Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Potensi Tidak Besar, Relaksasi Aturan Hunian WNA Jadi Katalis

Potensi Tidak Besar, Relaksasi Aturan Hunian WNA Jadi Katalis

  • calendar_month Kamis, 5 Okt 2023
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Pasar hunian bagi Warga Negara Asing (WNA) di Tanah Air tidak terlalu besar. Namun, kehadiran relaksasi aturan kepemilikan hunian bagi WNA akan menjadi katalis untuk mendongkrak penjualan properti, khususnya sektor apartemen.

“Aturan relaksasi pembelian residensial oleh orang asing sebenarnya ini lebih kepada sebagai katalis untuk keseluruhan penjualan apartemen karena potensi pembelian WNA ini sebenarnya tidak terlalu besar,” jelas Head of Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto dalam Colliers Virtual Media Briefing Q3 2023 pada Rabu, 4 Oktober 2023.

Ferry menjelaskan, minimnya pasar hunian bagi WNA dapat disebabkan karena minat mereka yang terbilang masing rendah. Akan tetapi, ketika WNA mulai aktif mengisi hunian maka akan menggerakkan seluruh pasar apartemen secara simultan.

“Tapi dengan kemungkinan WNA bisa beli ini tentu akan menjadi katalis buat pembeli lokal yang memang lebih mendominasi,” imbuh Ferry.

Pengembang Hunian WNA

Dia juga mengungkapkan, masih minim pengembang yang menggarap pasar hunian bagi WNA. Salah satunya penyebabnya adalah pasar hunian WNA di Indonesia masih belum tinggi. “Apalagi kalau kita lihat harganya yang boleh mereka beli adalah properti yang harganya di atas Rp3 miliar. Ini tentu akan membuat risiko yang lebih besar kalau memang fokus ke sana aja,” ucap Ferry.

Untuk membangkitkan pasar apartemen, lanjutnya, dapat dilakukan dengan cara menarik minat pembeli domestik. Pasalnya, stok apartemen masih cukup melimpah sementara pembelinya masih sangat kurang.

“Jadi, mereka mau beli lagi produk-produk yang sudah dibangun terutama yang sudah di-launching karena memang problemnya adalah di inventori yang sekarang ini saja pembelinya belum terlalu besar. Nah, ini PR-nya di situ,” katanya.

Senada dengan Ferry, Head of Advisory Services Colliers Indonesia, Monica Koesnovagril menuturkan, pengembang besar terlihat kurang bergeliat untuk mengembangkan hunian bagi WNA adalah karena melihat dari sisi hukum supply and demand.

“Pengembang besar enggan karena sebenarnya itu hukum supply and demand. Jadi karena sekarang demand-nya masih terbatas dan demand yang terbesar itu masih domestik karena apartemen segitu banyak nggak semuanya dipasarkan di asing,” urai Monica.

Adapun seperti diketahui bahwa untuk mendukung investasi di sektor properti, pemerintah telah menerbitkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan telah direvisi dengan UU Nomor 6 Tahun 2023 serta sejumlah aturan turunannya.

Pasar Apartemen

Colliers Indonesia merilis data yang memperlihatkan kinerja yang relatif lambat pada paruh ketiga tahun 2023. Penjualan apartemen mengalami perlambatan, hanya 145 unit yang berpindah tangan. Penurunan ini akibat kurangnya pilihan yang tersedia pada proyek yang sudah ada, ditambah dengan absennya proyek baru.

Laju penyerapan proyek dalam tahap konstruksi mengalami penurunan selama beberapa tahun terakhir, terutama karena jumlah proyek yang ditangguhkan semakinbanyak. Selain itu, saat ini minat untuk membeli proyek yang belum selesai pun berkurang, karena calon pembeli cenderung lebih percaya kepada proyek yang sudah selesai atau yang sudah ada.

“Kondisi pasar apartemen yang sedang lesu saat ini juga tercermin dari kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Selain itu berkurangnya harapan imbal hasil yang baik juga menyebabkan penurunan kepercayaan di kalangan pembeli properti,” tutup Ferry. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Optimalisasi Potensi Pariwisata di Sumut Selain Danau Toba

    Pemerintah Optimalisasi Potensi Pariwisata di Sumut Selain Danau Toba

    • calendar_month Minggu, 9 Jan 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah berkomitmen untuk menggarap potensi pariwisata di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) selain destinasi pariwisata super prioritas, Danau Toba. Pasalnya, masih banyak potensi pariwisata di provinsi ini yang belum tergarap optimal. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menyatakan siap mendukung pengembangan destinasi lainnya di provinsi tersebut. Salah […]

  • Ilustrasi TOD

    2022, TOD Diprediksi Masih Jadi Tren

    • calendar_month Sabtu, 8 Jan 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Bagi mereka yang memiliki lebih banyak tabungan dan pekerjaan dengan pendapatan yang lebih tinggi, akan memilih untuk membeli apartemen menengah ke atas atau mewah yang nyaman dan berlokasi di pusat kota ataupun yang berada di pinggiran. Tetapi akan ada juga orang yang lebih memilih perumahan yang terjangkau di daerah yang cukup jauh. Mereka […]

  • Strategi Vista Land Group Eksis 16 Tahun Bangun Rumah Subsidi

    Strategi Vista Land Group Eksis 16 Tahun Bangun Rumah Subsidi

    • calendar_month Senin, 19 Jun 2023
    • 0Komentar

    JAKARTA – Perusahaan properti, Vista Land Group merupakan salah satu dari lima besar pengembang nasional di segmen rumah subsidi. Pengembang yang dijuluki sebagai ”Ahlinya Rumah Subsidi” ini menutup semester I-2023 dengan kembali menggelar awarding day bagi para sales dan agen pemasaran properti yang selama ini mendukung penjualan produk Vista Land. Acara bertajuk “Sales Excellence Award […]

  • Perumnas dan Wamen PKP

    Pacu Program 3 Juta Rumah, Perumnas Siapkan Lahan 1.575 Ha

    • calendar_month Selasa, 18 Mar 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Perum Perumnas telah menyiapkan lahan seluas 1.575,64 hektare atau setara 150.152 unit hunian di seluruh Indonesia untuk mendukung Program 3 Juta Rumah. Salah satu proyek strategis yang sedang dikembangkan adalah Blok K Pulogebang, Jakarta Timur. Di atas lahan seluas 3,1 hektare tersebut akan dibangun dua rumah susun (rusun) untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan […]

  • nixon btn

    BTN Siapkan Pembiayaan Rp3,4 Triliun untuk Rumah Guru

    • calendar_month Selasa, 25 Mar 2025
    • 0Komentar

    BOGOR – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk  atau BTN bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), Badan Pusat Statistik (BPS), dan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) meluncurkan Program Rumah untuk Guru Indonesia. Program ini sebuah kolaborasi lintas sektor untuk membantu para guru di seluruh Indonesia memiliki […]

  • Tata Kawasan Kumuh Gorontalo, PUPR Sediakan Rusun MBR

    Tata Kawasan Kumuh Gorontalo, PUPR Sediakan Rusun MBR

    • calendar_month Sabtu, 2 Okt 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Pemerintah Kota Gorontalo menyiapkan rumah susun (rusun) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Selain berfungsi untuk optimalisasi pemanfaatan lahan, hunian vertikal ini juga berperan dalam upaya penataan kawasan kumuh di wilayah perkotaan. “Kami mengajak Pemkot Gorontalo untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat khususnya MBR agar tinggal di rusun,” […]

Translate »
expand_less