Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Pengembang Masih Tunggu Kejelasan Harga Rumah Subsidi

Pengembang Masih Tunggu Kejelasan Harga Rumah Subsidi

  • calendar_month Jumat, 3 Mar 2023
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MEDAN – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) menilai terus ditundanya kenaikan harga rumah bersubsidi akan memengaruhi pasokan rumah kepada masyarakat pada tahun ini. Pengembang menunggu jawaban jelas dari pemerintah karena penundaan demi penundaan sudah sering terjadi. Terakhir, pemerintah menjanjikan harga baru rumah subsidi akan dilakukan pada Februari lalu.

“Memang tadi dalam Rapat Koordinasi (Rakor) DPP dan DPD REI se-Indonesia hampir semua daerah mempertanyakan masalah harga baru ini. Kapan, kok (harga baru) ditunda terus? Karena biaya produksi betul-betul sudah tidak menutupi lagi, sementara harga material sudah naik beberapa kali. REI sudah mempertanyakan kapan kepastian harga naik, tapi sampai hari ini belum ada jawaban,” ungkap Ketua Umum DPP REI, Paulus Totok Lusida kepada wartawan pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) REI ke-51 di Medan, Rabu (1/3/2023).

Usulan kenaikan harga rumah subsidi ini sudah disampaikan REI sejak 2020. Sebelumnya telah disepakati kenaikan harga rumah subsidi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebesar 7%, namun terakhir dikabarkan kenaikan harga kemungkinan hanya 5%.

Selain persoalan harga baru rumah subsidi yang terkesan terus di’PHP’-in, berbagai masalah lain juga mengemuka dalam Rakor DPP dan DPD se-Indonesia yang diadakan sebagai rangkaian perayaan HUT REI ke-51. Diantaranya aturan yang mewajibkan pengembang membangun rumah subsidi di tanah seluas 200 meter persegi. Beberapa dilaporkan pengembang dari wilayah Sulawesi. Bahkan, pemerintah daerah berdalih kalau ketentuan tersebut adalah aturan yang berlaku secara nasional.

“Ini aturan apalagi? Padahal kalau tanahnya 200 meter persegi itu tidak bebas PPN,” kata Totok.

Hal-hal seperti ini yang dinilai terus menghambat program perumahan di Indonesia. Pemerintah daerah, ujar Totok, justru membuat kreasi sendiri-sendiri yang justru semakin mempersulit perizinan termasuk di sektor perumahan. Padahal, Presiden Joko Widodo berulang kali mengingatkan pemerintah daerah agar jangan menghambat dan mempersulit perizinan berusaha.

REI ikut berkontribusi dalam mendorong kemudahan perizinan tersebut dengan membentuk helpdesk perizinan untuk membantu setiap pengembang di daerah yang mengalami kendala perizinan. Totok menegaskan, REI sangat serius untuk menembus kendala perizinan ini sehingga sepakat bekerjasama dengan 12 kementerian/lembaga negara yang terkait sektor properti dan perumahan.

Pada kesempatan itu, REI juga terus mendorong pemerintah untuk membuat terobosan kebijakan yang membuka kesempatan luas kepada kelompok masyarakat berpenghasilan tidak tetap (non-fixed income) untuk dapat membeli rumah bersubsidi dengan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) FLPP maupun KPR Tapera.

“Pangsa pasar perumahan itu hampir 65 persen adalah non fixed income. Bagaimana caranya agar kelompok masyarakat ini juga bisa membeli rumah melalui BP Tapera,” kata Totok.

rei

Press Conference perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) REI ke-51. (Foto: Istimewa)

Godok Skema Baru

Sementara itu, Direktur Konsumer dan Komersial Bank BTN Hirwandi Gafar menyebutkan pihaknya juga belum menerima informasi akhir tentang harga rumah subsidi. Namun disebutkan bahwa besaran harga jual rumah subsidi sudah ditetapkan (final) dan sekarang menunggu aturan pembebasan PPN-nya.

“Kita tunggu dan bersama-sama kita terus dorong ketentuan pembebasan PPN-nya cepat keluar,” ungkapnya.

Senada dengan REI, Bank BTN juga memberi perhatian besar agar masyarakat non-fixed income dapat membeli rumah melalui KPR FLPP dan KPR Tapera yang saat ini dikelola BP Tapera. Bank BTN bersama Kementerian PUPR dan Komisioner BP Tapera kini sedang intens menggodok skema pembiayaannya.

Skema yang disiapkan antara lain KPR Rent to Own (RTO) dan KPR Staircasing Shared Ownership (SSO).

“UU Tapera menyebutkan ada  peserta wajib Tapera yakni mereka yang memiliki pekerjaan tetap dan ada peserta mandiri yakni kelompok non-fixed income tadi. Kita dorong mereka untuk ikut program Tapera dan nanti dari tabungan dan iuran mereka setiap bulan bisa dinilai kemampuannya untuk mencicil KPR,” jelas Hirwandi.

Dikatakan, KPR RTO merupakan terobosan bagi masyarakat yang masih ragu-ragu untuk membeli rumah.  Sembari menunggu mereka bisa menyewa dulu dan sesudah siap bisa melakukan pembelian rumah dengan fasilitas KPR.

“Misalnya untuk uang muka (down payment) KPR masih kurang, mereka sewa dulu 2-3 tahun. Setelah cukup baru dibeli,” jelas Hirwandi.

Bank BTN sudah bekerjasama dengan dua operator provider RTO yang sudah bekerjasama dengan pengembang untuk dapat menjalankan skema tersebut. Menurut Hirwandi, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan Perumnas termasuk asosiasi developer termasuk REI mengenai skema tersebut.

Sementara KPR SSO akan diarahkan untuk masyarakat perkotaan yang diarahkan menyerap hunian vertikal. Produk ini menggunakan konsep share to equity. Artinya, kepemilikan hunian dibagi dua antara konsumen dengan penjual unit selama masa cicilan berlangsung.

Untuk KPR SSO ini, ada porsinya KPR dan ada porsi equity dalam hal ini BP Tapera. Ada 2 kewajiban dari debitur atau nasabah, pertama dari sisi angsuran KPR dan sewanya.

Hirwandi menyebutkan, KPR SSO ini sudah dikomunikasikan dengan PUPR untuk dibuat program subsidinya. Dimana tidak seluruhnya akan disubsidi dari awal tetapi akan dilihat dulu keterjangkauan dari masyarakat tersebut.

Sebagai contoh, jika harga jual Rp150 juta, maka Rp50 juta di KPR-kan lalu Rp100 juta dibayarkan oleh BP Tapera dengan dana FLPP. Konsumen kemudian menyewa dulu kepada BP tapera. Jadi ada 2 yakni KPR dan uang sewa.

Setelah cicilan KPR yang Rp50 juta habis selama jangka waktu 10 tahun , maka dilanjutkan mencicil KPR yang dibayarkan BP Tapera sebesar Rp100 juta. Dengan pertimbangan, dalam jangka waktu 10 tahun itu penghasilan konsumen sudah meningkat.

“Ini terobosan-terobosan untuk rumah subsidi yang sudah kami bicarakan dengan Kementerian PUPR. Tapi intinya adalah bagaimana ini terjangkau bagi masyarakat,” tegas Hirwandi.

REI merayakan puncak HUT ke-51 di Medan, Sumatera Utara. Perhelatan besar tahunan REI tersebut digelar dari tanggal 1-4 Maret, dan diisi dengan beragam kegiatan seperti bakti sosial, city tour dan Danau Toba Trip.

Sekitar 1.000 orang keluarga besar REI diperkirakan hadir meramaikan HUT REI ke-51. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • pemkab mentawai

    Gandeng RGI, Pemkab Mentawai Kembangkan Destinasi Wisata Dunia

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • 0Komentar

    ‎JAKARTA – Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Mentawai menjalin kerja sama dengan kelompok usaha nasional Riyadh Group Indonesia (RGI) dalam pengembangan destinasi wisata seluas sekitar 5.000 hektar beserta fasilitas pendukungnya di Kepulauan Mentawai. Penandatanganan nota kesepahaman bersama (MoU) antara kedua belah pihak dilakukan oleh Bupati Kepulauan Mentawai Dr. Rinto Wardana SH, MH dan Presiden Direktur Riyadh […]

  • bank flpp

    PUPR Lakukan Penataan Kawasan Terpadu 514 Kabupaten/Kota

    • calendar_month Kamis, 14 Apr 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berkomitmen mendukung terwujudnya percepatan penanganan miskin ekstrem di Tanah Air. Penanganan dilakukan melalui pendekatan penataan kawasan secara terpadu yang dilaksanakan secara bertahap pada 514 kabupaten/kota hingga tahun 2024. “Data BKKBN memuat informasi tiga indikator terkait infrastruktur PUPR yakni akses sumber air minum utama, akses sanitasi, dan […]

  • rumah subsidi

    Penyaluran Rumah Subsidi Baru 100 Ribuan, Menteri PKP Optimistis Target Tercapai

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Perumahan Rakyat dan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyatakan keoptimisannya bahwa target penyaluran rumah subsidi melalui FLPP yang mencapai 350 ribu unit akan tercapai tahun ini. Hingga pertengahan Juli 2026, penyaluran rumah subsidi telah mencapai 102.900 unit. “FLPP bukanlah program baru, namun dalam satu tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo, capaian penyaluran rumah subsidi […]

  • Kota Podomoro Tenjo (Foto: Istimewa)

    Baru, Klaster Kaliandra di Kota Podomoro Tenjo

    • calendar_month Rabu, 2 Mar 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) terus melakukan pengembangan di kawasan Kota Podomoro Tenjo. Sekarang, APLN telah meluncurkan klaster terbaru di kawasan ini yakni Kaliandra. Berada di timur kawasan, pembangunan klaster Kaliandra berada paling dekat dengan Deluxe Club House, Stasiun Tenjo dan kawasan pengembangan Grand Transit Oriented Development (TOD). Hal ini tentunya memberikan kemudahan […]

  • Ilustrasi Pusat Data

    Ini Kota dengan Pasar Pusat Data Terbesar, Bagaimana Jakarta?

    • calendar_month Sabtu, 22 Jan 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Empat Kota di Asia Pasifik, yaitu Singapura, Hong Kong, dan Sydney berada di dalam peringkat 10 besar pasar pusat data di dunia. Kini, pasar pusat data Asia Pasifik terus tumbuh dengan pesat dan akan menjadi kawasan pusat data terbesar di dunia pada dekade mendatang. “Prospek Asia Pasifik sangat positif. Banyak perusahaan multinasional yang […]

  • Temui Menteri ATR/BPN, REI Minta Solusi Persoalan Ini

    Temui Menteri ATR/BPN, REI Minta Solusi Persoalan Ini

    • calendar_month Senin, 26 Sep 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Hadi Tjahjanto menerima audiensi Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI). Ada empat permasalahan pengembang yang dilaporkan Ketua Umum REI Paulus Totok Lusida. “Saya siap mendukung REI dan bersama-sama mencari solusi kendala pembangunan perumahan,” tegas Menteri ATR/Kepala BPN Hadi Tjahjanto saat menerima […]

Translate »
expand_less