Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Pakar Soroti PP 59/2022: Sebaiknya Disebut PP Penyelenggaraan Perkotaan di Daerah

Pakar Soroti PP 59/2022: Sebaiknya Disebut PP Penyelenggaraan Perkotaan di Daerah

  • calendar_month Kamis, 9 Mar 2023
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 59/2022 Tentang Perkotaan masih menimbulkan polemik. Pasalnya, beleid tersebut lebih fokus kepada penyelenggaraan pengelolaan perkotaan di daerah.

“Mungkin istilah yang tepat untuk PP Perkotaan ini adalah PP Penyelenggaraan Perkotaan di Daerah,” tegas Founder Ruang Waktu Knowledge Hub for Sustainable [Urban] Development, Wicaksono Sarosa dalam acara diskusi virtual URBIE #01 yang diselenggarakan Ikatan Ahli Perencanaan Wilayah dan Kota (IAP) DKI Jakarta pada Kamis, 9 Maret 2023.

Wicaksono menjelaskan, jika merupakan turunan UU 23/2014, seharusnya PP Perkotaan lebih berbicara soal Penyelenggaraan Perkotaan di Daerah.

Kemudian, Wicaksono menyoroti PP Perkotaan menetapkan adanya RP2P (Rencana Penyelenggaraan Pengelolaan Perkotaan) yang mengonsolidasikan rencana penyediaan layanan perkotaan dan diintegrasikan dengan rencana tata ruang.

“Ada potensi tumpang tindih antara RP2P dengan SPPR (Sinkronisasi Program Pemanfaatan Ruang/Permen ATR 13/2021),” katanya.

Adanya RP2P, lanjutnya, juga menambah dokumen yang harus disusun, diintegrasikan dan dievaluasi oleh daerah

Pada kesempatan yang sama, Podcaster Lebih Dalam, Rendy A. Diningrat menyoroti terbitnya PP 59/2022 yang masih menjadi pertanyaan yang belum terjawab, seperti Rekognisi (konteks) dan standarisasi perkotaan yang tercantum di Pasal 4-23.

Rendy juga menyoroti bentuk dan klasifikasi perkotaan, pengelolaan perkotaan yang masih bersifat fisik yang tak menyentuh isu perumahan, Standar Pelayanan Perkotaan (SPP), partisipasi masyarakat dan muncul secara tiba-tiba soal kota cerdas.

“Kalau saya maknai PP ini cukup ambisius karena PP ini berupaya untuk merekognisi, mengakui adanya konteks perkotaan yang berbeda-beda, tapi juga ingin melakukan standarisasi perkotaan,” jelas Rendy.

Sementara menurut Ketua IAP DKI Jakarta Adhamaski Pangeran, peraturan ini dirasa belum menjawab beberapa permasalahan perkotaan, seperti urban sprawl, pendanaan pembangunan wilayah perkotaan dan ketimpangan pembangunan di wilayah perkotaan.

“Beleid ini ditunggu lama tapi hasilnya ngga begitu mendobrak. Pandangan kami, ini sebenarnya lebih banyak terkait dengan aspek administrasi kewilayahan dan pelayanan pengelolaan perkotaan,” kata Adham saat membuka URBIE #01.

Sekilas URBIE#01

Acara Dialog URBIE#01 sendiri diselenggarakan oleh IAP DKI Jakarta yang merupakan satu-satunya asosiasi profesi perencana kota dan wilayah di Provinsi DKI Jakarta.

Saat ini, IAP DKI Jakarta memiliki sekitar seribu anggota yang tersebar dan berkontribusi di kantor lembaga pemerintahan, sektor swasta, hingga lembaga swadaya masyarakat.

Dalam rangka berkontribusi untuk Kota Jakarta, IAP DKI Jakarta secara rutin mengadakan Urban Dialogue atau URBIE. Acara URBIE berupaya mengangkat tema-tema yang menarik untuk diperbincangkan di muka publik.

Chapter pertama URBIE di tahun 2023 ini mengangkat tema “Masa Depan Perkotaan Respon Terbitnya PP 59/2022”.

Urban Dialogue #01 sukses digelar dengan diikuti lebih dari 90 peserta dan direncanakan rutin diselenggarakan setiap bulan sebagai bagian dari program IAP DKI Jakarta. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (insentif PPN DTP)

    Kabar Gembira! Insentif PPN DTP Diperpanjang Hingga Akhir Desember 2025

    • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Usulan pelaku usaha properti untuk memperpanjang insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga akhir Desember 2025 akhirnya dikabulkan pemerintah. “Tadi kita mendengar kabar baik, sesudah kita mendapatkan surat dari teman-teman asosiasi pengembang dari REI, HIMPERRA, APERSI, Appernas Jaya, Asprumnas dan semuanya, untuk memohon kepada pemerintah yakni Menteri Keuangan dan Menteri Koordinator […]

  • Urgensi Integrasi Tata Ruang dan Pertanahan

    Urgensi Integrasi Tata Ruang dan Pertanahan

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2021 tentang Tata Cara Penyusunan, Peninjauan Kembali, Revisi, dan Penerbitan Persetujuan Substansi Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi, Kabupaten, Kota, dan Rencana Detail Tata Ruang menegaskan pentingnya integrasi tata ruang dan pertanahan dalam perencanaan pembangunan wilayah. “Integrasi tata ruang […]

  • YLKI: Aduan Permasalahan Perumahan di 2020 Turun

    YLKI: Aduan Permasalahan Perumahan di 2020 Turun

    • calendar_month Jumat, 8 Jan 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mencatat adanya penurunan persentase pengaduan masalah perumahan sepanjang tahun 2020 dibandingkan dua tahun sebelumnya. “Pengaduan permasalahan sektor perumahan tahun 2020 sebesar 5,7%. Angkanya turun dibandingkan tahun sebelumnya yakni sebesar 14,3 persen pada tahun 2019 dan 21 persen di tahun 2018,” demikian disampaikan Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, […]

  • Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskadar dan Dirjen Perumahan PUPR Khalawi Abdul Hamid (Foto: Dok PUPR)

    Wuih, Kabupaten Tangerang Bisa Jadi Pilot Proyek PUPR

    • calendar_month Sabtu, 29 Mei 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Direktur Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Khalawi Abdul Hamid mengungkapkan harapannya terhadap Kabupaten Tangerang. Menurut Khalawi, Kabupaten Tangerang sebagai salah satu wilayah penyangga Ibu Kota bisa dijadikan sebagai pilot project pengembangan perumahan skala besar. “Kementerian PUPR menilai pengembangan perumahan skala besar di Kabupaten Tangerang sangat mendesak untuk dilakukan,” pungkas […]

  • HUT KPR ke-45, BTN Siapkan Digitalisasi Ekosistem Pembiayaan Perumahan

    HUT KPR ke-45, BTN Siapkan Digitalisasi Ekosistem Pembiayaan Perumahan

    • calendar_month Minggu, 12 Des 2021
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menunjukkan konsistensi dan komitmennya menjadi mitra pemerintah dalam mendukung sektor properti untuk bangkit. Sejak Kredit Perumahan Rakyat (KPR) diluncurkan pertama kalinya di Indonesia oleh Bank BTN pada tanggal 10 Desember 1976, Bank BTN telah mengucurkan pembiayaan senilai Rp352 triliun dan mewujudkan rumah impian untuk lebih dari 5 […]

  • Salah satu Rumah Susun DP Nol Rupiah di Jakarta (Foto: Ardiansyah Fadli)

    Ini Dia Bedanya Program DP 0 Rupiah dengan FLPP

    • calendar_month Selasa, 3 Agt 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Kepala Bidang Pembiayaan dan Kemitraan Perumahan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta, Eko Mardirianto menjelaskan perbedaan antara program down payment (DP) Nol Rupiah di Jakarta dengan program Fasilitas Likuditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang dimiliki oleh Pemerintah Pusat. “Salah satu persyaratan dari program DP Nol Rupiah ialah tidak sedang menerima subsidi, ini […]

Translate »
expand_less