Breaking News
light_mode
Beranda » Proyek » Synthesis Huis Tangkap Potensi Hunian Premium di Jakarta Timur

Synthesis Huis Tangkap Potensi Hunian Premium di Jakarta Timur

  • calendar_month Jumat, 1 Jul 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Meski pengembangan kotanya tidak secepat kota administratif lain di Jakarta, namun wilayah Jakarta Timur memiliki potensi besar untuk sektor properti di masa mendatang. Salah satunya didukung jaringan transportasi massal yang semakin mumpuni.

Pakar Perkotaan, Yayat Supriatna mengatakan, pengembangan wilayah Jakarta Timur didorong oleh berkembangnya sentra-sentra ekonomi baru serta terbangunnya jaringan transportasi massal. Dia merujuk pada terbentuknya simpul layanan transportasi besar yaitu LRT Cawang yang terintegrasi dengan kereta api cepat, dan terintegrasi dengan LRT Jabodetabek.

“Kawasan hunian akan tumbuh dan berkembang cepat jika didukung oleh jaringan infrastruktur, transportasi publik dan menjamurnya pusat-pusat kegiatan ekonomi. Pusat permukiman yang diminati konsumen adalah kawasan hunian yang mudah diakses. Begitu pula kehadiran beragam fasilitas umum sebagai pendukung yang kuat bagi sebuah kawasan,” ungkap Yayat dalam diskusi media, Kamis (30/6/2022).

Dia menjelaskan, dari sisi potensi lingkungan, Jakarta Timur seperti wilayah Cijantung masih memiliki ruang terbuka hijau yang luas dan intensitas curah hujan tinggi sehingga dari sisi iklim secara makro kawasan tersebut masih memiliki suhu udara yang lebih sejuk dibanding wilayah lain di Jakarta. Selain lokasinya juga cukup strategis.

“Wilayah Cijantung ini kawasan yang masih terjaga keasriannya di Jakarta Timur. Karena ada beberapa area yang tetap dipertahankan sebagai area hijau seperti hutan kota,” jelas Yayat.

Selain udara yang baik, lokasi dan aksesibilitas merupakan poin penting yang mampu mendongkrak nilai investasi sebuah kawasan hunian. Yayat menilai kehadiran Synthesis Huis di wilayah Cijantung Jakarta Timur merupakan langkah tepat.

Foto: Rinaldi

“Kawasan ini diuntungkan dengan letaknya yang berdampingan hutan kota Cijantung, Jakarta Timur. Rasanya sulit menemukan lokasi perumahan seperti ini, apalagi di Jakarta,” kata Yayat.

Meski merupakan wilayah administrasi paling luas di DKI Jakarta sebesar 188,02 km2 dan jumlah penduduk 3.037.193 jiwa, namun Jakarta Timur memiliki tingkat kepadatan penduduk yang paling rendah. Ini membuat wilayah tersebut masih memiliki potensi pengembangan kawasan hunian di masa mendatang. Apalagi, jelas Yayat, lokasinya terbilang strategis, dekat Jakarta Selatan.

Kawasan Potensial

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga sedang merancang Jakarta Timur sebagai kota administrasi yang prospektif untuk perkembangan properti melalui Ranpergub tentang Penataan Kota yang masih dibahas.

“Dari Rancangan Pergub itu ada sejumlah kebijakan baru yang perlu diketahui para developer terkait Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Aturan main yang digulirkan pastinya menjadikan Jakarta Timur sebagai kawasan perkotaan yang lebih baik dari sebelumnya,” jelas Merry Morfosa, Kepala Bidang Perencanaan dan Pemanfaatan Ruang Kota, Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan Provinsi DKI Jakarta (DCKTRP) di diskusi yang sama.

Menurutnya, Jakarta Timur siap bertransformasi menjadi kawasan hunian potensial baru di Jakarta. Khusus di wilayah Cijantung telah dirancang untuk fungsi hunian. Pihak Pemprov DKI bahkan telah mengatur berbagai rancangan tata kota terkait kawasan hunian, baik untuk rumah tapak, rumah flat maupun rumah susun, termasuk juga pengembangan realestat yaitu pemecahan kavlingnya minimal 60 m2 dan tidak boleh lebih kecil dari luas itu.

“Izin untuk membangun rumah tinggal juga sudah diterapkan sampai empat lantai,” paparnya.

Sementara itu, Aldo Daniel, Managing Director Synthesis Huis menyebutkan bahwa kawasan Cijantung Jakarta Timur merupakan kawasan hunian masa depan di Jakarta. Kehadiran Synthesis Huis di Jakarta Timur sebagai Iconic Residential Project merupakan pilihan tepat yang dapat dijadikan hunian impian keluarga.

“Selain lokasinya masih berada di Jakarta, kawasan hunian ini juga didukung oleh segudang potensial perkembangan properti,” kata dia.

Lebih lanjut Aldo menjelaskan, Synthesis Huis dibangun di lahan seluas 3,3 hektar, dengan total lahan seluas 5 hektar. Kawasan hunian ini memiliki lokasi yang strategis dan mudah di akses, hanya 5 menit dari pintu tol Pasar Rebo, dekat pusat perbelanjaan, pusat pendidikan, rumah sakit dan CBD TB Simatupang.

Keunggulan lainnya kawasan Synthesis Huis berdampingan dengan hutan kota Cijantung Jakarta Timur sebagai paru-paru kota Jakarta. Sehingga suasananya lebih nyaman dan asri. Hunian di Synthesis Huis dijual mulai dari Rp1,6 miliar per unit. (MRI)

  • Penulis: Muhammad Rinaldi

Rekomendasi Untuk Anda

  • real estat asia pasifik

    Real Estat Asia Pasifik Paling Menarik

    • calendar_month Kamis, 25 Agt 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Sektor real estat komersial di Asia Pasifik menarik lebih banyak investasi di tahun-tahun mendatang seiring meningkatnya transparansi pasar. Pasar real estat di Asia Pasifik terus berkembang dan semakin akomodatif bagi para investor dan penghuni yang merencanakan ekspansi di wilayah tersebut, didorong oleh keunggulan dalam regulasi, aspek keberlanjutan, dan akses ke data yang semakin […]

  • Daerah Khusus Jakarta

    Polemik RUU Daerah Khusus Jakarta, Mau Dibawa ke Mana Jakarta?

    • calendar_month Jumat, 26 Jan 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Rancangan Undang-Undang (RUU) No. 29 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Jakarta telah disetujui Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Beberapa pasal dalam RUU Daerah Khusus Jakarta (DKJ) tersebut dikritisi banyak kalangan yang salah satunya mengenai pemilihan gubernur. Dalam RUU tersebut disebutkan bahwa gubernur Daerah Khusus Jakarta dipilih […]

  • Metland Bersiap Luncurkan Proyek Hunian Baru di Cikarang

    Metland Bersiap Luncurkan Proyek Hunian Baru di Cikarang

    • calendar_month Jumat, 19 Jan 2024
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Metropolitan Land Tbk (Metland) tengah mempersiapkan proyek residensial terbarunya yaitu Metland Cikarang, setelah pada 2011 meluncurkan proyek residensial Metland Cibitung. Proyek Metland Cikarang dikembangkan di atas lahan seluas 185 hektar dengan mengusung konsep Eco Living in Harmony. Eco Living in Harmony akan memprioritaskan ruang terbuka hijau sebagai inti dari desain, taman-taman yang […]

  • Kawasan Komersial Perdana di Paramount Petals Diluncurkan

    Kawasan Komersial Perdana di Paramount Petals Diluncurkan

    • calendar_month Jumat, 17 Feb 2023
    • 0Komentar

    JAKARTA – Paramount Petals, sebuah kota mandiri baru seluas sekitar 400 hektar di barat Jakarta meluncurkan produk komersial perdana yang diberinama Calico Square. Terletak di gerbang selatan Boulevard Paramount Petals dan terhubung dengan exit toll Bitung, serta terkoneksi langsung dengan pengembangan kota mandiri lain seperti Paramount Gading Serpong serta kawasan skala besar lainnya di area […]

  • Pasar Properti di Papua Barat Diprediksi Lebih Baik di 2021

    Pasar Properti di Papua Barat Diprediksi Lebih Baik di 2021

    • calendar_month Senin, 22 Mar 2021
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pengembang properti di Provinsi Papua Barat berharap tahun ini sektor properti akan lebih baik dengan adanya vaksinasi secara serentak di seluruh Indonesia. Upaya tersebut diharapkan akan menggerakkan kembali perekonomian masyarakat termasuk di Provinsi Papua Barat. “Selain itu kami berharap pasar properti akan didukung juga oleh perbankan terutama dari bank-bank Badan Usaha Milik Negara […]

  • Ini Dia Gagasan IAP untuk Konektivitas dan Ekosistem Kota Yang Berketahanan

    Ini Dia Gagasan IAP untuk Konektivitas dan Ekosistem Kota yang Berketahanan

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – Pengembangan Jakarta ke depan tidak lagi cukup bertumpu pada pembangunan fisik semata, melainkan harus bergerak seiring dengan penguatan konektivitas kawasan dan ketahanan ekosistem kota. Ketua Ikatan Ahli Perencanaan Wilayah dan Kota (IAP) Indonesia, Adriadi Dimastanto mengungkapkan, konektivitas Jakarta tidak hanya diukur dari ketersediaan moda transportasi massal, tetapi dari seberapa mudah warga bergerak dari […]

Translate »
expand_less