Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Omnibus Law dan Momentum Kebangkitan Properti

Omnibus Law dan Momentum Kebangkitan Properti

  • calendar_month Jumat, 6 Nov 2020
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Drs. Ikang Fawzi, MBA

Kontribusi sektor realestat terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional masih sangat rendah yakni 2,79% pada 2019 (data resmi Badan Pusat Statistik). Persentase tersebut masih jauh tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga di ASEAN. Di Malaysia misalnya, kontribusi sektor realestatnya terhadap PDB mencapai 20,6%, Singapura mencapai 23,5%, serta Thailand hampir 10%.

Banyak faktor yang menyebabkan masih rendahnya kontribusi sektoral realestat terhadap PDB nasional. Salah satunya akibat tidak semua konstruksi pembangunan produk properti masuk ke dalam sektor realestat. Karena ada yang dimasukkan ke dalam konstribusi sektor konstruksi, dan ke sektor realestat.

Mungkin alasan tersebut menjadi salah satu penyebab rendahnya konstribusi sektor realestat terhadap PDB. Meski di sisi lain, banyak pihak berpendapat kalau masih rendahnya kontribusi sektor realestat terhadap PDB disebabkan kurangnya perhatian pemerintah terhadap sektor ini, bahkan mungkin kerap terabaikan.

Ikang Fawzi

Padahal, berdasarkan sebuah penelitian sektor realestat/properti memberi dampak terhadap 174 sektor riil lain, termasuk ratusan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Artinya, bertumbuhnya sektor ini akan membawa dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Sayang, sektor ini seperti kurang mendapat perhatian. Bahkan sering terlupakan.

Demikian pula berkaitan dengan Undang-Undang Cipta Kerja (UUCK) yang baru disahkan awal Oktober kemarin, pemerintah juga kurang mengakomodir sektor realestat. Banyak usulan-usulan yang disampaikan pelaku usaha yang diwakili asosiasi REI, Kadin dan Apindo ternyata terpental.

Begitu pun, REI misalnya tetap menerima dan menyambut baik UUCK. Sekarang, pelaku usaha realestat memilih untuk fokus mengawal penyusunan peraturan-peraturan pelaksana UUCK yang berkaitan dengan industri ini.

Koordinasi dan komunikasi sudah dibangun asosiasi dengan kementerian-kementerian terkait, sebagai bentuk kesiapan asosiasi untuk menyumbang pemikiran dan masukan guna mendorong kontribusi sektor realestat yang lebih besar bagi perekonomian bangsa.

Tidaklah berlebih jika asosiasi seperti REI berharap dan mengingatkan agar penyusunan aturan pelaksanaan UUCK nantinya tidak justru jauh dari semangat awal undang-undang ini yaitu untuk mempermudah dan menyederhanakan perizinan usaha termasuk di sektor realestat.

Jangan justru, yang sudah sulit malah dibuat semakin rumit. Sebuah kenyataan yang tentu menjadikan UUCK ini menjadi sia-sia belaka.

Yah, semoga saja tidak demikian. Karena inilah sebenarnya momentum tepat bagi semua stakeholder bergandengan tangan membangkitkan kembali pasar properti nasional, demi bangsa dan negara. Yuk, mari kita kawal bersama-sama!

*Penulis adalah Pemimpin Redaksi www.industriproperti.com

  • Penulis: Muhammad Rinaldi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi Industri Properti

    Tren Positif Industri Properti Bakal Berlanjut

    • calendar_month Sabtu, 25 Des 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Laju putaran roda industri properti yang semakin kencang di tahun 2021 dapat terus berlanjut di 2022. Tren positif tersebut salah satunya berkat terbitnya sejumlah stimulus yang bergulir di sepanjang 2021. “Tren ini bahkan akan terus naik pada tahun 2022. Beberapa indikator dari semakin naiknya properti salah satunya adalah di saat penyaluran kredit lainnya […]

  • REI Dukung Usulan Skema Baru Pembiayaan KPR Subsidi

    REI Dukung Usulan Skema Baru Pembiayaan KPR Subsidi

    • calendar_month Sabtu, 27 Apr 2024
    • 0Komentar

    Labuan Bajo – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) mendukung skema baru pembiayaan KPR subsidi sesuai usulan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. REI menilai potensi menumbuhkan sumber-sumber baru pembiayaan perbankan dapat dilakukan guna mendorong percepatan pembangunan perumahan nasional. “REI mendukung skema baru pembiayaan KPR bersubsidi yang diusulkan Bank BTN. Masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) selaku debitur […]

  • program 3 juta rumah

    BTN Paling Siap Dukung Program 3 Juta Rumah, Ini Strateginya!

    • calendar_month Senin, 14 Okt 2024
    • 0Komentar

    JAKARTA – Sebagai pemain utama dalam pembiayaan perumahan subsidi nasional, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN telah menyiapkan strategi komprehensif untuk mendukung realisasi Program 3 Juta Rumah yang diusung pemerintahan baru di bawah Presiden Terpilih Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Terpilih Gibran Rakabuming Raka. Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu mengatakan perseroan terus […]

  • desain bangunan berkelanjutan.

    Dukungan Pemerintah Tingkatkan Daya Tarik Keberlanjutan dan Desain Ramah Lingkungan

    • calendar_month Kamis, 6 Mar 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Kota berkelanjutan semakin menjadi tren di Indonesia. Integrasi prinsip-prinsip berkelanjutan dalam real estat menjadi semakin penting. Kerangka peraturan untuk konstruksi berkelanjutan di Indonesia cukup kuat, sehingga mengharuskan pengembang dan penghuni untuk menavigasi kebijakan berkelanjutan sejak pada tahap perencanaan. Apalagi ada dukungan konkret dari pemerintah. “Ditengah pasar yang semakin kompetitif, pengembang yang secara efektif […]

  • Segera Dibangun, Hunian ASN dan TNI Polri di IKN

    Segera Dibangun, Hunian ASN dan TNI Polri di IKN

    • calendar_month Selasa, 31 Jan 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah segera membangun 47 apartemen di Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai hunian bagi 16.900 aparatur sipil negara (ASN), TNI, dan Polri. “Kita sudah memutuskan perumahan ASN, TNI, dan Polri untuk sekitar 16.900 ASN, TNI, dan Polri. Untuk ASN ada 11 ribu, TNI-Polri sekitar 5 ribu,” papar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), […]

  • Fit-out Kantor

    Wow! Biaya Fit Out Kantor di Tokyo Termahal se-Asia Pasifik

    • calendar_month Minggu, 8 Mei 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Kota Tokyo, Jepang, memuncaki biaya fit-out kantor termahal di kawasan Asia Pasifik berdasarkan laporan Cushman & Wakefield. Laporan tersebut juga mengungkapkan biaya fit-out kantor rata-rata untuk 31 kota di Asia Pasifik. “Jepang tetap menjadi pasar fit-out kantor termahal di kawasan ini selama tiga tahun berturut-turut, dengan Tokyo, Osaka, dan Nagoya menempati tiga posisi […]

Translate »
expand_less