Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Angka Backlog Tidak Berkurang, Dibutuhkan Capres Peduli Perumahan!

Angka Backlog Tidak Berkurang, Dibutuhkan Capres Peduli Perumahan!

  • calendar_month Kamis, 5 Okt 2023
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Presiden Joko Widodo pada saat membuka Musyawarah Nasional Realestat Indonesia (Munas REI) tahun 2023 menegaskan bahwa angka backlog perumahan nasional masih sangat besar mencapai 12,7 juta unit. Padahal, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) selalu mengklaim sudah membangun sejuta rumah setiap tahunnya.

Pakar Perumahan Nasional, Panangian Simanungkalit mengatakan nyatanya dari 2014 sampai 2023 angka backlog perumahan tidak berkurang bahkan seperti jalan di tempat. “Seharusnya dalam 9 tahun ini backlog sudah berkurang 9 juta unit sejak 2014. Tapi seperti lirik lagu, tetap saja masih seperti yang dulu,” kelakarnya.

Menurutnya, karena bangsa Indonesia sudah memasuki tahun pemilu dan pilpres, maka sudah saatnya rakyat bertanya-tanya siapa calon presiden (capres) yang memberikan perhatian kepada sektor perumahan? Pasalnya, kata Panangian, persoalan backlog perumahan hanya dapat diselesaikan jika presiden memiliki visi misi yang jelas terkait perumahan rakyat.

Terlebih, Indonesia memiliki target zero backlog pada 2045. Panangian menyebutkan, dibutuhkan strategi untuk menyelesaikan angka backlog yang sekarang mencapai 12,7 juta unit. Kalau dihitung mulai 2024 nanti, maka hanya ada waktu 21 tahun lagi untuk menuju 2045. Maka setidaknya harus dibangun 600 ribu unit rumah per tahunnya.

“Selain itu ada kebutuhan sebanyak 700 ribu unit lagi dari keluarga baru seperti yang disampaikan Presiden Jokowi. Itu berarti, total rumah yang perlu dibangun setiap tahun harusnya 1,3 juta unit,” tegas Panangian.

Sementara itu, saat ini pasokan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) hanya sekitar 200 ribu hingga 250 ribu unit per tahun. Realisasi tersebut tidak jauh berbeda dari capaian pembangunan rumah di era orde baru termasuk di tahun jelang kejatuhan Soeharto.

“Di zaman Pak Harto, sebelum beliau jatuh itu realisasi pembangunan rumah mencapai sekitar 190 ribu unit per tahun. Lalu apa bedanya dengan sekarang?,” sebutnya.

Panangian Simanungkalit

Berarti penyelenggaraan perumahan tidak berjalan baik. Panangian mengaku prihatin, karena tidak ada kerja nyata untuk mengurangi angka backlog perumahan nasional.

Backlog perumahan adalah kesenjangan jumlah rumah terbangun dengan jumlah rumah yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Panangian juga menyoroti realisasi kredit pemilikan rumah (KPR) di Indonesia yang hanya Rp662 triliun atau 3% dari produk domestik bruto (PDB) nasional. Dibandingkan rasio KPR terhadap PDB negara lainnya, Indonesia jauh tertinggal. Panangian membandingkan dengan rasio KPR terhadap PDB Malaysia yang mencapai 34%, Singapura 42%, bahkan Vietnam sudah mencapai di atas 5%.

Anggaran Perumahan

Untuk memacu realisasi pembangunan perumahan, salah satu cara adalah dengan menambah jumlah anggaran subsidi perumahan. Anggaran subsidi perumahan saat ini sekitar Rp20 triliun, berada jauh dibawah subsidi pendidikan yang mencapai Rp570 triliun. Itu berarti, anggaran subsidi perumahan hanya 3% dari APBN. Bandingkan dengan negara-negara yang sudah maju atau yang paling dekat dengan Indonesia seperti Malaysia sebesar 10%.

“Idealnya sih kalau bisa mendekati 10%. Tapi kan nggak mungkin. Paling tidak ya Rp40 triliun sampai Rp50 triliun atau tiga kali lipat dari posisi sekarang. Yang jelas harus ada penambahan anggaran,” pungkasnya. (MRI)

  • Penulis: Muhammad Rinaldi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Komentar REI Soal Kebijakan Pembiayaan Perumahan di 2024

    Ini Komentar REI Soal Kebijakan Pembiayaan Perumahan di 2024

    • calendar_month Sabtu, 23 Mar 2024
    • 0Komentar

    JAKARTA – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) terus menjalin komunikasi dan berdiskusi dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder) mengenai strategi pembiayaan perumahan untuk mendukung pembangunan 3 juta unit rumah yang menjadi prioritas pemerintahan baru mendatang di bawah Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto mengatakan sejalan dengan pendekatan propertinomic pihaknya selalu mengambil sikap […]

  • mafia tanah

    AHY Ungkap Mafia Tanah di Jawa Tengah, Kerugian Negara Rp3,4 Triliun

    • calendar_month Selasa, 16 Jul 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) membongkar praktik mafia tanah yang terjadi di Kabupaten Grobogan dan Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Pengungkapan tindak kejahatan itu berhasil menyelamatkan objek tanah seluas 82,66 hektare serta potensi kerugian negara dan masyarakat senilai Rp3,42 triliun. “Negara merugi. Padahal kita sangat membutuhkan investasi. Mafia tanah membelenggu potensi […]

  • Penggunaan Produk Lokal Sebaiknya Dilakukan Bertahap

    Penggunaan Produk Lokal Sebaiknya Dilakukan Bertahap

    • calendar_month Selasa, 5 Jan 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Kewajiban penggunaan produk material bangunan dalam negeri di proyek konstruksi yang dibiayai negara dan properti bersubsidi di tahun 2021 sebaiknya dilakukan secara bertahap. Selain itu, perlu ada pengecualian untuk penggunaan beberapa produk seperti besi beton yang masih lebih murah jika diimpor. “Sebaiknya diterapkan secara bertahap dan dibatasi untuk produk impor tertentu. Tidak sekaligus, […]

  • Tagih Janji Kapolri, REI Riau Siap Bangun Rumah Polri

    Tagih Janji Kapolri, REI Riau Siap Bangun Rumah Polri

    • calendar_month Minggu, 7 Feb 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Pengembang yang tergabung dalam Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Riau bakal menyediakan fasilitas perumahan bagi personel Polda Riau dan Polresta Pekanbaru. Program penyediaan papan bagi personel Polri di lingkup Polda Riau dan Polresta Pekanbaru, Riau, ini sejalan dengan janji Kapolri Listyo Sigit Prabowo di depan Komisi Bidang Hukum DPR RI. “Kami mengajak seluruh […]

  • BTN Optimistis Permintaan Rumah Tetap Tumbuh di 2023

    BTN Optimistis Permintaan Rumah Tetap Tumbuh di 2023

    • calendar_month Jumat, 28 Okt 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) berhasil mempertahankan kinerja gemilang sepanjang periode Januari-September 2022. Salah satunya ditopang membaik dan bertumbuhnya sektor properti terutama di segmen hunian. Kondisi ini diproyeksi akan terus berlanjut di 2023. Wakil Direktur Utama Bank BTN, Nixon LP Napitupulu menyebutkan tahun depan permintaan rumah diharapkan akan tetap tumbuh, baik […]

  • The Mandalika Difokuskan Jadi Destinasi Utama Sport Tourism

    The Mandalika Difokuskan Jadi Destinasi Utama Sport Tourism

    • calendar_month Jumat, 29 Sep 2023
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) yang merupakan perusahaan anggota InJourney Group fokus mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika atau The Mandalika sebagai destinasi utama sport tourism di Indonesia. Direktur Utama ITDC, Ari Respati mengatakan pihaknya terus berupaya mengangkat citra The Mandalika sebagai destinasi sport tourism melalui pengembangan infrastruktur […]

Translate »
expand_less