Breaking News
light_mode
Beranda » Sosok » S.D. Darmono-Legenda Pengembangan Kawasan Industri di Indonesia

S.D. Darmono-Legenda Pengembangan Kawasan Industri di Indonesia

  • calendar_month Minggu, 10 Jan 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TERLAHIR dari keluarga pebisnis tekstil di Muntilan, Jawa Tengah, Setyono Djuandi Darmono justru mengukir prestasi membanggakan di industri properti. Dirinya merupakan Founder&Chairman PT Kawasan Industri Jababeka Tbk, dan merupakan salah satu legenda bisnis properti di Tanah Air.

Darmono, demikian dia lebih sering disapa, adalah pionir dalam pengembangan kawasan industri terpadu berskala besar di Tanah Air yang sukses mengembangkan Kawasan Industri Jababeka seluas 5.600 hektare di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Di tangannya, kawasan yang dirintis sejak 1989 itu kini telah menjadi kawasan industri terbesar di Asia Tenggara.

Lahir di Yogyakarta, 71 tahun silam, langsung atau tidak langsung sangat memengaruhi kepekaan dan rasa Darmono terhadap kebudayaan Indonesia, khususnya budaya Jawa. Tak heran jika Darmono pun sangat dikenal sebagai seorang tokoh kebudayaan nasional.

Dia pernah dipercaya mengelola situs dunia Candi Borobudur, Candi Prambanan dan Istana Ratu Boko, serta mengepalai program revitalisasi Kota Tua Jakarta. Bersama sejumlah tokoh, Darmono juga mendirikan Tidar Heritage Foundation yang memiliki misi pelestarian budaya.

Di usianya saat ini, Darmono mengaku tidak terlalu banyak lagi mengurusi bisnis atau rencana ekspansi perusahaan. Semua urusan usahanya sudah diserahkan kepada anak-anaknya dan profesional di bidang properti. Waktu-waktunya justru lebih banyak bersentuhan dengan pengembangan kebudayaan dan juga menulis buku tentang masa depan bangsa dan negara.

“Yah begini ini, ngobrol dengan siapa saja yang mau diajak diskusi. Menjaga networking saja. Kan sehari-hari sudah ada direksi yang mikirin bisnis, jadi saya mengawasi dan memberi nasehat saja,” katanya dalam sebuah wawancara khusus dengan Muhammad Rinaldi seperti dikutip dari Majalah RealEstat Indonesia, beberapa waktu lalu.

Menurut Darmono, bangsa Indonesia harus peduli dan memikirkan kebudayaannya, selain keindahan alam yang dianugerakan Tuhan kepada rakyat Indonesia. Itulah daya saing yang dimiliki negara ini, tetapi sayangnya budaya dan keindahan alam kurang mendapat perhatian serius. Budaya kita malah impor, demikian juga musik-musik.

Tapi hal itu bukanlah salah orang lain. Menurut Darmono, kondisi ini salah bangsa kita sendiri. Karena tidak menghargai dan tidak peduli kepada kebudayaan sendiri.

“Indonesia ini apa sih daya saingnya dibanding negara-negara lain? Kalau melawan Jepang atau Korea di bidang otomotif, elektonik, atau IT, kita pasti kalah. Kita sulit unggul di situ. Yang menjadi keunggulan kita bangsa Indonesia ini justru yang tidak pernah diperhatikan yakni budaya dan keindahan alam,” kata Darmono yang juga merupakan pendiri President University tersebut.

Namun, kata dia, usaha memajukan kebudayaan dan pariwisata jangan semata-mata hanya dituntut dari pemerintah, tetapi juga seluruh anak bangsa harus peduli, karena sebenarnya pemegang saham terbesar Indonesia itu adalah anak bangsanya sendiri.

Darmono juga seorang penulis aktif yang sudah melahirkan sejumlah buku yang memperlihatkan pemikiran kritisnya terhadap kondisi ekonomi dan kesejahteraan bangsa. Beberapa buku yang dia tulis antara lain buku berjudul Think Big Start Small Move Fast, Menembus Batas, 100 New Cities Indonesia, One City One Factory, dan Building a Ship While Sailing.

Membangun Kapal Indonesia

Di buku Building a Ship While Sailing, Darmono mengingatkan semua anak bangsa untuk selalu mawas diri, mengkaji ulang, melihat ke belakang apa yang sudah dilakukan, sekaligus menyiapkan langkah di masa mendatang.

Dia juga menceritakan bagaimana kerja keras dan pandangan visionernya dalam membangun kawasan Jababeka. Darmono tidak sungkan mengakui kalau dirinya banyak belajar dan terinsipirasi dari cerita sukses negeri jiran Singapura dalam membangun negara kota.

“Bagaimana city state itu sukses menjadi begitu makmur dalam tempo pendek, inilah salah satu poin penting yang perlu dicontoh Indonesia,” ungkap Darmono dalam buku tersebut.

Dalam rentang waktu tiga dekade terakhir, dia telah mengundang banyak sahabat dan investor untuk mengembangkan kota otonom di Cikarang yang saat ini dikenal dengan nama Kota Jababeka. Sebuah daerah yang menjadi salah satu kota baru dengan kawasan industri terbesar di Asia Tenggara.

Darmono pun mengibaratkan Jababeka atau Cikarang tak ubahnya seperti microchip yang terintegrasi dengan kapal induk Republik Indonesia (RI).

“Sambil bekerja, sambil memperbaiki kesalahan-kesalahan di masa lampau, sambil mendidik generasi muda, sambil terus membangun, sambil bermimpi dan bekerja ulet membangun kapal RI yang sedang berlayar ini menuju tujuan bersama yakni kesejahteraan bagi seluruh rakyatnya,” ungkap Darmono saat peluncuran buku tersebut.

Buku Building a Ship While Sailing ini seakan menjadi wadah untuk menuangkan hasil pengamatannya mengenai apa yang sudah dikerjakan bangsa ini selama hampir 75 tahun sejak Indonesia merdeka. Serta bagaimana seluruh rakyatnya harus terlibat sebagai kru dalam membangun kapal besar RI yang belum selesai dibangun, dan tak akan pernah selesai.

Salah satu komponen dan kru penting di dalam kapal besar RI itu adalah pengusaha properti. Dia mengajak pengembang terutama anggota Realestat Indonesia (REI) untuk mau membangun daerahnya masing-masing. Yang sudah sukses di perantauan, kata Darmono, mari pulang kampung membangun daerah dimana kita dilahirkan atau dibesarkan.

“Saya orang Magelang, saya bangun Jawa Tengah. Yang dari Aceh, Sumatera Barat, Kalimantan, Sulawesi, atau dari Papua ayo bangun daerah kamu masing-masing. Kalau ini bisa dilakukan, maka pembangunan Indonesia akan lebih cepat dan merata,” tegas pengusaha senior yang merintis karir dari level bawah terutama di bidang pemasaran itu.

Jika semua mau peduli dan memberikan sumbangsihnya kepada kemajuan bangsa dan negara, kata Darmono, maka dia sangat yakin kapal besar Indonesia semakin kuat, tangguh dan lebih cepat sampai membawa seluruh rakyatnya ke “pulau” kemakmuran.

Dikutip dari Wikipedia, Darmono mulai terjun ke bisnis properti pada 1980, dengan mendirikan PT Permada Binangun Jaya, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengembang perumahan di Bintaro. Salah satu perumahan yang dibangunnya adalah Bumi Bintaro Permai Residence. Pada 1989 dia mulai membangun Kota Jababeka dengan membentuk konsorsium 21 pengusaha.

Selain kawasan industri terbesar di Asia Tenggara, Kota Jababeka menjadi sebuah kota yang terintegrasi atau disebut dengan istilah full integrated township. Pada 1994, PT Jababeka Tbk menjadi pengembang kawasan industri pertama yang go public di Indonesia. Bisnis Jababeka dibangun dalam tiga pilar yaitu pengembangan lahan, pembangunan infrastruktur, serta leisure and hospitality. (MRI)

  • Penulis: Muhammad Rinaldi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Paling Siap, BP Tapera Ajak BTN Segera Salurkan KPR Subsidi

    Paling Siap, BP Tapera Ajak BTN Segera Salurkan KPR Subsidi

    • calendar_month Jumat, 7 Jan 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) dinilai sebagai bank yang paling siap untuk menyalurkan KPR Subsidi tahun 2022. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika bank ini menjadi bank pertama yang menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) untuk penyaluran KPR Subsidi. Penandatanganan PKS antara Bank BTN […]

  • nataru

    Infrastruktur Lintas Jawa Siap Dilalui Pemudik saat Libur Nataru

    • calendar_month Sabtu, 3 Des 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Tiga lintas utama yang sering dilalui saat musim mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru), yaitu Lintas Pantai Utara (Pantura) sepanjang 1.430 km, lalu jalan Tol Trans Jawa sepanjang 1.403 Km dan Lintas Pantai Selatan (Pansela) yang telah terbangun dari Banten – Jawa Barat – Jateng – DIY dan Jawa Timur dengan panjang 1.167 […]

  • Lakukan Serah Terima Unit, Widari Village Mulai Pasarkan Tahap II

    Lakukan Serah Terima Unit, Widari Village Mulai Pasarkan Tahap II

    • calendar_month Senin, 24 Okt 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pengembang properti, Wida Agung Group secara bertahap mulai melakukan serah terima unit Perumahan Widari Village. Proses serah terima berlangsung dari 21-28 Oktober 2022 untuk 75 konsumen yang telah membeli unit rumah di perumahan yang berlokasi di Legok, Tangerang, Banten tersebut. Anton Sugianta, Direktur Wida Agung Group mengatakan proses serah terima unit ini adalah […]

  • PLN Sambungkan Listrik di Kepulauan Banda

    PLN Sambungkan Listrik di Kepulauan Banda

    • calendar_month Selasa, 27 Apr 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) berhasil menyambungkan listrik di tiga pulau yang ada di Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Nilai investasi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) untuk ketiga pulau ini mencapai Rp 9,38 miliar. “PLN telah membuktikan komitmen dan menjawab kebutuhan masyarakat terhadap ketersediaan listrik yang merata. Sebab ketersediaan listrik dapat […]

  • PT Jasa Marga Bukukan Pendapatan Rp 11 Triliun di Q3

    PT Jasa Marga Bukukan Pendapatan Rp 11 Triliun di Q3

    • calendar_month Selasa, 5 Des 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – PT Jasa Marga (Persero) Tbk hingga Triwulan III Tahun 2023 (Q3) mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 11 triliun atau tumbuh 7,7 persen. Sedangkan laba bersih pereroan hingga Kuartal III-2023 mencapai Rp 5,97 triliun. “Realisasi EBITDA (earning before interest tax, depreciation, and amortization) sebesar Rp 6,8 triliun, meningkat 5,7% dari Kuartal III Tahun 2022 […]

  • Perbankan Diminta Pangkas Bunga Konstruksi Properti Hijau

    Perbankan Diminta Pangkas Bunga Konstruksi Properti Hijau

    • calendar_month Rabu, 16 Des 2020
    • 0Komentar

    Jakarta –  Kebijakan relaksasi Loan to Value (LTV) pada Kredit Pemilikan Rumah (KPR) properti hijau hendaknya turut diikuti dengan dukungan pembiayaan konstruksi untuk para pengembang yang membangun properti hijau. “Perbankan dapat mendukung pengembang dengan mengurangi bunga konstruksi pada pembangunan properti hijau,” terang Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI) Bidang […]

Translate »
expand_less