Rumah Terasa Panas, Ini Dia 7 Penyebabnya
- calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
- print Cetak

Ilustrasi (Foto: Freepik)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Memasuki musim kemarau, hawa panas dapat masuk ke rumah dari berbagai sisi hingga membuat kondisi tak nyaman. Hawa panas ini juga dapat merusak berbagai perabotan, furnitur hingga alat elektornik. Untuk mendinginkannya, banyak yang melakukan berbagai upaya, namun sering tak membuahkan hasil optimal.
Umumnya, suhu ruangan dalam rumah bisa diturunkan dengan perangkat air conditioner (AC). Sayangnya, pemakaian AC justru meningkatkan risiko konsumsi energi dan biaya listrik dalam jangka panjang. Demi penghematan, beberapa langkah alternatif sering dilakukan yang justru membuat rumah lebih panas. Untuk itu, hindari 7 kesalahan berikut yang membuat rumah menjadi lebih panas dikutip Woman and Home.
1. Membuka Semua Jendela Rumah
Membuka seluruh jendela rumah saat cuaca panas belum tentu membuat ruangan lebih sejuk. Jika suhu di luar lebih tinggi dibandingkan di dalam rumah, kebiasaan ini justru dapat membuat panas masuk ke dalam hunian. Solusinya adalah menutup jendela saat siang hari ketika suhu sedang tinggi. Jendela sebaiknya dibuka pada sore atau malam hari saat udara luar mulai lebih sejuk.
2. Mengandalkan Kipas untuk Menurunkan Suhu Ruangan
Kipas angin memang dapat memberikan sensasi sejuk, tetapi tidak benar-benar menurunkan suhu ruangan. Jika ruangan telah panas dan minim sirkulasi udara, kipas justru hanya mengedarkan udara panas sehingga penghuni tetap merasa gerah. Agar lebih efektif, kipas sebaiknya digunakan bersamaan dengan ventilasi yang baik, misalnya diletakkan di dekat jendela yang dibuka pada malam hari saat udara luar mulai lebih sejuk.
3. Tidak Memaksimalkan Fungsi Dehumidifier
Dehumidifier tidak hanya bermanfaat ketika musim hujan atau cuaca dingin, tetapi juga efektif digunakan saat cuaca panas. Pasalnya, tingkat kelembapan yang tinggi dapat membuat udara terasa lebih gerah meski suhu ruangan tidak terlalu tinggi. Selain faktor kelembapan, aktivitas sehari-hari seperti memasak, menggunakan oven, menyalakan mesin pencuci piring, atau mesin pengering pakaian juga dapat meningkatkan panas di dalam rumah.
4. Menaruh Kipas di Depan Jendela yang Terbuka
Meletakkan kipas angin di depan jendela terbuka memang dapat membantu mengalirkan udara segar, tetapi cara ini lebih efektif dilakukan pada malam hari. Jika diterapkan saat siang hari ketika udara luar sedang panas, kipas justru dapat mengedarkan udara panas ke dalam rumah. Patut diperhatikan pula untuk membersihkan kipas secara rutin dinilai lebih efektif karena dapat meningkatkan kinerjanya dalam memberikan rasa sejuk.
5. Membiarkan Tirai Tetap Terbuka
Tirai yang selalu terbuka sepanjang hari dapat meningkatkan suhu di dalam rumah, terutama pada jendela yang terkena sinar matahari langsung. Untuk itu, menutup tirai sejak siang hari dinilai lebih efektif untuk mencegah panas masuk ke dalam ruangan. Bahkan, tirai disebut lebih mampu menghalangi panas dibandingkan blind atau krey. Sementara itu, penggunaan kasur berpendingin atau pelindung kasur berbahan alami dapat membantu menjaga kenyamanan saat tidur di malam hari.
6. Lupa Mematikan Sistem Pemanas
Beberapa rumah di daerah yang bersuhu dingin sering kali memasang sistem pemanas. Meski terdengar sepele, banyak orang lupa mematikan sistem pemanas saat cuaca mulai panas. Padahal, gangguan pada sistem dapat membuat radiator tetap menyala tanpa disadari sehingga rumah menjadi lebih panas dan boros energi. Untuk mencegah hal tersebut, termostat sebaiknya dimatikan atau diatur pada suhu rendah agar sistem pemanas tidak aktif secara otomatis.
7. Menghasilkan Sumber Panas dari Dalam Rumah
Upaya mendinginkan rumah akan sia-sia jika penghuni tetap menghasilkan panas berlebih di dalam ruangan. Penggunaan kompor, oven, mesin pengering pakaian, dan peralatan berdaya tinggi lainnya dapat meningkatkan suhu secara signifikan. Sebagai alternatif, gunakan peralatan yang lebih hemat energi dan menghasilkan panas lebih sedikit, seperti air fryer sebagai pengganti oven atau memasak di luar kediaman menggunakan alat pemanggang. (SAN)
Penulis Sandiyu Nuryono
Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz
