Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Ini Status Terkini PMK Soal Kenaikan Harga Rumah Subsidi

Ini Status Terkini PMK Soal Kenaikan Harga Rumah Subsidi

  • calendar_month Selasa, 11 Apr 2023
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Rancangan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) tentang rencana kenaikan harga jual rumah subsidi khusus masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) masih dalam tahap harmonisasi. Revisi aturan tersebut seiring telah terbitnya Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) dan aturan turunannya.

“Pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan mengenai kenaikan jual rumah khusus MBR. Saat ini PMK tersebut masih dalam proses harmonisasi. Kebijakan subsidi tersebut guna membantu MBR untuk memperoleh hunian yang layak,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, saat menyampaikan keynote speech secara daring dalam acara Diskusi Properti bertema ‘Kontribusi Industri bagi Perekonomian Nasional’ yang diselenggarakan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, di Jakarta, Senin, 10 April 2023.

Revisi regulasi mengenai batasan harga rumah subsidi sejalan telah keluarnya Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2022 tentang Pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). “PP Nomor 49/2022 merupakan tindak lanjut dari pemberlakuan UU HPP,” ujarnya.

Harga jual rumah bersubsidi saat ini masih mengacu pada Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kepmen PUPR) Nomor: 242/Kpts/M/2020 yang terbit Maret 2020 lalu. Beleid itu berisikan aturan pembaharuan terkait harga jual rumah bersubsidi, batasan penghasilan kredit pemilikan rumah subsidi, besaran suku bunga, tenor subsidi, batasan luas tanah dan bangunan rumah, serta besaran subsidi bantuan uang muka perumahan.

Beleid itu mencabut Kepmen PUPR Nomor: 535/Kpts/M/2019 tentang batasan harga jual rumah sejahtera tapak yang diperoleh melalui kredit/pembiayaan pemilikan rumah bersubsidi tertanggal 18 Juni 2019. Kendati demikian, tidak ada perubahan harga jual rumah bersubsidi pada Kepmen PUPR Nomor 242/2020 tersebut.

Harga jual rumah bersubsidi yang tertuang dalam Kepmen PUPR Nomor 535/2019 itu mengacu pada PMK Nomor 81 Tahun 2019 yang terbit pada 20 Mei 2019 silam. Adapun besaran kenaikan harga rumah subsidi di tahun 2019 berkisar 3 persen hingga 11 persen atau sekitar Rp 7 juta hingga Rp 11,5 juta per unit yang tergantung wilayahnya dari harga rumah subsidi tahun 2018.

Besaran Kenaikan

Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) telah mengupayakan usulan kenaikan harga jual rumah bersubsidi. Pasalnya, pengembang rumah bersubsidi sudah menantikan terbitnya PMK tentang kenaikan harga jual rumah subsidi.

Setidaknya, sejak setahun terakhir, REI berulangkali telah menyuarakan kenaikan harga jual rumah bersubsidi. Pertimbangannya, langkah pemerintah menaikkan harga jual rumah bersubsidi berkaitan langsung dengan kemampuan pengembang dalam memproduksi rumah bagi MBR.

Menurut Hari, kenaikan harga rumah bersubsidi saat ini merupakan hal yang mutlak. Sebab, harga jual saat ini membuat pengembang kewalahan menambal biaya produksi yang melambung tinggi.

“REI telah mengusulkan kenaikan harga jual rumah subsidi di rentang 7% hingga 13%. Badan Kebijakan Fiskal (BKF) masih membahas usulan kenaikan tersebut,” papar Sekretaris Jenderal DPP REI Hari Ganie.

Di sisi lain, kalangan perbankan menantikan terobosan dari pemerintah seiring rencana kenaikan harga jual rumah bersubsidi. Saat ini pengembang terpaksa menunda transaksi penjualan unit rumah bersubsidi karena khawatir potensi kerugian. “Banyak pengembang masih menahan penjualan rumah ready stock dari 2021 dan 2022,” ungkap Kepala Kantor Wilayah IV PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Muhammad Amin Sholeh.

“Dalam situasi ekonomi seperti sekarang, apabila terjadi kenaikan harga rumah subsidi, kami menunggu terobosan kebijakan dari Pemerintah. Kami berharap ada kepastian dari BP Tapera bahwa kenaikan harga jual itu termasuk pasokan dari tahun 2020,” imbuhnya.

Menurut Amin, apabila tidak ada kepastian itu, maka kebijakan kenaikan harga jual rumah subsidi akan mempersulit pengembang dan perbankan. “Jika tidak ada statemen itu, bank dan pengembang akan sulit mendapat titik temu,” tukas Amin. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • desentralisasi fiskal

    PEN Klaster Insentif Usaha Tembus 99 Persen

    • calendar_month Selasa, 23 Nov 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Realisasi klaster insentif dunia usaha dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) hingga November 2021 telah mencapai 99,4% yakni Rp 62,47 triliun dari pagu sebesar Rp 62,83 triliun. “Artinya ada kegiatan ekonomi, dan karena kegiatan ekonominya bergerak maka ada klaim atas insentif pajak. Kalau tidak ada kegiatan ekonomi atau tidak ada transaksi, maka tidak ada […]

  • Permintaan Lahan Industri Diprediksi Lebih Baik di 2023

    Permintaan Lahan Industri Diprediksi Lebih Baik di 2023

    • calendar_month Senin, 2 Jan 2023
    • 0Komentar

    JAKARTA – Permintaan lahan industri dan pergudangan di tahun 2023 diperkirakan sedikit lebih baik dibandingkan tahun 2022. Permintaan tertinggi diperkirakan berasal dari industri teknologi tinggi seperti pusat data, serta industri otomotif khususnya kendaraan listrik. Arief Rahardjo, Director of Strategic Consulting dari Cushman & Wakefield Indonesia mengatakan industri teknologi tinggi seperti pusat data, dan otomotif (industri […]

  • Bisnis Pembiayaan Rumah Diprediksi Tumbuh Positif di 2023

    Bisnis Pembiayaan Rumah Diprediksi Tumbuh Positif di 2023

    • calendar_month Kamis, 8 Des 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menilai generasi milenial yang mendominasi populasi masyarakat Indonesia saat ini sebagai salah satu captive market pasar properti di Indonesia. BTN mencatat ada sebanyak 5,8 juta generasi milenial (mengacu pada populasi berusia 21-40 tahun) di Indonesia yang belum memiliki rumah. Hal tersebut menjadi salah satu potensi bisnis […]

  • Helpdesk Perizinan REI Jadi Contoh untuk Asosiasi Lain

    Helpdesk Perizinan REI Jadi Contoh untuk Asosiasi Lain

    • calendar_month Rabu, 15 Feb 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) telah meluncurkan Helpdesk Perizinan, pada Rabu, 15 Februari 2023. Pemerintah bahkan menyebut layanan ini menjadi contoh bagi asosiasi lainnya yang akan membuat helpdesk perizinan berusaha serupa. “Helpdesk REI ini menjadi contoh bagi asosiasi lainnya,” tutur Deputi Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Andi Maulana, saat seremoni peluncuran Helpdesk […]

  • pengembangan infrastruktur digital

    Menkeu: Infrastruktur Digital Pacu Produktivitas dan Kinerja Ekonomi

    • calendar_month Minggu, 26 Feb 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah terus mendorong pengembangan infrastruktur digital guna memacu produktivitas dan kinerja ekonomi. “Pemerintah Indonesia fokus mengembangkan berbagai layanan digital bagi masyarakat, antara lain dalam bentuk portal e-government, e-taxation, dan sistem BPJS dalam skala nasional,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 24 Februari 2023. Sri Mulyani menjelaskan terkait pengembangan […]

  • Goweser, Yuk Jajal Trip Prambanan – Borobudur

    Goweser, Yuk Jajal Trip Prambanan – Borobudur

    • calendar_month Selasa, 13 Apr 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Peminat wisata olahraga atau beken dengan sebutan sport tourism makin berkembang. Guna menangkap peluang pasar ini, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) mengembangkan paket wisata bersepeda dengan rute Candi Prambanan – Candi Borobudur. Kekayaan alam serta budaya yang ada di Indonesia menjadi ikon yang unik untuk pengembangan sport tourism […]

Translate »
expand_less