Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Menkeu Akui Sistem Perencanaan Anggaran Belum Optimal

Menkeu Akui Sistem Perencanaan Anggaran Belum Optimal

  • calendar_month Kamis, 8 Jul 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengakui, proses perencanaan penganggaran terkait pembangunan nasional belum berjalan secara optimal. Padahal, telah terbit Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2017 tentang Sinkronisasi Proses Perencanaan dan Penganggaran Pembangunan Nasional. Beleid tersebut merupakan landasan dan pedoman dalam mendesain proses perencanaan dan penganggaran pembangunan nasional agar lebih efektif, berkualitas, efisien serta akuntabel.

“Namun, sejak 2017 sampai saat ini, 4 tahun proses perencanaan penganggaran ternyata masih belum berjalan dan masih membutuhkan banyak pengembangan yang sesuai dengan amanat PP tersebut. Kita melihat ada perencanaan menggunakan sistem Krisna dan kemudian penganggaran menggunakan sistem Sakti,” jelas Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam sambutannya pada Seremoni Penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama Integrasi Sistem Perencanaan, Penganggaran dan Pengendalian Pembangunan antara Kementerian Keuangan bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) secara daring, Rabu, 7 Juli 2021.

Menkeu menyambut baik percepatan sinergi dengan Kementerian PPN/Bappenas hingag dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) Pengintegrasian Sistem Krisna dari Kementerian PPN/Bappenas dan Sakti dari Kementerian Keuangan. Keduanya diharapkan menjadi platform yang bisa mendisiplinkan dari mulai perencanaan penganggaran untuk seluruh Kementerian/Lembaga.

“Jadi evaluasi ini menggambarkan bahwa kedua institusi memiliki orang-orang yang terus berpikir dan berikhtiar itu adalah suatu progress yang baik. Saya berterima kasih kepentingan bersama diutamakan dan pemikiran-pemikiran untuk memajukan Indonesia dibuat bersama karena memang menjaga Republik ini tidak bisa dilakukan oleh satu Kementerian atau satu lembaga,” ujar Menkeu.

Menkeu juga berharap, MoU ini benar-benar menjadi pondasi sistem integrasi rencana kerja Kementerian/Lembaga (Renja K/L) dan juga integrasi data yang terpadu, proses perencanaan dan penganggaran antara lain dari sisi penelaahan review dan penyesuaian peraturan dan kebijakan terkait dengan Renja KL dan RKA. Selain itu, juga akan ada pertukaran data dan akses data perencanaan penganggaran dan pemantauan evaluasi. Sehingga dapat dilakukan bersama check and balance dari Bappenas dan di Kemenkeu untuk bisa melihat seluruh anggaran yang direncanakan dan digunakan oleh seluruh Kementerian/Lembaga.

“Kita juga berharap akan ada usaha untuk membangun tata kelola dan mengembangkan sebuah pengelolaan sistem informasi perencanaan dan penganggaran. Nah nota kesepahaman ini tentu akan bisa berjalan apabila dua tim memiliki spirit untuk kerjasama. Saya berharap kerjasama ini betul-betul bisa diwujudkan dan nanti implementasinya kita akan lihat di tahap penyusunan RKP dan APBN Tahun 2022,” tutup Menkeu. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemenparekraf Luncurkan Crowdfunding Bobocabin di Dieng

    Kemenparekraf Luncurkan Crowdfunding Bobocabin di Dieng

    • calendar_month Selasa, 6 Feb 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berkolaborasi bersama Bizhare meluncurkan fasilitasi urun dana (crowdfunding) kepada Bobocabin guna ekspansi di Desa Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah. Kolaborasi ini bertujuan untuk pengembangan sektor pariwisata tanah air dengan total pendanaan lebih dari Rp6,5 miliar. “Ini adalah securities crowdfunding pertama untuk fasilitas pariwisata yang hari ini merupakan inovasi dan […]

  • mafia tanah

    Menteri Hadi Tjahjanto: Mafia Tanah Harus Kita Perangi Bersama

    • calendar_month Senin, 15 Agt 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Hadi Tjahjanto menegaskan bahwa mafia tanah harus diperangi bersama. Hal ini untuk mewujudkan kepastian hukum dan keadilan masyarakat. “Mafia tanah ini benar-benar permasalahan bangsa yang harus kita perangi bersama. Tidak hanya diperangi oleh ATR/BPN dan Polri, namun  juga dengan badan peradilan, pemerintah daerah dan […]

  • Sektor properti masih membutuhkan waktu untuk recovery di tahun 2025.

    Prospek Sektor Properti 2025: Masih Butuh Waktu Recovery

    • calendar_month Kamis, 3 Okt 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Sektor properti masih membutuhkan waktu untuk bangkit di 2025. Konsultan Properti Colliers Indonesia memprediksi dua sektor properti, yakni komersial dan apartemen memerlukan waktu yang lebih lama lagi untuk recovery dibandingan sektor lainnya. “Kalau kita bicara mengenai prospek properti tentu masih butuh waktu yang cukup panjang terutama untuk sektor kantor komersial dan juga sektor […]

  • Kawasan Uluwatu Siap Tampung Wisatawan

    Kawasan Uluwatu Siap Tampung Wisatawan

    • calendar_month Selasa, 3 Mei 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Kawasan Wisata Uluwatu, Kabupaten Badung, Bali, siap menerima kedatangan wisatawan pada masa libur lebaran 2022. “Hal ini terbukti dari kesiapan standar operasional berbasis CHSE seperti kebersihan, keamanan, toilet, penerapan protokol kesehatan, serta pemberlakuan tiket elektronik,” kata Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ni Wayan Giri Adnyani, dalam siaran persnya, […]

  • Usulan REI Soal Penundaan Angsuran KPR Subsidi Disetujui

    Usulan REI Soal Penundaan Angsuran KPR Subsidi Disetujui

    • calendar_month Senin, 11 Jan 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI) diminta untuk berkoordinasi dengan bank pelaksana terkait pelaksanaan restrukturisasi atau kebijakan penundaan pembayaran angsuran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bersubsidi bagi debitur yang terdampak pandemi covid-19. Pada prinsipnya, Pemerintah menyetujui dan sudah melaksanakan usulan yang mendukung stimulus pertumbuhan ekonomi. “REI dapat menginformasikan kepada debitur KPR […]

  • Ini Strategi Pengembang Synthesis Huis Dongkrak Penjualan Rumah

    Ini Strategi Pengembang Synthesis Huis Dongkrak Penjualan Rumah

    • calendar_month Jumat, 28 Okt 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pengembang Synthesis Huis menggandeng Adhya Group untuk membangun dan mengelola kawasan kuliner TENGAH Cijantung di lokasi proyek tersebut. Beroperasi pusat kuliner ini diharapkan mampu mendongkrak penjualan rumah di Synthesis Huis. Aldo Daniel, Managing Director Synthesis Huis mengatakan kehadiran pusat kuliner TENGAH di kawasan tersebut akan membuat Synthesis Huis menjadi lebih dikenal luas oleh […]

Translate »
expand_less