Breaking News
light_mode
Beranda » Ragam » Tren Interior Bergeser, 5 Warna Lantai Dapur Ini Mulai Dihindari

Tren Interior Bergeser, 5 Warna Lantai Dapur Ini Mulai Dihindari

  • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi seluruh tampilan dapur adalah bagian lantainya. Pemasangan lantai dapur yang kurang tepat di awal pembangunan akan sulit untuk melakukan perubahan dalam waktu singkat sehingga memilih desain yang tahan lama dan tidak mudah ketinggalan zaman menjadi hal penting.

Dibandingkan elemen interior lainnya, tren lantai dapur bergerak lebih lambat. Namun, para desainer menilai tetap ada beberapa gaya lantai yang sebaiknya mulai dihindari pada 2026 agar tampilan dapur tidak terasa usang. Berikut beberapa gaya lantai dapur yang mulai ditinggalkan desainer pada 2026 beserta alternatif yang lebih tak lekang oleh waktu dikutip Living Etc.

1. Lantai Dapur Bernuansa Sejuk

Pada era 2000-an hingga 2010-an, interior bernuansa abu-abu yang sejuk sempat mendominasi tren desain, termasuk pada pilihan warna lantai dapur. Kini di tahun 2026, tren lantai abu-abu mulai ditinggalkan karena dianggap membuat ruang terasa dingin dan kurang hidup.

Pendiri Urbanology Designs, Ginger Curtis, menyarankan penggunaan warna-warna hangat seperti beige, clay, terracotta, mushroom, hingga muted sage sebagai pengganti abu-abu. Menurutnya, pilihan warna hangat bukan sekadar tren, melainkan pendekatan yang terasa lebih alami dan nyaman di dalam ruang.

Lantai menjadi fondasi utama sebuah ruangan sehingga warna yang dipilih akan menentukan suasana keseluruhan interior. Dibanding abu-abu dingin, ubin porselen bernuansa pinky-beige atau lantai kayu oak dan maple dinilai mampu menghadirkan kehangatan alami yang lebih nyaman dipandang.

2. Lantai Mosaik dan Bermotif

Kemunculan bahan vinyl dan PVC tiles meningkatkan popularitas lantai mosaik dan lantai bermotif. Contohnya, Popularitas lantai mosaik dan lantai bermotif sempat melonjak sejak kemunculan vinyl dan PVC tiles. motif floral, pola geometris, hingga ubin imitasi mosaik pernah memenuhi tren interior selama bertahun-tahun. Namun pada 2026, gaya ini dinilai mulai membuat dapur terlihat kuno dan terlalu ramai secara visual.

Lead designer Blakes London, Annie Burrows, menilai ubin mosaik skala kecil membuat lantai terlihat penuh karena terlalu banyak garis nat yang tampak. Selain sulit dirawat, pola yang terlalu dominan juga dapat mengalihkan perhatian dari keseluruhan ruang, terutama pada rumah dengan konsep open-plan.

Hal serupa berlaku untuk ubin bermotif maupun warna-warna yang terlalu mencolok. Penggunaannya dinilai lebih cocok sebagai aksen kecil dibanding diaplikasikan ke seluruh permukaan lantai. Alternatif lainnya adalah penggunaan penny tiles dengan warna-warna hangat seperti mushroom atau terracotta agar tampilan dapur tetap klasik namun terasa lebih modern.

3. Lantai Terlalu Mengilap

Lantai dapur dengan permukaan sangat mengilap kini mulai ditinggalkan. Selain memberi kesan dingin, lantai glossy juga dianggap kurang nyaman dan lebih licin saat digunakan sehari-hari. Desainer kini lebih menyukai material alami dengan tampilan yang lebih organik seperti kayu, cork, atau batu alam. Selain memberikan karakter yang lebih hangat, material ini juga membuat dapur terlihat lebih elegan dan tidak terasa “pasaran”.

Menurut Annie Burrows, batu alam dengan finishing honed atau doff menjadi pilihan yang lebih timeless. Permukaannya mampu menyamarkan noda dan jejak pemakaian sehari-hari sekaligus menciptakan suasana yang lebih lembut dan rileks di dapur.

4. Papan Lantai Kayu Berukuran Sempit

Lantai kayu tetap dianggap sebagai pilihan aman dan tak lekang oleh waktu untuk dapur. Namun, papan kayu berukuran sempit, terutama jenis laminasi mengilap dengan undertone kuning atau oranye, mulai ditinggalkan.

Sebagai gantinya, tren kini beralih ke papan kayu berukuran lebar yang dianggap lebih mewah dan modern. Warna-warna cokelat, espresso, dan beige dalam format plank lebar mampu memberikan kesan premium sekaligus membuat ruangan terasa lebih luas karena sambungan lantai terlihat lebih sedikit.

5. Motif Kotak Hitam Putih

Lantai kotak-kotak hitam putih memang sudah lama menjadi gaya klasik dapur. Namun menurut desainer, kombinasi warna kontras tersebut mulai terasa terlalu keras untuk dapur modern yang kini dirancang lebih hangat dan nyaman.

Sebagai pengganti, desainer merekomendasikan motif checkerboard dengan warna yang lebih lembut seperti olive, cream, rust, atau aubergine. Kombinasi tersebut dianggap mampu menghadirkan tampilan klasik yang tetap relevan dan terasa lebih hangat di dalam ruang.

Pada akhirnya, memilih lantai dapur bukan hanya soal mengikuti tren sesaat. Karena renovasi dapur membutuhkan biaya besar, pemilik rumah disarankan memilih material dan desain yang tetap relevan dalam jangka panjang agar rumah tidak cepat terlihat usang. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bursa Efek Indonesia (Foto: Adang Sumarna)

    Ini dia Jajaran Direksi dan Komisaris PT Triniti Dinamik Tbk

    • calendar_month Kamis, 10 Jun 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – PT Triniti Dinamik Tbk resmi mencatatkan saham perdana (IPO) di papan pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham TRUE, pada hari ini 10 Juni 2021. Tanggal 10 Juni 2021 ini juga menjadi spesial karena bertepatan dengan hari ulang tahun ibunda Samuel Stephanus Huang, (Direktur Utama PT Triniti Dinamik, yang juga merupakan Bendahara […]

  • Kota Deltamas Cikarang Pasarkan Hunian Seharga Rp500 Jutaan

    Kota Deltamas Cikarang Pasarkan Hunian Seharga Rp500 Jutaan

    • calendar_month Senin, 27 Mar 2023
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kota Deltamas Cikarang, Bekasi, menjadi salah satu pusat aktivitas industri nasional yang cukup potensial di Indonesia. Hal itu terlihat dari tingginya kebutuhan dan permintaan lahan untuk pengembangan industri dan bisnis terlebih di sektor data center. Berkembangnya beragam industri dan bisnis di Kota Deltamas tersebut juga memacu kebutuhan akan hunian meningkat, sehingga Sinar Mas […]

  • Ilustrasi Rumah Berbasis Komunitas

    REI Ungkap Kendala Pembangunan Rumah Berbasis Komunitas

    • calendar_month Rabu, 13 Jan 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah diharapkan lebih berperan aktif dalam penyediaan perumahan berbasis komunitas dalam mendukung penyediaan perumahan di Indonesia. Selain itu, berbagai kendala penyediaan perumahan harus segera diselesaikan. “Program seperti ini harusnya berawal dari Pemerintah Pusat atau Daerah, untuk menyelesaikan bottlenecking penyediaan rumah. Bottlenecking penyediaan rumah ada di Pemda. Jadi Pemda banyak disinggung dalam forum untuk […]

  • Kementerian ATR/BPN Tambah SDM Penilai Pertanahan Profesional

    Kementerian ATR/BPN Tambah SDM Penilai Pertanahan Profesional

    • calendar_month Rabu, 13 Apr 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Kebutuhan pasar terhadap profesi Penilai Pertanahan masih sangat besar. Saat ini sumberdaya manusia (SDM) Penilai Pertanahan masih sangat minim yakni 284 orang yang tersebar di sembilan provinsi. Itu pun terkonsentrasi terutama hanya di Indonesia bagian barat. “Peran strategis tersebut akan terus berkembang. Dalam rangka memenuhi kebutuhan akan Penilai Pertanahan dan tersebar merata di seluruh […]

  • SMB 2

    Investasi Rp1 Triliun, Summarecon Hadirkan SMB 2 di Bekasi

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – PT Summarecon Agung Tbk mematok target pendapatan berulang (recurring income) sekitar 25% hingga 30% dari pendapatan konsolidasi tahun 2026. Salah satu upaya mempertahankan porsi recurring income, perseroan meluncurkan Summarecon Mall Bekasi Tahap 2 (SMB 2) dengan investasi senilai Rp 1 triliun. “Kami menjaga pertumbuhan property development dan investment property agar tetap sejalan. Dalam pipeline […]

  • Sasar Pasar End-user, MAS Group Gelar Program Double Bonus

    Sasar Pasar End-user, MAS Group Gelar Program Double Bonus

    • calendar_month Rabu, 23 Nov 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Jelang akhir tahun, pengembang properti MAS Group semakin agresif meluncurkan penawaran menarik untuk menarik minat konsumen. Penawaran tersebut dibalut dengan program bernama “Double Bonus” yang berlaku untuk semua proyek yang sedang dipasarkan MAS Group. Program ini juga diberikan kepada konsumen yang melakukan pembelian di lokasi pameran Indonesia Property Expo (IPEX) yang digelar di […]

Translate »
expand_less