Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Pemerintah Jangan Buta Tuli Sikapi Tuntutan Kenaikan Harga Rumah Subsidi

Pemerintah Jangan Buta Tuli Sikapi Tuntutan Kenaikan Harga Rumah Subsidi

  • calendar_month Rabu, 12 Apr 2023
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Pemerintah diharapkan tidak buta dan tuli terhadap desakan kenaikan harga rumah bersubsidi yang belum mengalami penyesuaian sekira empat tahun. Pengembang rumah khusus masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) menyoroti kucuran subsidi bagi kendaraan listrik.

“Pemerintah jangan buta atau tuli terhadap permintaan kenaikan harga rumah subsidi yang disuarakan pengembang MBR. Kami sangat kecewa dengan Pemerintah yang sudah memberikan subsidi untuk konsumen kendaraan listrik. Padahal kendaraan listrik bukan kebutuhan primer,” tandas Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPD REI) Sumatera Utara, Andi Atmoko Panggabean, di sela acara Buka Puasa Bersama Keluarga Besar REI, di Jakarta, Rabu, 12 April 2023.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa Pemerintah masih melakukan harmonisasi atas Rancangan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) tentang kenaikan harga jual rumah subsidi.

“Pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan mengenai kenaikan jual rumah khusus MBR yang masih dalam proses harmonisasi. Kebijakan subsidi tersebut guna membantu MBR untuk memperoleh hunian yang layak,” tukas Airlangga.

Menyoal tahapan harmonisasi yang sudah berlangsung cukup lama, Moko, sapaan karib Ketua DPD REI Sumut, berkilah bahwa pemerintah mestinya tidak memberikan harapan kosong. “Masalah harmonisasi sudah berlangsung lebih dari tiga bulan lalu mengapa tidak juga tuntas. Kami ingin ada kepastikan kapan kebijakan kenaikan harga jual bisa terbit. Janji pemerintah sampai sekarang belum terealisasi, itu yang kami tagih,” kata Moko.

Ketua DPD REI Kalimantan Selatan, Ahyat Sarbini mengatakan, sektor properti merupakan industri padat modal dan padat karya. Dia khawatir apabila Pemerintah masih terus menunda kenaikan harga jual rumah bersubsidi, bakal terjadi perlambatan penyediaan fasilitas hunian bagi kalangan MBR.

“Kami khawatir di daerah bakal terjadi stagnasi pembangunan hunian subsidi. Semula, kami mengusulkan besaran kenaikan harga rumah subsidi sebesar 7%. Tapi, informasinya besaran kenaikannya sekitar 5%, itu pun kami bisa menerimanya asalkan kenaikannya segera ditetapkan,” tandas Ahyat.

Terkait stagnasi penyediaan hunian di daerah, Ketua DPD REI Banten Roni Hardiriyanto Adali mengimbau agar pengembang tetap membangun perumahan. “Kami terus mengimbau teman-teman jangan berhenti jualan rumah. Pemerintah jangan terus molor memberikan janji kenaikan harga jual rumah subsidi. Perusahaan saja harus ada target waktu dalam perencanaan bisnis. Pemerintah jangan berikan harapan kosong,” ujarnya.

Anak Tiri

Moko menjelaskan, tanggung jawab perumahan menjadi urusan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Selain menangani perumahan, kementerian itu juga bertanggung jawab dalam penanganan infrastruktur dan pekerjaan umum lainnya.

“Mengapa rencana anggaran biaya (RAB) material maupun upah pekerja, tukang untuk pekerjaan konstruksi yang lain setiap tahun selalu ada kenaikan. Misalnya, untuk pembangunan gedung bertingkat, infrastruktur jalan, jembatan dan lainnya pasti selalu ada penyesuaian RAB. Sedangkan harga jual rumah bersubsidi yang notabene berada di satu kementerian yang sama, tidak mendapat perlakuan yang sama,” tukas Moko.

Moko menegaskan, developer merasa dianaktirikan oleh Kementerian PUPR. “Padahal Kementerian PUPR merupakan tempat kita bernaung. Kita berharap Kementerian PUPR dan Kementerian Keuangan tidak buta dan tuli untuk hal ini. Karena kita adalah garda terdepan membangun rumah rakyat,” ucapnya. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penerimaan Pajak Tahun 2023 Antisipasi Dampak Krisis Global

    Penerimaan Pajak Tahun 2023 Antisipasi Dampak Krisis Global

    • calendar_month Selasa, 30 Agt 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Target penerimaan pajak yang tertuang dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2023 dirancang dengan penuh kehati-hatian dan kewaspadaan tinggi. Hal ini seiring upaya pemerintah untuk menahan rambatan yang terjadi akibat naiknya risiko resesi ekonomi global. “Berbagai langkah reformasi perpajakan dengan pemberlakuan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan […]

  • BP Tapera Optimistis Capai Target Penyaluran FLPP 2022

    BP Tapera Optimistis Capai Target Penyaluran FLPP 2022

    • calendar_month Senin, 21 Nov 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) optimistis dapat mencapai target penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2022. Hal itu seiring hasil yang maksimal pada kuartal III-2022 yang mencapai lebih dari 80%, sehingga sisa target akan dapat terealisasi sebelum akhir tahun ini. “Kami optimis untuk sisa target yang ada akan dapat […]

  • Ilustrasi Pasar Ritel

    Relatif Stabil, Pasar Ritel di Jakarta Masih Dilirik Merek Internasional

    • calendar_month Senin, 14 Feb 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pasar ritel Jakarta secara keseluruhan relatif stabil selama kuartal terakhir tahun 2021. Konsultan properti Cushman & Wakefield menyebutkan bahwa Indonesia masih dipandang sebagai pasar potensial yang prospektif bagi merek-merek F&B internasional, meski di tengah kondisi pandemi yang tidak menentu. Director, Strategic Consulting Cushman & Wakefield Indonesia, Arief Rahardjo mengatakan, pasar ritel Jakarta secara […]

  • KPR

    Bank Syariah di Aceh Mulai Gencar Salurkan KPR

    • calendar_month Senin, 28 Mar 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Bisnis properti terutama perumahan di Provinsi Aceh sempat terjun bebas sejak awal 2020. Selain faktor pandemi, pemberlakuan Qanun Aceh No. 11 Tahun 2018 tentang lembaga Keuangan Syariah yang diterapkan sejak awal 2019 turut menganggu penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) di Bumi Serambi Mekkah karena bank melakukan konsolidasi. Namun kini, geliat penyaluran KPR sudah […]

  • pembatalan UU Tapera

    Senator Minta SiPetruk Ditunda

    • calendar_month Selasa, 22 Jun 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Ketua Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, Sukiryanto menilai bahwa aplikasi Sistem Pemantauan Konstruksi (SiPetruk) yang akan berlaku efektif per 1 Juli 2021, untuk dapat ditinjau kembali. “Sipetruk dinilai menghambat dan dirasa perlu ditinjau kembali,” ujar Sukiryanto dalam Rapat Dengar Pendapat Komite IV DPD RI dengan Direktorat Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum […]

  • bp tapera rumah guru

    BP Tapera Dukung Program Rumah untuk Guru Indonesia

    • calendar_month Selasa, 25 Mar 2025
    • 0Komentar

    BOGOR – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat atau BP Tapera menyatakan akan terus mendukung program 3 juta rumah dengan pembiayaan terjangkau bagi semua masyarakat Indonesia termasuk membantu para guru untuk memiliki rumah yang layak dan terjangkau, BP Tapera bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), Badan Pusat Statistik (BPS) […]

Translate »
expand_less