebih tinggi dibandingkan jenis ubin lainnya. (SAN)
Penulis Sandiyu Nuryono
Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz
