Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » 2023, Tingkat Hunian Ruang Kantor di Jakarta Diproyeksi Turun

2023, Tingkat Hunian Ruang Kantor di Jakarta Diproyeksi Turun

  • calendar_month Jumat, 6 Jan 2023
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Tingkat hunian ruang perkantoran di Jakarta diperkirakan akan kembali turun pada 2023. Hal tersebut disebabkan tingginya jumlah pasokan baru ruang kantor pada tahun ini yang diperkirakan mencapai 330.000 meter persegi di kawasan pusat bisnis (CBD) Jakarta dan 12.000 meter persegi di luar CBD.

Ferry Salanto, Senior Associate Director Colliers Indonesia menyebutkan permintaan kantor sudah mulai menurun sejak awal tahun 2022 menyusul banyaknya perusahaan yang menahan untuk melakukan relokasi dan ekspansi sembari menunggu stabilnya kondisi ekonomi. Di akhir 2022, tingkat hunian di CBD tecatat sebesar 74,7%, sedangkan di luar CBD sebesar 70,8%.

“Tingkat hunian diharapkan akan mulai membaik pada tahun 2024, karena saat itu pasokan baru makin terbatas,” ujar Ferry dalam laporan risetnya yang diterima Jumat (6/1/2022).

Penurunan tingkat okupansi menjadi tantangan bagi landlord (pengelola gedung kantor) karena tingkat persaingan menjadi lebih ketat. Namun di sisi lain, para tenant (penyewa) akan mendapat keuntungan, karena memiliki banyak pilihan lokasi dan harga sewa.

Hingga akhir 2022, total pasokan ruang perkantoran di CBD Jakarta sekitar 7,04 juta meter persegi, sementara di luar CBD mencapai 3,72 meter persegi.

“Sejumlah proyek perkantoran mengalami penundaan penyelesaian di 2022, terutama yang berlokasi di wilayah CBD Jakarta. Namun diperkirakan akan kembali dikerjakan dan rampung pada 2023,” papar Ferry.

Tiga gedung baru yang selesai di tahun 2022 antara lain PNM Tower (Office One), Menara BRI dan MTH 27. Adapun tarif dasar sewa di 2022 sebesar Rp249.562 per meter persegi per bulan di CBD dan Rp174.563 di luar CBD. Landlord tercatat masih memberikan insentif, namun tidak lagi berbentuk diskon, melainkan dalam bentuk keringanan fit-out, tarif parkir dan sebagainya.

“Penyesuaian biaya pemeliharaan diperkirakan terjadi di 2023 seiring dengan naiknya UMR, tarif listrik dan bahan bakar,” ujarnya.

Dia menambahkan, kondisi tenants market terus memaksa para landlord untuk terus akomodatif dan fleksibel. Beroperasinya gedung kelas premium juga akan memengaruhi perhitungan rata-rata tarif dasar sewa.

Sementara itu, harga jual ruang kantor turun di 2022, karena pemilik dan investor mulai realistis dengan kondisi pasar yang belum kondusif. Diskon antara harga penawaran dan yang ditransaksikan masih cukup tinggi.

Colliers memproyeksikan, permintaan pasokan perkantoran masih akan di kontribusi dari perusahaan di bidang energi terbarukan. Sektor ini diyakini akan menjadi penggerak permintaan ruang perkantoran ke depannya.

Perkantoran di Surabaya

Kondisi yang hampir sama juga terjadi pada pasar perkantoran di Surabaya, kota terbesar kedua di Indonesia. Data Colliers Indonesia mengatakan permintaan ruang kantor di Surabaya masih terbatas namun terlihat menguat ke depannya.

Di 2022, tingkat hunian ruang kantor di Surabaya tercatat hanya 53,0%. Permintaan perkantoran masih didominasi oleh kebutuhan ruang kantor ukuran kecil. Sementara itu, perusahaan rintisan (start-up) terutama di sektor IT dan keuangan masih menjadi yang teraktif menyerap ruang kantor di Surabaya.

“Beberapa sektor perusahaan yang sebelumnya sangat terdampak pandemi seperti travel and tourism mulai berangsur pulih,” kata Ferry.

Menurutnya, ruang kantor yang fleksibel juga terus disediakan oleh para pengelola gedung dengan menyesuaikan layout. Ruang kantor fleksibel siap pakai kedepannya akan lebih banyak dikelola oleh manajemen gedung sendiri dibandingkan dengan bekerja sama dengan operator atau pihak ketiga.

Dari sisi pasokan, dilaporan aktivitas konstruksi melambat di 2022, sehingga jumlah pasokan sangat terbatas. Hanya ada satu gedung kantor baru yakni Pelindo Place Office Tower yang beroperasi di tahun 2022. Pasokan kumulatif gedung kantor di Surabaya tercatat sebesar 609.325 meter persegi di akhir tahun lalu.

Tarif dasar sewa perkantoran di kota tersebut tercatat sebesar Rp139.669 per meter persegi per bulan, dan tidak mengalami perubahan selama dua tahun terakhir. Insentif berbentuk diskon tidak lagi diberikan pengelola gedung, namun mereka memberikan pilihan kepada calon penyewa baru berupa penyesuaian budget seperti menawarkan ruang kantor siap pakai serta ruangan semi-furnished yang ditinggalkan oleh penyewa sebelumnya.

“Tahun ini, pengembang masih waspada dan berhati-hati dalam memulai konstruksi perkantoran di Surabaya” pungkas Ferry. (MRI)

  • Penulis: Muhammad Rinaldi

Rekomendasi Untuk Anda

  • emisi karbon

    3R, Upaya Mencapai Karbon Net-Zero Properti

    • calendar_month Sabtu, 2 Jul 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Sektor properti dan konstruksi saat ini bertanggung jawab atas hampir 40% penggunaan energi akhir dan proses-terkait emisi karbon dioksida (CO2). Mengurangi emisi dengan langkah 3R dapat menjadi salah satu cara mencapai karbon net-zero pada properti. “Bagaimana kita mencapai karbon net-zero pada properti? Mengurangi emisi adalah jalan yang paling jelas untuk diambil. Global Status […]

  • The First Stone

    The First Stone Pasarkan Hunian 3 Lantai di Cluster Emerald

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
    • 0Komentar

    TANGERANG – PT Mentari Abadi Sentosa (MAS), pengembang perumahan The First Stone Tangerang menawarkan rumah dengan konsep tiga lantai di produk terbaru mereka, Cluster Emerald. Produk ini merupakan cluster ketiga yang dikembangkan The First Stone dengan jumlah rumah sebanyak 377 unit yang dibangun di atas lahan seluas 4,5 hektar. Direktur Utama PT MAS, Indrawan Soemarko […]

  • Renovasi Tuntas, Totok Lusida Resmikan Graha REI Jatim

    Renovasi Tuntas, Totok Lusida Resmikan Graha REI Jatim

    • calendar_month Senin, 31 Jul 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Jawa Timur telah merampungkan proses renovasi Gedung Graha REI Jawa Timur di Jln Bedadung No. 2 Surabaya, Jawa Timur (Jatim). Peresmian Graha REI REI Jatim ditandai penandatanganan prasasti oleh Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) REI Paulus Totok Lusida, pada Jumat, 28 Juli 2023. DPD REI Jatim memajukan jadwal […]

  • Kementerian Komdigi

    45 Ha Aset Lahan Kementerian Komdigi Siap Dijadikan Rusun

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) tengah menjajaki peluang pemanfaatan lahan milik Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) seluas 45 hektare di Depok, Jawa Barat, untuk dijadikan rumah susun (rusun) subsidi. “Kami sudah mengecek bersama tim dari Kementerian PKP dan Kementerian Komdigi. Dua Inspektur Jenderal diturunkan untuk memastikan status hukumnya. Hasilnya, secara legal lahan ini […]

  • perumahan terjangkau

    Duh! Upaya Pemerintah Bangun Perumahan Terjangkau Dinilai Masih Kurang

    • calendar_month Selasa, 13 Sep 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Temuan survei Rumah.com Consumer Sentiment Survey H2 2022 menunjukkan indeks sentimen properti menjadi 59 poin naik 2 poin dari semester sebelumnya. Namun sayangnya, persepsi konsumen terhadap upaya pemerintah untuk membuat perumahan terjangkau justru menurun dari sebelumnya 56 persen responden survei menjadi 53 persen. “Hal ini bisa dilihat bahwa kebijakan Pemerintah dirasakan konsumen masih […]

  • Sekretaris Jendral ATR/BPN Himawan Arief Sugoto (Foto: Sinar Pagi Baru)

    Ini Manfaat Bank Tanah Untuk Hunian MBR

    • calendar_month Minggu, 7 Feb 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Kehadiran Bank Tanah sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UUCK), diharapkan dapat menjawab tantangan dalam program penyediaan fasilitas hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Pasalnya, selama ini tanah menjadi komoditi yang tidak pernah mengalami deflasi, dengan kata lain selalu menunjukkan kecenderungan adanya lonjakan harga. “Komponen harga rumah tentunya […]

Translate »
expand_less