Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Siap-siap, BPJS Ketenagakerjaan Mau Permudah Pembiayaan Perumahan

Siap-siap, BPJS Ketenagakerjaan Mau Permudah Pembiayaan Perumahan

  • calendar_month Kamis, 8 Jul 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Kabar gembira bagi pekerja yang ingin memiliki rumah karena bakal ada amandemen Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor: 35 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pemberian, Persyaratan, dan Jenis Manfaat Layanan Tambahan (MLT) dalam Program Jaminan Hari Tua (JHT).

Amandemen Permenaker No.35/2016 ini nantinya diharapkan dapat menggairahkan industri properti Tanah Air sekaligus makin mempermudah pekerja untuk memiliki rumah. Melalui program MLT, para peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan yang memenuhi syarat bisa memperoleh fasilitas pembiayaan perumahan pekerja.

Ada beberapa hal yang melatarbelakangi amandemen Permenaker No.35/2016, antara lain kurangnya promosi dan sosialisasi. Pasalnya, banyak peserta yang belum mengetahui ada fasilitas MLT program JHT.

Selain itu, kurangnya ketertarikan bank untuk menyalurkan MLT karena selisih keuntungan bank terlalu kecil. Dalam Permenaker No.35/2016 suku bunga yang dikenakan kepada peserta untuk PUMP, KPR dan PRP paling tinggi sebesar 3 persen diatas tingkat suku bunga Bank Indonesia 7 DRRR.

Kemampuan daya beli peserta masih rendah dan penyediaan lahan untuk rumah tapak dan akses transportasi juga hal yang melatarbelakangi amandemen tersebut.

Berdasarkan dokumen yang masuk ke meja redaksi industriproperti.com, beberapa poin perubahan dalam Permenaker No.35/2016 yang diharapkan dapat mempermudah pekerja memiliki rumah, antara lain adanya penambahan bank penyalur yang semula hanya bank pelat merah (Bank BUMN) diperluas dengan mengikutsertakan Bank Pembangunan Daerah (BPD).

Apalagi selama ini, penyaluran MLT oleh BPJS Ketenagakerjaan hanya bekerjasama dengan empat Bank Pemerintah, yaitu BTN, BNI, BRI dan Bank Mandiri.

Poin perubahan lainnya adalah adanya penambahan pengaturan suku bunga lending dan funding dan penambahan skema baru yaitu novasi (semacam take over KPR).

Sejak adanya MLT ini sampai dengan tahun 2020, penyaluran MLT baru mencapai angka Rp 641 miliar dengan jumlah rumah sebanyak 2.528 unit. Sementara itu, dengan adanya perbagai perubahan yang tengah disusun saat ini, ditargetkan penyaluran MLT pada 2026 mencapai Rp 7,5 triliun atau setara untuk membiayai 24.739 unit rumah!

Adapun ada empat jenis MLT pembiayaan perumahan yang diberikan kepada peserta, yaitu kredit konstruksi, pinjaman renovasi, fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR), dan pinjaman uang muka. Dari keempat jenis MLT tersebut, fasilitas KPR menjadi pilihan favorit peserta.

Untuk harga rumah yang bisa dibiayai oleh BPJS Ketenagakerjaan setelah adanya revisi Permenaker  No.35/2016 ini juga dikabarkan bisa untuk rumah dengan maksimal harga jual Rp 500 juta. (ADH/BRN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Tampung Aspirasi Protes Kenaikan Pajak Hiburan

    Pemerintah Tampung Aspirasi Protes Kenaikan Pajak Hiburan

    • calendar_month Selasa, 16 Jan 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah memastikan membuka ruang aspirasi atas keberatan pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif terkait kenaikan pajak hiburan. Hal ini seiring pengajuan judicial review atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. “Proses judicial review baru masuk pada 3 Januari 2024 dan sedang dipersiapkan jadwal pembahasannya. Jadi mohon […]

  • Webinar Jaduman Mataraman Tlatah Ngawi

    REI Siap Bangun Kabupaten Ngawi, Asalkan …

    • calendar_month Sabtu, 30 Okt 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Pengembang yang tergabung dalam Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) menyatakan kesiapannya untuk membangun Kabupaten Ngawi. Namun, kepastian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) harus jelas sehingga akan menarik investor untuk berusaha di Kabupaten Ngawi. “Iya. Karena di manapun ada opportunity itu pasti kita siap dan memang pengusaha itu orientasinya bukan hanya profit. RTRW kalau […]

  • ipba 2026

    IPBA 2026, Menteri Ara Tepati Janji Serahkan 60 Hadiah Umrah

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAKARTA – Malam penganugerahan 20th Annual Indonesia Property & Bank Award atau IPBA 2026 berlangsung sukses di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, pada Jumat (28/8) malam. Di event ini, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) menepati janjinya untuk memberikan apresiasi 60 hadiah umrah bagi para karyawan perusahaan pengembang dan marbot masjid. Mengusung tema […]

  • kota global

    Tak Lagi Ibu Kota, Jakarta akan Menjadi Kota Global

    • calendar_month Kamis, 18 Jan 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemprov DKI Jakarta sedang mempersiapkan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi DKI Jakarta untuk mewujudkan Jakarta menjadi kota global yang kompetitif. “Ini menjadi acuan pembangunan Kota Jakarta 20 tahun ke depan. Khususnya, untuk membawa Jakarta menjadi pusat perdagangan, pusat kegiatan berbagai layanan jasa termasuk layanan jasa keuangan, serta kegiatan bisnis nasional, […]

  • BP Tapera Optimistis FLPP Kuartal III 2022 Lampaui Target

    BP Tapera Optimistis FLPP Kuartal III 2022 Lampaui Target

    • calendar_month Kamis, 15 Sep 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) optimistis mampu mencapai target penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada Kuartal III-2022. Realisasi penyaluran dana FLPP per 14 September 2022 mencapai 141.547 unit rumah senilai Rp 15,73 triliun. “Kami mampu melampaui target dengan pencapaian sebesar 100,57 persen dari sisi nominal. Dari sisi unit telah mencapai […]

  • Menko Airlangga

    Menko Airlangga Respons Usulan REI Soal Layanan Publik di Sektor Perumahan

    • calendar_month Kamis, 15 Des 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto merespons sejumlah usulan Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI) terkait Kebijakan atas Persoalan Layanan Publik di Sektor Perumahan. “Sehubungan dengan Surat DPP REI perihal Kebijakan atas Persoalan Layanan Publik di Sektor Perumahan bersama ini kami sampaikan Nomor Induk Berusaha (NIB) pada sektor perumahan yaitu […]

Translate »
expand_less