Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Pulihkan Minat Pasar, Pengembang Apartemen Perlu Jaga Komitmen

Pulihkan Minat Pasar, Pengembang Apartemen Perlu Jaga Komitmen

  • calendar_month Jumat, 13 Jan 2023
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Saat ini terjadi pergeseran tren pembelian apartemen. Konsumen cenderung membeli unit apartemen di proyek eksisting (yang sudah konstruksi) daripada proyek yang baru sebatas diluncurkan. Rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat itu tidak terlepas dari ramainya isu pemberitaan mengenai proyek apartemen mangkrak.

Wakil Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Ikang Fawzi mengatakan rendahnya minat masyarakat untuk membeli apartemen tidak hanya dipengaruhi faktor eksternal seperti kondisi pandemi dan regulasi yang belum mendukung, tetapi juga akibat faktor internal dari pengembang sendiri.

“Selain faktor eksternal seperti dampak pandemi dan aturan regulasi pengelolaan apartemen yang masih multitafsir, berkurangnya minat orang membeli apartemen harus diakui tidak terlepas dari faktor internal, yakni akibat ulah oknum pengembang juga,” ujarnya kepada Industriproperti.com, Jumat (13/1/2023).

Menurut dia, selain proyek apartemen mangkrak, ada pula kasus pengembang apartemen yang tidak memenuhi janji-janji kepada konsumen. Isu-isu tersebut terus kerap mencuat sehingga merusak imej hunian vertikal secara keseluruhan di mata masyarakat. Padahal, kata Ikang, proyek apartemen yang baik dan berkualitas jumlahnya lebih banyak.

“Tingkat kepercayaan masyarakat yang semakin rendah terhadap proyek apartemen ini tidak dapat terus dibiarkan. Pengembang harus cepat membenahi masalah ini secara bersama-sama dengan menjaga kualitas proyek dan ketepatan serahterima unit apartemen untuk menumbuhkan kembali minat pasar,” ujar Ikang.

Ditambahkan, membangun proyek apartemen memang lebih kompleks dibandingkan mengembangkan rumah tapak. Oleh karena itu, pengembang yang akan membangun proyek hunian vertikal perlu memiliki ilmu, pengalaman cukup dan survei yang tepat.

Syarat kemampuan tersebut penting, sehingga dapat menjaga kualitas dan imej proyek apartemen di mata masyarakat. Yang pada akhirnya akan meningkatkan kembali penjualan apartemen seperti halnya rumah tapak.

Ikang mengatakan, situasi dan peluang pasar properti membutuhkan peran seluruh pemangku kepentingan termasuk pengembang.

“Pasar menjadi positif atau justru negatif juga tergantung peran pengembang sendiri. Ayo sama-sama kita jaga, sehingga peluang pasar bisa tercipta,” ujarnya.

Ikang Fawzi/Foto Ipro

Terkait isu resesi global di 2023, dia menilai tidak perlu terlalu berlebihan dikhawatirkan. Cukup direspon dengan kewaspadaan dan kejelian melihat peluang pasar. Apalagi, industri properti sudah teruji tahan banting. Sektor ini sudah pernah melewati berbagai krisis ekonomi di 1998, 2008 dan 2018, dan saat ini menghadapi pandemi.

Kekuatan pasar residensial di Indonesia termasuk apartemen terletak pada pembeli domestik. Selain itu, angka kebutuhan rumah (backlog) nasional juga masih cukup tinggi, sehingga permintaan hunian tetap ada karena menjadi kebutuhan masyarakat.

“Isu tahun politik di 2024 juga diharapkan tidak banyak memengaruhi permintaan hunian, karena masyarakat tetap butuh rumah. Jika melihat tahun-tahun politik yang lalu, terlihat penyaluran kredit perumahan masih tetap stabil,” pungkas Ikang.

Segmen Menengah

Konsultan properti Cushman & Wakefield memperkirakan transaksi pasar apartemen di 2023 akan didominasi oleh pengembangan hunian vertikal di segmen menengah dengan harga antara Rp14 juta sampai Rp22 juta per meter persegi terutama di area sekunder seperti Tangerang dan Bekasi.

“Transaksi penjualan mungkin masih didominasi oleh proyek-proyek yang ada (eksisting),” ungkap Director of Strategic Consulting Cushman & Wakefield Indonesia Arief Rahardjo.

Pada 2023, diprediksi terdapat sekitar 26.059 unit apartemen yang akan serah terima. Proyek yang menunda jadwal serah terima di tahun 2022 diharapkan dapat selesai pada 2023 karena pengembang mulai kembali melanjutkan konstruksi apartemennya.

Sementara itu, Colliers International Indonesia mengungkapnya adanya pergeseran tren pembelian apartemen. Saat ini konsumen tidak terlalu berminat pada proyek yang belum terlihat progres konstruksi fisiknya, tetapi cenderung membeli proyek eksisting.

“Tingkat kepercayaan konsumen terhadap proyek eksisting apalagi yang siap huni menjadi lebih tinggi dibandingkan proyek yang masih sekadar konsep atau baru diluncurkan. Pergeseran tren tersebut mulai terlihat pada semester II-2022,” ungkap Ferry Salanto, Senior Associate Director Colliers Indonesia.

Disebutkan, mayoritas konsumen lebih memilih mengeluarkan biaya lebih tinggi untuk dapat membeli unit di proyek apartemen yang sudah jadi karena dianggap lebih secure dan menghindari kerugian jika proyek mangkrak. (MRI)

  • Penulis: Muhammad Rinaldi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rumah yang dibangun melalui program Baan Mankong di distrik Sai Mai, Kota Bangkok (Foto: Rina Chandran, Thomson Reuters Foundation)

    Program Pemerintah Thailand untuk Relokasi Masyarakat di Kawasan Kumuh

    • calendar_month Minggu, 1 Agt 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Sebagai negara dengan persentase rumah tangga yang ditinggal di kawasan kumuh setinggi 23,7%, Thailand sedang berupaya untuk menyediakan rumah layak huni bagi masyarakatnya, khususnya bagi rumah tangga kumuh yang berkedudukan di pinggir kali dan sungai, melalui program Baan Mankong, yang diselenggarakan sejak tahun 2003. Program ini bertujuan untuk membantu penghuni daerah kumuh untuk […]

  • Terkendala PBG, Stimulus PPN DTP Jadi Kurang Efektif

    Terkendala PBG, Stimulus PPN DTP Jadi Kurang Efektif

    • calendar_month Jumat, 21 Jan 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) menjadi stimulus yang diharapkan membantu penyerapan properti oleh pasar di tengah kondisi pandemi saat ini. Namun, kebijakan PPN DTP yang diperpanjang hingga Juni 2022 nanti dinilai akan sulit efektif diterapkan di lapangan, sehingga memengaruhi hasil capaiannya. Wakil Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Ignesjz Kemalawarta menilai […]

  • Kementerian PKP jajaki peluang kerja sama

    Kementerian PKP Gandeng ITB Garap Perencanaan Kota

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2025
    • 0Komentar

    Bandung – Kementerian PKP menjajaki peluang kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) terkait perencanaan dan pengembangan kebijakan dalam penataan sejumlah kawasan di Kota Bandung. Hal itu diperlukan agar masyarakat dapat bermukim di kawasan yang tertata secara baik dan layak huni. “Kami ingin mendapatkan berbagai masukan baik dari institusi pendidikan yang ada dan pemerintah daerah […]

  • Program 3 Juta Rumah

    Program 3 Juta Rumah Diproyeksi Bikin Sektor Properti Cerah di 2025

    • calendar_month Rabu, 11 Des 2024
    • 0Komentar

    JAKARTA – Sektor properti berpeluang mengalami perkembangan yang cukup pesat di 2025. Meski beberapa tahun terakhir hanya tumbuh di kisaran 1,5%- 2%, tetapi sektor ini diyakini mampu bertumbuh lebih tinggi di tahun-tahun mendatang. Salah satu alasannya karena kehadiran Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dan adanya program khusus perumahan seperti pembangunan Program 3 Juta Rumah […]

  • Laba Bank BTN

    Ditopang Program PEN, Laba Bersih Bank BTN Tumbuh 35,32%

    • calendar_month Jumat, 22 Okt 2021
    • 0Komentar

    JAKARTA – Berbagai kebijakan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) turut mendorong kinerja PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BBTN. Bank BTN berhasil mencatatkan kinerja positif sepanjang periode Januari-September 2021 baik dari sisi penyaluran kredit, perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan laba bersih. Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo mengatakan, sepanjang periode Januari hingga September […]

  • Tingkatkan Silaturahmi, REI Komisariat Bekasi Gelar Turnamen Golf

    Tingkatkan Silaturahmi, REI Komisariat Bekasi Gelar Turnamen Golf

    • calendar_month Jumat, 6 Okt 2023
    • 0Komentar

    CIKARANG – Untuk meningkatkan silaturahmi antar anggota Realestat Indonesia (REI) Bekasi, Komisariat REI Bekasi kembali menggelar “REI Komisariat Bekasi Golf Tournament” yang dihelat di Jababeka Golf & Country Club, Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi, Rabu (4/10). Golf Tournament REI Bekasi ini merupakan yang kedua kali digelar, setelah turnamen yang pertama diadakan pada Maret 2023 lalu. Ketua […]

Translate »
expand_less