Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » BTN Siapkan Bunga dan Angsuran KPR Terjangkau untuk Milenial

BTN Siapkan Bunga dan Angsuran KPR Terjangkau untuk Milenial

  • calendar_month Senin, 8 Nov 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA- Prospek industri properti diprediksi cerah di 2022 seiring dengan pemulihan ekonomi nasional yang terus berlangsung. Hal ini didukung pula dengan masih tingginya kebutuhan rumah di Indonesia. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN menargetkan bisa melakukan pembiayaan rumah untuk 250.000 hingga 300.000 unit di tahun depan.

Survei yang dilakukan kepada 99 orang di Jakarta berusia di antara 25 sampai 30 tahun, menikah dan menjadi orang tua adalah dua alasan utama yang mendorong orang dewasa muda untuk memiliki rumah. Bahkan membeli rumah diyakini menjadi bukti pencapaian kesuksesan dalam berkarier. Hal itu menunjukkan kepemilikan rumah lebih didorong faktor untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga.

Guna memenuhi kebutuhan milenial memiliki rumah, BTN memberikan kemudahan dengan meluncurkan fitur Graduated Payment Mortgage (GPM) dalam produk KPR BTN Gaess for Millenial beberapa waktu lalu.

Fitur GPM memiliki keunggulan utama di antaranya suku bunga promo yang lebih rendah dan diperhitungkan secara berjenjang yaitu sebesar 4,75 persen selama 2 tahun pertama pinjaman. Kemudian bunga naik 1 persen setiap tahun selama 3 tahun pertama, sehingga besar angsuran GPM lebih rendah dibanding angsuran KPR reguler pada awal masa kredit.

Setelah itu, pembayaran angsuran akan meningkat secara stabil sesuai dengan asumsi kenaikan penghasilan calon debitur setiap tahunnya.

Wakil Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu menilai kebutuhan pemilikan rumah yang tinggi membuat perseroan mencari solusi yang tidak memberatkan bagi kalangan milenial terutama dari sisi angsuran setiap bulannya. Dengan suku bunga KPR yang rendah dan angsuran terjangkau diyakini akan menggairahkan sektor perumahan di Tanah Air.

“Kaum milenial terutama yang baru berumah tangga pastinya punya keinginan memiliki rumah. Kita coba mewujudkan keinginan mereka dengan solusi yang tidak memberatkan dengan fitur GPM,” kata Nixon dalam keterangan persnya kepada Industriproperti.com, Senin (1/11/2021).

Menurut Nixon, dengan berbagai solusi kemudahan yang ditawarkan Bank BTN, diharapkan membuat kaum milenial tidak menunda untuk membeli rumah. Jika milenial antusias memiliki rumah, lanjut Nixon, akan mendorong sektor perumahan khususnya KPR Non Subsidi kembali menggeliat.

“Kami optimistis prospek industri properti akan semakin cerah, seiring kebutuhan milenial memiliki rumah. Bank BTN sudah menyiapkan infrastruktur pendukung untuk memenuhi kebutuhan rumah yang tinggi tersebut. BTN targetkan tahun depan bisa melakukan pembiayaan rumah sekitar 250.000 hingga 300.000 unit,” jelas Nixon.

Dia menuturkan, kebutuhan rumah yang tinggi saat ini akan menjadi sentimen positif bagi perseroan untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada para nasabah. Pasalnya, kebutuhan pemilikan rumah yang tinggi harus diimbangi juga oleh kecepatan dan kemudahan pelayanan bagi para debitur dan calon debitur.

Momentum Positif

Dihubungi terpisah, Directors Head of Research and Consultancy Savills Indonesia, Anton Sitorus mengungkapkan, prospek sektor perumahan tahun depan masih sangat bagus, pasalnya selain angka backlog tinggi, pertumbuhan rumah tangga baru atau keluarga baru (household) juga masih positif.

“Untuk saat ini, investasi di sektor perumahan bagi keluarga yang baru menikah menjadi waktu yang tepat setelah hampir 2 tahun pandemi Covid-19 melanda. Pertimbangan investasi di sektor ini antara lain karena banyaknya aset properti yang dijual di bawah harga pasar, bahkan masih ada yang memberikan diskon,” ungkap Anton.

Dia menjelaskan penurunan angka Covid-19 dan sentimen ekonomi bisnis membaik menjadi momentum positif yang akan mendorong pertumbuhan bisnis properti.

“Bagi keluarga baru ataupun generasi milenial, terutama pembeli rumah pertama menjadi waktu yang tepat untuk berinvestasi properti dengan tingkat suku bunga KPR yang di bawah 10%. Siklus bergerak naik, inilah yang diharapkan akan menjadi gain dari investasi properti,” papar Anton.

Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida memperkirakan industri properti akan tetap tumbuh pada 2022. Salah satunya didukung bonus demografi dari generasi milenial yang tinggi.

“Saat ini, pangsa pasar perumahan di Indonesia sekitar 70 persen adalah kelompok milenial. Mereka juga mempunyai pendapatan yang lebih stabil, sehingga potensi milenial untuk membeli properti relatif besar. Apabila kalau penghasilan milenial itu digabung dengan pasangannya, tentu daya beli mereka jauh lebih besar lagi,” ujar dia.

REI menargetkan penjualan properti dapat mencapai Rp 500 triliun hingga akhir tahun 2021 seiring perpanjangan stimulus PPN Ditanggung Pemerintah (DTP), dan jika tidak ada gelombang ketiga kasus penularan Covid-19. (MRI)

  • Penulis: Muhammad Rinaldi

Rekomendasi Untuk Anda

  • WFH Tidak Batasi Kunjungan Wisatawan di Jabodetabek

    WFH Tidak Batasi Kunjungan Wisatawan di Jabodetabek

    • calendar_month Selasa, 22 Agt 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Penerapan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah untuk penanggulangan polusi udara di Jakarta tidak akan membatasi kunjungan wisatawan ke destinasi di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Sebab pemberlakuan WFH adalah kebijakan pembatasan penggunaan kendaraan pribadi bagi pekerja yang berkantor di sekitar DKI Jakarta. “Kita menyadari dan berkeyakinan bahwa WFH […]

  • tantangan global

    Menkeu Beberkan 4 Tantangan Global Pasca Pandemi

    • calendar_month Sabtu, 20 Mei 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Berakhirnya status pandemi Covid-19 sebagai kejadian darurat kesehatan publik bukanlah akhir dari tantangan global yang harus dihadapi oleh suatu negara. Demikian disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati pada Pengantar dan Keterangan Pemerintah atas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) Rancangan APBN Tahun Anggaran 2024 di Rapat Paripurna DPR pada […]

  • BTN Housing Preneur 2025: Kolaborasi Strategis Menuju Inovasi Perumahan Berkelanjutan

    BTN Housing Preneur 2025: Kolaborasi Strategis Menuju Inovasi Perumahan Berkelanjutan

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • 0Komentar

    Jakarta –  Sejumlah inovator, pengusaha, dan pemimpin industri perumahan berkumpul dalam acara BTN Housing Preneur 2025 Goes to Jakarta – Intimate Lunch and Sharing Session. Para peserta dari berbagai sektor berkumpul untuk berbagi gagasan, memperkuat kolaborasi, dan membuka peluang baru di dunia perumahan yang tengah bergerak menuju masa depan yang lebih cerdas dan berkelanjutan. “Kompetisi […]

  • Lima Tips Percantik Kamar Mandi Murah Meriah

    Lima Tips Percantik Kamar Mandi Murah Meriah

    • calendar_month Minggu, 26 Sep 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Salah satu ruangan paling private di rumah adalah kamar mandi. Desain kamar mandi yang nyaman dapat membuat kita betah berjam-jam di dalam kamar mandi. Sayangnya untuk menciptakan kamar mandi yang nyaman dan bikin betah, dibutuhkan biaya yang tidak sedikit. Namun, dengan cara sederhana dan murah meriah, tak sampai £50 (Rp977.000), Anda dapat mempercantik […]

  • Aerum Parc, Hunian Berkonsep Korean Dreams di Bogor

    Aerum Parc, Hunian Berkonsep Korean Dreams di Bogor

    • calendar_month Jumat, 28 Jun 2024
    • 0Komentar

    BOGOR – Perusahaan properti, MAS Group (Mekar Agung Sejahtera) meluncurkan proyek terbarunya bernama Areum Parc di Kemang, Bogor. Sebagai kota penyangga Jakarta, Bogor menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk tempat tinggal karena aksesibilitasnya yang mumpuni. Termasuk kawasan Kemang, yang lokasinya menempel dengan Tangerang Selatan dan Jakarta Selatan. M Adhiguna Sosiawan, Direktur Business & Development MAS […]

  • Insentif Pajak Jasa Perhotelan Tembus Rp495 miliar

    Insentif Pajak Jasa Perhotelan Tembus Rp495 miliar

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan Keringanan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) untuk jasa perhotelan pada tahun 2025. Insentif tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga aktivitas usaha dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Insentif yang diberikan juga menjadi salah satu kebijakan fiskal yang diterapkan di tengah kenaikan biaya produksi dan upaya pencegahan pemutusan hubungan kerja. […]

Translate »
expand_less