Pakai Schneider, Rumah Kristo Immanuel Sang Sutradara Muda Makin Nyaman
- calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
- print Cetak

Sutradara muda dan berbakat, Kristo Immanuel. (Foto: Instagram @kristo.immanuel)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Gen Z dan milenial memandang rumah tak lagi sekadar bangunan yang nyaman untuk ditinggali dengan ukuran yang besar. “Zillenial” – istilah baru untuk menyebut dua generasi itu – yang disematkan oleh Film Director dan Lifestyle Influencer Kristo Immanuel menilai, fungsi rumah kini telah bertransformasi menjadi ruang personal personal yang mencerminkan karakter sekaligus gaya hidup pemiliknya.
“Jadi kerennya itu sekarang kaum Zillenial itu banyak yang beli rumah. Ukuran rumahnya gak besar, tapi desainnya cakep-cakep banget. Ada yang mid-century modern, ada yang industrial. Terus ada yang warna-warni banget, maksimalis dan segala macam,” tutur Kristo dalam Talk Show di Peluncuran Produk Vivace E di Jakarta, baru-baru ini.
Kristo melanjutkan, referensi melahirkan rumah modern yang nyaman semakin mudah ditemukan dengan kehadiran media sosial, seperti Pinterest dan Instagram. Kesadaran anak muda terhadap desain interior pun semakin meningkat.
Sebagai bagian dari kaum Zillenial, dia menciptakan studio yang mencerminkan karakter dirinya. Layaknya hidden room, studio pribadinya sengaja dibuat tersembunyi di balik lemari yang tampak seperti tempat penyimpanan buku. Namun ketika pintu lemari dibuka, di dalamnya terdapat ruangan yang didesain dengan nuansa hitam matte agar terasa lebih intim dan menyerupai studio profesional.
“Pas masuk ke dalam, ruangannya itu hitam. Jadi tempatnya itu semuanya juga rasanya kayak improper studio,” terangnya.
Detail Kecil Bikin Kristo Immanuel Nyaman
Perhatian terhadap detail-detail kecil yang sebelumnya dianggap sepele juga dipercaya mampu melahirkan rumah yang super nyaman. Mulai dari pencahayaan, warna dinding, hingga perangkat kelistrikan seperti sakelar dan stopkontak.
Sejatinya, sakelar telah menjadi salah satu pertimbangan utama dikala memilih perangkat rumah tangga. Tak lagi sekadar alat listrik, sakelar menjelma menjadi bagian dari estetika interior. Meski demikian, Kristo menegaskan bahwa desain saja tidak cukup. Faktor lain yang menjadi prioritasnya adalah keamanan tetap menjadi, terutama di rumah yang dipenuhi perangkat elektronik.
Salah satu detail kecil yang diaplikasikan Kristo di “istana kecilnya” yang berlokasi di kawasan Tangerang Selatan adalah pemakaian produk teranyar dari Schneider Electric, yakni sakelar Vivace E karena desainnya mampu menyatu dengan interior rumah modern. Ditambah lagi, tampilan frameless dengan finishing matte membuat sakelar terlihat lebih elegan dan tidak “mengganggu” tampilan ruangan dan tampak menyatu dengan dinding.

Vivace E
Vivace E dikembangkan sebagai lini perangkat kelistrikan yang menggabungkan fungsi, estetika, dan perlindungan kelistrikan dalam satu kesatuan yang terintegrasi. Dengan desain yang slim, dan panel tanpa bingkai (frameless), Vivace E dirancang untuk menyatu secara visual dengan berbagai konsep interior, dengan empat pilihan warna seperti White, Black, Wine Gold, dan Light Grey yang memungkinkan fleksibilitas dalam menyesuaikan karakter ruang.
Pentingnya Keamanan Perangkat Listrik
Banyak orang yang mengabaikan faktor penting tersebut. Padahal, untuk mengurangi risiko korsleting maupun kerusakan perangkat elektronik, pemakaian sakelar dan stopkontak berkualitas menjadi hal yang penting. Ditambah lagi, kalangan zillenial kerap menggunakan beragam gadget, seperti smartphone dan laptop sehingga kualitas instalasi listrik menjadi semakin penting.
Kristo menambahkan, kemudahan penggunaan juga menjadi faktor yang diperhatikan. Dirinya menyukai desain sakelar yang praktis sekaligus nyaman digunakan sehari-hari. Bahkan, pengalaman sederhana seperti suara klik sakelar yang halus bisa memberikan kepuasan tersendiri.
Sorotan lainnya adalah mengenai anggaran renovasi rumah yang umumnya menghabiskan biaya besar untuk furnitur atau dekorasi utama. Hal ini menyebabkan produk pelengkap, seperti sakelar, yang berkualitas namun dengan harga terjangkau menjadi pertimbangan penting.
“Harganya juga affordable. Tapi itu penting banget, karena misalnya kita udah habis buat sofa, buat mesin. Jadi kalau cari produk kayak yang kecil-kecil gitu, kalau bisa yang affordable,” pungkasnya. (SAN)
Penulis Sandiyu Nuryono
Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

