Jokowi Beberkan 2 Jurus Jitu Tingkatkan Industri Mebel Indonesia

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan industri mebel Indonesia seharusnya dapat lebih bersaing di pasar dunia.
0
158
pasar mebel

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan industri mebel Indonesia seharusnya dapat lebih bersaing di pasar dunia. Salah satu cara meningkatkan daya saing adalah pelaku industri mebel di dalam negeri dapat membuka diri untuk bekerja sama dengan pengusaha mebel dari luar negeri.

“Harus terbuka mau berpartner dengan industri, perusahaan-perusahaan mebel dari luar, entah dari Eropa, entah dari Amerika, entah dari China, kita harus terbuka. Jangan dimiliki sendirilah perusahaan itu, terbuka dan mau berpartner,” jelas Presiden Jokowi saat membuka Indonesian Furniture Industry and Handicraft Association (IFFINA) Expo & Design 2023, di  Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten, Kamis, 14 September 2023.

Presiden menjelaskan, kemitraan tersebut akan meningkat peluang pelaku industri mebel di tanah air untuk mengisi pasar dunia. Presiden mengungkapkan, dari potensi pasar mebel yang mencapai 766 miliar Dolar AS, Indonesia baru mampu mengisi porsi yang sangat kecil yaitu 2,8 miliar Dolar AS di tahun 2022.

Langkah kedua, lanjutnya, pemerintah terus mendorong agar pasar di dalam negeri tidak dikuasai oleh produk-produk mebel dari luar. Belanja pemerintah melalui anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), maupun badan usaha milik negara (BUMN) di tahun 2023 mencapai Rp1.236 triliun, termasuk di dalamnya belanja mebel.

“Oleh sebab itu, segera masukkan semua produksi mebel kita ke e-katalog agar memudahkan. Artinya, memang bolanya dari Bapak-Ibu semuanya, mau membuka diri untuk berpartner dan mau mengambil pasar di dalam negeri 100 persen, mestinya diambil oleh Asmindo,” imbuhnya.

Pasar Mebel

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Dedy Rochimat mengatakan, pasar furniture dunia adalah pasar yang sangat potensial bagi Indonesia. Pasar mebel berhasil mencapai pendapatan sebesar USD690 miliar dan perkiraan tahun 2023 menjadi USD766 miliar.

Di sisi regional, potensi pasar Asia pada tahun 2023 diperkirakan akan mencapai USD178 miliar. Sementara kawasan ASEAN, angkanya mencapai USD14,5 miliar.  Namun, besarnya potensi tersebut pencapaian ekspor Indonesia secara global pada tahun 2022 hanya mencapai USD2,81 miliar. Sedangkan Semester pertama 2023, baru mencapai USD1,2 miliar.

Secara global, Indonesia berada di peringkat ke-17. Sementara di Asia, Indonesia berada di peringkat keempat di bawah China, Vietnam dan Malaysia. Ekspor furniture Indonesia di kawasan ASEAN hanya sebesar USD195 juta tahun 2022. Sedangkan, per semester awal tahun 2023, baru mencapai USD89 juta.

Untuk pasar dalam negeri, potensi pasar furniture Indonesia harus lebih dimaksimalkan. Berdasarkan dara BPS, impor furniture Indonesia tercatat sebesar USD1,3 miliar pada tahun 2021 dan meningkat menjadi USD1,8 miliar pada tahun 2022. Sedangkan per semester awal tahun 2023, telah mencapai USD1,1 miliar.

“Tren ini memberikan peluang besar bagi kita semua, produsen lokal dan UKM untuk meningkatkan kualitas dan bersaing di pasar domestik. Dengan begitu kita dapat mengurangi ketergantungan pada impor,” ucap Dedy.

Adapun dalam upaya untuk terus mendukung dan memperluas pemasaran produk furniture dan kerajinan Indonesia baik di dalam negeri maupun di luar negeri, Asosiasi Permebelan dan Kerajinan Indonesia (ASMINDO) menggelar pameran IFFINA (International Furniture and Craft Fair Indonesian) dengan slogan “The New Sourcing Circle in Asia”.

“Kami berharap melalui IFFINA 2023, ASMINDO bersama-sama mitra dapat mendukung pemerintah dalam pengembangan industri mebel dan kerajinan Indonesia dengan semua rantai pasoknya, terutama untuk mendukung UMKM untuk tumbuh maju dan berkembang menciptakan lapangan kerja baru serta menghasilkan produk ekspor yang berkualitas dan juga memenuhi kebutuhan dalam negeri,” pungkasnya. (SAN)