Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Ini Usulan REI Soal Tapera

Ini Usulan REI Soal Tapera

  • calendar_month Selasa, 8 Des 2020
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta –  Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) segera beroperasi pada Januari tahun depan. Agar kepesertaan BP Tapera lebih meluas, maka penarikan iuran bagi peserta Tapera bisa didapat sebagian dari iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan yang sudah lebih dulu ada.

“Tupoksi (tugas, pokok, dan fungsi) BP Tapera ini mirip dengan BPJS Ketenagakerjaan BPJS Kesehatan. Supaya lebih memperbesar keikutsertaan masyarakat, kami mengusulkan supaya iuran BP Tapera dapat diambil dari sebagian iuran BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan sehingga tidak perlu lagi menambah beban bagi pelaku usaha sebagai pemberi kerja,” kata Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI) Bidang Percepatan Pembangunan Perumahan Subsidi, M. Arief Mone, dalam Focus Group Discussion (FGD) Rancangan Peraturan BP Tapera tentang Pemupukan Dana Tapera, yang diadakan secara virtual, Selasa, 8 Desember 2020.

Menanggapi saran dari DPP REI, Gatut Subadio, Deputi Komisioner Bidang Pemupukan Dana Tapera, menyatakan, pihaknya telah mencatat dan akan membuat pertimbangan khusus terkait usulan tersebut. “Namun tentunya apabila disepakati, usulan ini masih perlu koordinasi terlebih dahulu dengan institusi BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan,” kata Gatut.

Sebelumnya, Ketua Umum DPP REI Paulus Totok Lusida menyatakan, Tapera ini sangat penting mengingat keterbatasan alokasi anggaran negara untuk program penyediaan perumahan. Selain itu, dana perumahan yang ada sekarang juga sangat bergantung pada perbankan yang bersumber dari dana pihak ketiga (DPK). “Sehingga terjadi maturity mismatch, karena dana jangka pendek yang bersumber dari DPK digunakan untuk membiayai kredit pemilikan rumah (KPR) yang notabene berjangka panjang. Akibatnya, konsumen rumah harus menanggung beban biaya bunga KPR yang sangat mahal,” tegasnya.

Dana Tapera diharapkan dapat ditempatkan kepada bank maka bank memiliki kecukupan likuiditas untuk menurunkan suku bunga KPR. Pemerintah juga perlu menjamin agar bunga pinjaman dari dana jangka panjang tersebut tidak tinggi, atau paling tidak sama dengan tingkat inflasi.

Ketersediaan dana ini diharapkan dapat mendukung penyediaan rumah bagi kelompok milenial, aparatur sipil negara (ASN), TNI, Polri, dan kelompok masyarakat kelas menengah lainnya yang tidak bisa masuk dalam program FLPP. “REI melihat Tapera sebagai solusi penyedia dana jangka panjang bagi pembiayaan rumah bagi MBR, biaya tunjangan dan tenor yang panjang. Sebagai asosiasi pengembang, REI tentu saja menyambut baik keberadaan Tapera,” tegas Totok.

Tunggu Rancangan Peraturan OJK

Arief Mone menambahkan, iuran BP Tapera akan semakin memperbesar beban bagi pelaku usaha. Hal ini tentunya akan semakin mengurangi daya saing dunia usaha nasional. “Terkait pemupukan dana dari peserta Tapera harus dibuatkan model konsep yang smooth agar tidak lagi ada penolakan dari kalangan pengusaha. Kita bicara banyak tentang investasi, kekhawatiran saya justru BP Tapera ini keluar dari koridor tugasnya yakni untuk penyediaan rumah, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),” ucap Arief.

Dia mengatakan, pekerja sektor informal yang mendominasi angkatan kerja di Indonesia harus mendapat porsi perhatian cukup besar dari program Tapera. Pasalnya, pekerja sektor informal ini masuk kategori tidak layak dari kacamata perbankan. “Disini BP Tapera perlu lebih banyak berperan. Tidak ada salahnya investasi untuk pengembangan dana Tapera. Tapi, fokus utama dari tupoksi BP Tapera juga harus lebih diperhatikan, utamanya bagi peserta dari kalangan pekerja informal,” ucap Arief.  

Terkait pemupukan dana Tapera, imbuh Gatut, sejauh ini BP Tapera masih menunggu diterbitkannya Rancangan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (RPOJK). “Kami masih menanti RPOJK. Sebab skema pemupukan dana Tapera basisnya dari RPOJK tersebut,” kata dia.

Gatut Subadio

Gatut menyampaikan, isu pengelolaan dana yang menjadi topik diskusi kali ini, bertujuan agar Tapera sebagai penyedia dana jangka panjang, murah dan berkelanjutan untuk pembiayaan perumahan layak dan terjangkau bagi MBR dapat tercapai. “Isu mengenai alokasi pendanaan, tujuan akhir kami adalah seoptimal mungkin untuk pembiayaan perumahan. Ada kebijakan alokasi dana Tapera yang dikelompokkan menjadi sub-dana pemupukan, sub-dana pemanfaatan pembiayaan perumahan dan sub-dana cadangan. Mengapa dibagi seperti ini karena sumber dananya adalah simpanan peserta yang nantinya harus dikembalikan berupa pokok simpanan dan pengembangannya ketika si peserta pensiun atau kepesertaannya berhenti,” ujarnya.

Dia menegaskan, pihaknya ingin memastikan dana ini berkelanjutan dan berkembang karena ini murni dana anggota peserta secara gotong royong sehingga penggunaannya pun harus dikelola secara baik. “Kami harus seimbangkan sustainability atau keberlanjutan pendanaan dan kebutuhan pembiayaan penyediaan rumah bagi MBR. Di sini ada unsur investasi agar dana terus berkembang. Kebutuhan pembiayaan perumahan bisa dilayani dengan baik, tapi tanpa menafikan pengembangannya agar likuiditas tetap tersedia,” pungkasnya. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harmoni Park Group Sabet Dua Penghargaan IPBA XVII

    Harmoni Park Group Sabet Dua Penghargaan IPBA XVII

    • calendar_month Rabu, 22 Mei 2024
    • 0Komentar

    JAKARTA – Baru sekitar dua tahun mengembangkan proyek perumahan komersial (real estate), Harmoni Park Group mendapatkan apresiasi pada ajang bergengsi insan properti Indonesia Property&Bank Award (IPBA) XVII tahun 2024. Harmoni Park Group merupakan anak perusahaan Vista Land Group yang telah eksis selama 17 tahun dan sudah membangun sekitar 60.000 unit rumah, sebagian besar diantaranya adalah […]

  • Harvest City

    Sinar Mas Land Luncurkan Klaster Baru di Harvest City

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • 0Komentar

    CILEUNGSI – Sinar Mas Land menghadirkan Ruby at The Ridge di kawasan Harvest City. Klaster terbaru yang mengusung konsep New Luxurious Design dengan gaya arsitektur American Classic di kawasan Cileungsi─Cibubur, Jawa Barat. Gaya hunian American Classic pada Ruby at The Ridge ditampilkan melalui fasad yang proporsional, garis bangunan yang tegas, serta elemen desain yang elegan […]

  • Tips Memilih Cat Terbaik Hadapi Musim Penghujan yang Lembab

    Tips Memilih Cat Terbaik Hadapi Musim Penghujan yang Lembab

    • calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Mengecat rumah di wilayah dengan kelembapan tinggi bukan sekadar urusan memilih warna atau mengikuti tren dekorasi terbaru. Lebih dari itu, cat berfungsi melindungi salah satu investasi terbesar, yaitu rumah. Di daerah dengan musim panas basah, hujan harian, atau hembusan angin laut, langkah ini dituntut mampu bekerja ganda. Kelembapan udara tidak hanya membuat hawa […]

  • Perubahan Status Bandara Internasional Minangkabau Menuai Protes

    Perubahan Status Bandara Internasional Minangkabau Menuai Protes

    • calendar_month Kamis, 16 Feb 2023
    • 0Komentar

    Padang – Rencana perubahan status Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menjadi bandara nasional menuai protes karena dinilai merugikan perekonomian Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Apalagi, saat penetapannya sebagai bandara internasional, butuh upaya yang tidak mudah. “Kami akan memperjuangkan agar BIM tetap berstatus bandara internasional. Sebab, turunnya status BIM menjadi bandara nasional, akan berbuntut panjang terhadap perekonomian Sumbar,” […]

  • Lepas Status Ibu Kota Negara, Barat Jakarta Masih Prospektif

    Lepas Status Ibu Kota Negara, Barat Jakarta Masih Prospektif

    • calendar_month Selasa, 30 Apr 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Tren pengembangan sisi barat dan timur Kota Jakarta tetap berlanjut kendati tak lagi menyandang status Ibu Kota Negara Republik Indonesia. Perbedaan karakteristik di kedua sisi kawasan itu juga akan terus menonjol seiring pengembangan properti yang sudah bergulir sejak era 1990-an silam. “Ada perbedaan karakteristik yang saling melengkapi di antara kedua kawasan tersebut. Kawasan […]

  • pemulihan ekonomi

    Presiden Jokowi: Pemulihan Ekonomi Indonesia Relatif Masih Kuat

    • calendar_month Sabtu, 1 Okt 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menilai bahwa pemulihan ekonomi Indonesia relatif masih kuat. Berbagai indikator seperti realisasi pendapatan negara yang didorong oleh tumbuhnya pendapatan pajak, angka optimisme konsumen, hingga indeks manufaktur menunjukkan angka yang menggembirakan. “Kita lihat realisasi pendapatan negara mencapai Rp1.764 (triliun), ini tumbuh 49 […]

Translate »
expand_less