6 BUMN Karya Patungan Dukung Pembangunan IKN
- calendar_month Rabu, 29 Mar 2023
- print Cetak

Ilustrasi (Foto: Adhi Karya)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Sebanyak enam Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya bersepakat mendirikan perusahaan patungan, PT Karya Logistik Nusantara (PT KLN). Pembentukan perusahaan patungan itu bertujuan mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) melalui penyediaan bahan baku konstruksi.
“Kami berharap dengan hadirnya PT KLN bisa memperlancar penyelenggaraan proyek pembangunan IKN dengan memberikan jaminan suplai dan mutu produk material konstruksi,” terang Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero), Tjahjo Purnomo, dalam siaran pers yang dikutip Rabu, 29 Maret 2023.
Selain PT Hutama Karya, lima BUMN Karya lainnya yang membentuk perusahaan patungan PT KLN adalah PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT Brantas Abipraya (Persero) dan PT Nindya Karya (Persero).
Selain menyediakan bahan dasar konstruksi, perusahaan patungan enam BUMN Karya juga akan fokus pada bidang bisnis beton pracetak dan perdagangan material konstruksi.
Tjahjo menyatakan, pemindahan ibu kota negara membuat adanya pembangunan secara masif di kawasan IKN. Pembangunan IKN tentunya membutuhkan material konstruksi yang sangat besar khususnya kebutuhan beton. Enam BUMN Karya menangkap peluang ini dengan membentuk perusahaan yang khusus memenuhi kebutuhan dasar konstruksi selama proses pembangunan IKN.
“Dengan kantor operasi berkedudukan di Balikpapan, PT KLN saat ini sudah mulai beroperasi dan segera memasok kebutuhan beton pada proyek-proyek di IKN. Melalui PT KLN ini juga dapat menunjang kegiatan usaha perusahaan,” tutup Tjahjo.
Adapun modal dasar usaha patungan tercatat mencapai Rp 340 miliar, di mana PT PP, PT Wijaya Karya, PT Hutama Karya, dan PT Adhi Karya menanamkan modalnya sebesar Rp 85 miliar alias porsi kepemilikan masing-masing sekitar 15%. Sedangkan, PT Nindya Karya dan PT Brantas Abipraya menanamkan modal berjumlah Rp 12,5 miliar dengan porsi masing-masing saham sekitar 12,5%. (BRN)
Penulis Oki Baren
Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren


