Rahasia Bikin Rumah Lebih Tenang dan Nyaman
- calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
- print Cetak

Ilustrasi. (Foto: Freepik)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Tak sedikit ditemui kondisi rumah tampak seperti “kapal pecah” setiap harinya. Entah itu karena perabotan yang berserakan maupun penempatan furnitur dan barang-barang lainnya yang sembarangan. Untuk itu, penting untuk membuat rumah yang bersih dan rapi sehingga menghadirkan ketenangan bagi penghuninya.
Idealnya, saat membuka pintu rumah dan melangkah masuk ke dalam selepas aktivitas padat dapat langsung terasa kedamaian yang menenangkan. Namun tanpa penataan interior yang tepat, yang terjadi justru bisa sebaliknya. Jika rumah dipenuhi barang berserakan dan gangguan visual, kondisi tersebut kemungkinan besar memengaruhi suasana hati, baik disadari maupun tidak.
Beberapa langkah sederhana mengubah suasana rumah secara signifikan agar menghadirkan suasana damai bisa dimulai dari pemilihan warna cat yang menenangkan. Kemudian, langkah lain yang bisa dilakukan adalah memakai bentuk furnitur yang lembut, sudut duduk yang nyaman, hingga solusi penyimpanan yang rapi. Untuk lebih lengkapnya, simak ulasan lengkap bagaimana menciptakan rumah yang lebih tenang, nyaman, dan memulihkan energi dikutip Living Etc.
1. Memilih Palet Berwarna Lembut
Suasana rumah sangat dipengaruhi oleh pemakaian warna yang tepat. Salah satu cara yang tepat untuk menciptakan ruang yang terasa lebih tenang adalah skema warna netral. Contohnya warna-warna alami cenderung lebih lembut dan tidak mencolok sehingga mampu menciptakan lingkungan yang terasa damai, nyaman, dan menenangkan. Pilihan lainnya adalah dengan mengaplikasikan warna yang terinspirasi dari alam seperti biru dan hijau.
“Saya selalu memandang warna biru sebagai warna yang menenangkan dan damai, sehingga sangat cocok untuk membantu melepas penat di penghujung hari,” kata Desainer Interior Rebecca Hughes
Selain terasa menenangkan, warna ini juga memiliki kesan klasik yang tak lekang oleh waktu. Hal serupa berlaku untuk warna hijau dengan tone lembut. Warna sage yang lembut dapat menjadi latar yang indah sekaligus menghadirkan suasana santai dan elegan secara bersamaan. Warna tersebut juga mampu menciptakan hubungan yang lebih harmonis antara area dalam dan luar rumah. Inilah yang membuat hunian terasa semakin ramah dan mengundang.
2. Gunakan Furnitur Lengkung dan Garis yang Lembut
Furnitur atau dekorasi dengan sudut tajam dapat menciptakan suasana yang terasa keras dan kurang ramah di dalam rumah. Memilih furnitur dengan bentuk melengkung dan garis yang lebih mengalir dipercaya dapat menghadirkan ketenangan yang lebih kuat.
Menurut Desainer Interior Yvonne Harty dari Harty Interiors, banyak pemilik rumah lebih senang dengan bentuk membulat dibandingkan bentuk yang kaku karena memberikan kesan lebih rileks. Untuk itu, penggunaan kursi aksen melengkung, cermin berbentuk lengkungan, atau meja bundar dapat membuat ruangan terasa lebih hangat dan mengundang.
Bentuk lembut juga bisa diterapkan pada berbagai furnitur lain maupun elemen arsitektur ruangan. Contohnya, kap lampu berbentuk kubah, sandaran kursi melengkung, hingga meja samping dengan bentuk bergelombang dapat menghadirkan siluet yang lebih lembut dan membantu menciptakan ruang keluarga yang lebih nyaman.
3. Hadirkan Aroma yang Menenangkan
Jangan sekali-kali mengabaikan penggunaan wewangian jika ingin menciptakan rumah yang lebih menenangkan. Pasalnya, suasana hati sangat dipengaruhi oleh aroma ruangan. Pendiri Drea Design Services, Andrea Thompson, mengatakan tidak ada yang lebih menyenangkan daripada disambut aroma yang harum begitu memasuki rumah. Hasilnya, stres yang menumpuk sepanjang hari dapat hilang dengan aroma rumah yang menenangkan.
Untuk mengadirkan aroma tersebut, salah satu caranya adalah dengan meletakkan diffuser di area pintu masuk sehingga aroma favorit langsung menyambut saat pintu dibuka. Selain itu, jangan lupakan sumber aroma alami dengan menempatkan buanga segar di dalam rumah.
Alternatif lainnya adalah menggunakan minyak esensial, simmer pot, atau tanaman herbal yang memiliki aroma alami. Beberapa aroma yang memberikan efek menenangkan, misalnya melati, lavender, dan kayu cendana termasuk aroma yang paling sering dikaitkan dengan efek menenangkan.
4. Tampilkan Kepribadian Penghuni Rumah
Rumah yang mencerminkan penghuninya membuat rumah terasa nyaman dan menenangkan. Banyak orang menganggap ketenangan identik dengan gaya minimalis. Padahal, tidak selalu demikian. Ruang paling nyaman adalah tempat yang membuat seseorang ingin berlama-lama di dalamnya.
Untuk menciptakan ruang tersebut, hindari menghilangkan berbagai elemen demi mengejar tampilan minimalis. Ruang yang paling menenangkan adalah ruang yang memiliki makna personal bagi penghuninya. Oleh sebab itu, definisi rumah yang menenangkan bisa berbeda bagi setiap orang. Mendesain rumah bukan sekadar soal estetika, melainkan tentang menangkap karakter orang yang tinggal di dalamnya dan menciptakan ruang yang terasa indah sekaligus personal.
5. Padukan Beragam Tekstur
Tak hanya berfungsi menambah variasi dan daya tarik visual dalam sebuah ruangan, tekstur membantu dalam hal menciptakan suasana yang lebih nyaman dan menenangkan. Materal yang efektif adalah yang lembut dan nyaman, seperti karpet berbulu, bantal beludru, maupun pelapis furnitur berbahan chenille.
Selain material kain, tekstur dinding bata dengan sentuhan limewash, karpet anyaman rumput laut, hingga kayu berlapis pernis juga dapat membantu menciptakan interior yang terasa lebih tenang. Disamping itu, kunci untuk menciptakan ruang yang menenangkan adalah menggabungkan berbagai tekstur dalam satu ruang.
Contohnya adalah memadukan linen, kayu alami, finishing plester, karpet wol, tirai anyaman kayu, rotan, dan berbagai elemen dekoratif bertekstur untuk menghadirkan daya tarik visual yang lebih halus. Cara ini juga efektif memberikan kehangatan, terutama ketika ruangan menggunakan palet warna netral.
6. Gunakan Pencahayaan yang Lebih Lembut
Cahaya yang terlalu terang justru memberikan kesan jauh dari tenang dan rileks. Pemakaian lampu berwarna kuning lembut atau amber untuk ruangan yang paling sering digunakan karena mampu memberikan suasana damai. Ditambah lagi dapat menjadi transisi yang nyaman dari aktivitas siang hari menuju waktu istirahat.
Apabila ruangan tidak memiliki cukup cahaya alami, maka pencahayaan suasana atau mood lighting menjadi pilihan terbaik. Selain itu, gunakan beberapa sumber cahaya sekaligus seperti lampu meja, lampu lantai, dan lampu dinding yang tersebar di berbagai sudut ruangan untuk menciptakan suasana yang nyaman. Sebaliknya, hindari terlalu mengandalkan satu lampu utama yang sangat terang. (SAN)
Penulis Sandiyu Nuryono
Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz
