Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » BPJS Ketenagakerjaan Gandeng BTN Tingkatkan Penyaluran MLT

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng BTN Tingkatkan Penyaluran MLT

  • calendar_month Kamis, 28 Okt 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JakartaBadan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menggandeng PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk guna meningkatkan penyaluran Manfaat Layanan Tambahan (MLT) perumahan pekerja/buruh. Dengan terjalinnya kerja sama ini maka akan memberikan alternatif pilihan bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan dalam pembiayaan KPR.

“Kerja sama ini memberi opsi baru kepada para peserta BPJS dalam pembiayaan KPR. Bank BTN di sisi lain juga memperoleh manfaat yang tidak kalah besar melalui kerja sama ini,” ungkap Direktur Utama Bank BTN, Haru Koesmahargyo dalam konferensi pers secara daring, Kamis, 28 Oktober 2021.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo berharap, kerja sama ini dapat membantu pekerja/buruh memperoleh rumah. Dengan terpenuhinya kebutuhan akan papan ini maka mengindikasikan ada peningkatan kesejahteraan dari para pekerja/buruh.

“Hal ini sejalan dengan visi kami mewujudkan jaminan sosial ketenagakerjaan yang terpercaya, berkelanjutan dan menyejahterakan seluruh pekerja,” ucap Anggoro.

Anggoro menjelaskan, BPJS Ketenagakerjaan dan Bank BTN berkomitmen untuk mensukseskan program negara terkait manfaat layanan tambahan bagi pekerja/buruh sesegera mungkin. Dan ke depannya, BPJS Ketenagakerjaan akan segera merevisi kerja sama dengan bank-bank anggota Himbara dan Asbanda. Tujuannya adalah agar MLT ini makin merata dan bermanfaat lebih luas lagi.

“Lebih lanjut, berdasarkan evaluasi kami kerjasama-kerjasama sebelumnya, penyaluran MLT ini masih perlu dioptimalkan. Oleh karena itu dengan penyesuaian suku bunga funding dan dan lending yang sudah kita sepakati bersama, semoga kesepakatan ini bisa mendorong penyaluran MLT lebih baik lagi,” terang Anggoro.

Saat ini, imbuh Anggoro,  BPJS Ketenagakerjaan memiliki jumlah pekerja yang terdaftar sebanyak 49 juta peserta. Dari angka itu, peserta yang aktif berjumlah 29 juta pekerja. Kondisi tersebut akan menjadi potensi yang besar juga untuk Bank BTN sebagai agent of development.

Butuh Dukungan Pengembang

Agar program MLT dapat berjalan dengan baik, butuh dukungan dari semua stakeholder perumahan, termausk pengembang perumahan (developer). Hal ini diungkapkan oleh Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Ditjen PHI Jamsos TK) Kementerian Ketenagakerjaan, Indah Anggoro Putri.

“Dalam berbagai aktivitas sosialisasi atau penyebaran pemahaman informasi tentang MLT, tentu saya sangat harapkan BPJS Ketenagakerjaan dapat melibatkan para developer, perusahaan pengembang perumahan untuk ikut terlibat dalam program-program sosialisasi bersama dengan bank-bank himbara dan Asbanda,” jelas Indah dii acara yang sama.

Menurut Indah, selain sosialisasi secara masif mengenai program MLT, BPJS Ketenagakerjaan juga perlu melakukan kerja sama serupa dengan bank-bank lain. Sementara itu khusus untuk Bank BTN, Kemenaker berharap adanya kemudahan persyaratan bagi pekerja yang akan mengambil program MLT.

“Kami dari Kemenaker sangat berharap BTN dapat memberikan kemudahan-kemudahan persyaratan perbankan kepada pekerja/buruh yang mengajukan kredit perumahan melalui program MLT ini,” pungkas Indah.

Sebagai informasi, Kementerian Kenetagakerjaan telah menerbitkan kebijakan Permenaker Nomor 17 Tahun 2021. Aturan ini berisi tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 35 Tahun 2016 Tentang Tata Cara Pemberian, Persyaratan, dan Jenis Manfaat Layanan Tambahan Dalam Program Jaminan Hari Tua.

Dengan terbitnya beleid tersebut maka harapannya akan makin meningkatkan penyaluran MLT program JHT BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga makin memudahkan para pekerja/buruh untuk memperoleh rumah yang layak huni.  (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • widari village

    Infrastruktur Tol Pacu Penjualan Widari Village

    • calendar_month Senin, 16 Jun 2025
    • 0Komentar

    TANGERANG – Pembangunan infrastruktur jalan tol yang melintasi Kabupaten Tangerang, Banten memberikan dampak positif bagi industri properti. Salah satu proyek perumahan yang terdampak positif adalah Widari Village yang dikembangkan Wida Agung Group. William Widjaja, Direktur Utama Wida Agung Group mengatakan pembangunan tol JORR II yang fokus di bagian barat Jakarta, tepatnya di ruas Serpong – […]

  • Area Komersial Puri Junction Lengkapi Fasilitas di Metland Puri

    Area Komersial Puri Junction Lengkapi Fasilitas di Metland Puri

    • calendar_month Jumat, 2 Agt 2024
    • 0Komentar

    TANGERANG – PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) menambah fasilitas commercial block di Metland Puri yaitu Puri Junction. Kawasan komersial itu hadir dengan konsep open plaza untuk melengkapi kebutuhan maupun gaya hidup (lifestyle) penghuni maupun warga sekitar. “Puri Junction akan menjadi warna bagi Metland Puri, dimana saat ini kawasan tersebut banyak dimanfaatkan oleh penghuni maupun warga […]

  • Ilustrasi Investasi Properti Asia Pasifik

    Wow! Volume Investasi Properti Diprediksi Tembus USD200 Miliar

    • calendar_month Kamis, 30 Des 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Konsultan real estat global JLL memperkirakan volume investasi properti Asia Pasifik tahun 2022 akan mencapai sekitar USD200 miliar. Angka tersebut 15 persen lebih tinggi dari perkiraan volume investasi properti Asia Pasifik tahun 2021, yang saat ini telah mencapai USD162-169 miliar. “Pasar real estat Asia Pasifik pada 2022 akan lebih kuat dari tahun sebelumnya, […]

  • Dirjen Tata Ruang Kementerian ATR/BPN Abdul Kamarzuki (Foto: Istimewa)

    Dirjen Tata Ruang Minta Daerah Bentuk Forum Penataan Ruang

    • calendar_month Senin, 14 Jun 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) meminta pemerintah daerah untuk segera membentuk forum penataan ruang. Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Tata Ruang Abdul Kamarzuki dalam sosialisasi sosialisasi PP No. 21 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang bagi wilayah Provinsi Bali, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan Provinsi Nusa Tenggara Barat. “Saya […]

  • Pemerintah memastikan pencairan dana tambahan kuota FLPP cair.

    Kementerian ATR/BPN Sosialisasi Pentingnya Konsolidasi Tanah

    • calendar_month Rabu, 30 Mar 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Kendati konsolidasi tanah sudah diterapkan sejak tahun 1980 silam, namun ketiadaan konsep pengembangan pertanahan telah memicu timbulnya beragam persoalan. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) berupaya mendorong konsolidasi tanah sebagai strategi pengadaan tanah. Salah satunya melalui penataan kembali penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah guna mengatasi beragam isu pertanahan. “Konsolidasi tanah memiliki […]

  • Pemanfaatan ZNT

    Pemanfaatan Peta ZNT Optimalkan PAD

    • calendar_month Sabtu, 7 Mei 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemanfaatan peta Zona Nilai Tanah (ZNT) dapat mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pemerintah daerah (pemda). Selain itu, pemanfaatan peta ZNT dapat mencegah terjadinya korupsi terhadap PAD. “Sehingga KPK mendapat gambaran yang jelas mengenai peta-peta tersebut yang menghasilkan informasi nilai tanah dan menjadi harapan bersama bahwa informasi nilai tanah dapat mendukung optimalisasi PAD dan […]

Translate »
expand_less