Pertumbuhan Industri Beauty & Wellness Topang Perekonomian
- calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
- print Cetak

Dokter aesthetic Silvia Kartika (tengah), Wahyu Rizal Manager Marketing Sales Seraphim Medical Center (kanan), serta drg. R.A. Syanti W. Astuty dari Bethsaida Hospital (kiri), pada Talkshow "Shine n Smile" (Foto: Oki Baren)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Industri beauty & wellness di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir berkembang pesat karena adanya pertumbuhan kebutuhan serta naiknya daya beli masyarakat. Seiring peningkatan kebutuhan pasar tersebut, Seraphim Medical Center hadir sebagai penyedia layanan kesehatan premium holistik berbasis functional medicine.
“Perawatan kulit harus dilakukan sejak dini secara mandiri. Namun penanganan kulit bermasalah harus ditangani oleh dokter spesialis agar hasilnya bisa lebih baik,” ungkap Dokter Aesthetic Seraphim Medical Center, dr. Silvia Kartika, dalam talkshow bertajuk “Estetika dan Kesehatan Gigi” pada rangkaian kegiatan “Shine n Smile Glow Fest” yang diselenggarakan 10Xhibition, di Tangerang Selatan, Sabtu, 4 April 2026.
Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, konsumsi masyarakat pada kategori jasa perawatan diri, fesyen, dan alas kaki menyumbang pertumbuhan ekonomi cukup signifikan pada kuartal III-2025. Sepanjang kuartal II-2025, sektor ini mengalami kenaikan 2,91%, dan tumbuh menjadi 4,21% pada kuartal III-2025. Tren pertumbuhan ini menunjukkan tingginya minat dan daya beli masyarakat terhadap perawatan diri.
Industri kosmetik nasional juga mencatatkan kinerja positif. Sepanjang tahun 2025, pasar kosmetik Tanah Air mencatatkan pendapatan sebesar Rp35,6 triliun dan diprediksi bertumbuh sebesar 4,73% per tahun. Segmen personal care, skincare, dan makeup menjadi penyumbang dominan seiring meningkatnya kebutuhan perawatan diri dan kesadaran konsumen terhadap kualitas produk.
Perawatan Estetik Gigi
Di sisi lain, Spesialis Periodontis Bethsaida Hospital, dr. RA Syanti W Astuty menyatakan, perawatan estetik gigi menjadi salah satu kasus yang paling sering ditangani. “Saat ini perawatan estetik menempati urutan tiga teratas kasus yang paling sering ditangani, tentunya selain kasus gigi berlubang dan gigi bungsu,” kata Syanti.
Menurut Syanti, pasien kini lebih selektif dalam menjalani perawatan. Prosedur estetik tidak hanya bertujuan merapikan tampilan gigi, tetapi juga memperhatikan tampilan wajah agar terlihat lebih natural.
Bethsaida Hospital memiliki fasilitas Bethsaida Hospital Dental Center (BHDC) yang menyediakan perawatan gigi secara holistik oleh dokter spesialis, termasuk pemasangan implan sebagai salah satu prosedur estetik. Bethsaida Hospital dan Seraphim Medical Center merupakan anak usaha PT Paramount Enterprise International (Paramount Group), pengembang properti skala kota mandiri di wilayah Serpong.
Silvia menambahkan, sebelum melakukan perbaikan bentuk wajah, pasien perlu menjalani pemasangan implan gigi untuk menyesuaikan bentuk rahang dengan wajah. “Merawat wajah memang harus mempertimbangkan pula kondisi rahang yang dipengaruhi kesehatan gigi dan mulut. Untuk pasien dengan kondisi gigi dan mulut yang perlu perawatan estetik, harus ditangani dulu oleh dokter gigi dengan spesialisasi tertentu,” kata Silvia.
Ia juga menekankan pentingnya perawatan rutin dengan bantuan profesional untuk mendapatkan hasil jangka panjang. “Minimal perawatan wajah yang perlu dilakukan adalah facial setiap bulan. Selain perawatan wajah di pusat perawatan kecantikan, gaya hidup sehat harus diperhatikan agar hasilnya lebih baik,” tutur Silvia.
Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), sebanyak 56,9% penduduk Indonesia pada 2023 mengalami masalah gigi dan mulut, namun hanya 11,2% yang mencari pengobatan. Prosedur perawatan estetika gigi secara menyeluruh dapat membantu perawatan wajah untuk mengembalikan tampilan alami.
Beauty & Wellness Exhibition
Penyelenggara event Shine n Smile dari 10Xhibition, Oki Baren mengatakan, kegiatan ekshibisi ini berlangsung di West Atrium Living World Alam Sutera, mulai Selasa, 31 Maret 2026 hingga Minggu, 5 April 2026.”Ekshibisi ini mengangkat tema beauty and wellness yang diikuti prinsipal klinik kecantikan, dental clinic, penyedia jasa layanan perbankan dan industri asuransi. Pengunjung bisa berinteraksi dengan Bethsaida Hospital, Seraphim Medical Center, Esme Aesthetic Center, Ella Skin Clinic, Happy Dental Clinic, Be Well Cafe, Bank Jakarta, DBS Bank, Takaful, Manulife, Olylife, dan Madu Uray,” tutur Oki.

Suasana pengunjung pameran beauty & wellness, “Shine n Smile” yang diselenggarakan 10Xhibition di Living World Alam Sutera, Selasa s/d Minggu, 31 Maret s/d 5 April 2026 (Foto: Oki Baren)
Pengunjung ekshibisi beauty & wellness ini menikmati beragam promo serta penawaran menarik seperti diskon perawatan wajah, diskon produk skincare dan pemeriksaan gigi secara gratis. Bethsaida Hospital memberikan promo beragam perawatan dan pemeriksaan kesehatan. “Datang dan jangan lewatkan beragam tawaran menarik dari seluruh tenant yang ada. Pengunjung juga bisa melakukan konsultasi perawatan gigi dan kecantikan dengan dokter ahli,” ucapnya.
Terdapat sejumlah rangkaian acara menarik yang diadakan selama pameran. Mulai dari talkshow, sharing session tentang kesehatan dan treatment wajah Di hari terakhir, Minggu, 5 April 2026, panggung ekshibisi juga diramaikan dengan demo memasak menu sehat ala Chef Esach yang didukung Madu Uray. “Sehat itu berawal dari dapur. Kampanyekan selalu gerakan hidup sehat dengan mengkonsumsi menu sehat. Lebih ideal lagi menu sehat yang kita olah di dapur sendiri,” kata finalis MasterChef Season 2 tersebut. (BRN)
Penulis Oki Baren
Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren
