Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Asosiasi Desak Presiden Mendatang Bentuk Kementerian Perumahan

Asosiasi Desak Presiden Mendatang Bentuk Kementerian Perumahan

  • calendar_month Kamis, 20 Jul 2023
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Asosiasi pengembang perumahan nasional mendesak Presiden Republik Indonesia terpilih masa bakti 2024 – 2029 agar mendirikan kelembagaan Kementerian Perumahan. Hal ini agar penanganan permasalahan di sektor perumahan bisa lebih terfokus dan dapat ditangani secara optimal.

“Kita perlu kementerian yang fokus menangani sektor perumahan nasional. Tidak hanya perumahan bersubsidi khusus masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Perumahan komersial juga butuh perhatian besar karena selama ini sangat minim sentuhan dari pemerintah,” ucap Sekretaris Jenderal Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Hari Ganie, saat Diskusi Media: “Perkuat Kelembagaan Perumahan Rakyat!” yang diselenggarakan Forum Wartawan Perumahan Rakyat (Forwapera), di Jakarta, Kamis, 20 Juli 2023.

Hari menjelaskan, pelaku usaha pembangunan perumahan butuh dukungan penguatan kelembagaan untuk penyelenggaraan program perumahan rakyat. “Dukungan kelembagaan yang kami maksud itu bragam, mulai dari pembiayaannya seperti BP Tapera, perbankan yang fokus, Badan Bank Tanah, dan BP3 (Badan Percepatan Penyelenggaraan Perumahan). Tidak hanya itu, sektor ini butuh kementerian yang fokus menangani sektor perumahan nasional,” tukasnya.

Penguatan kelembagaan urusan perumahan yang utama agar dapat menjembatani dan memfasilitasi koordinasi dan jobdesk yang jelas lintas pemangku kepentingan di sektor papan. Seperti diketahui, selama dua periode kepemimpinan Presiden Joko Widodo, sektor perumahan tergabung dalam Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). “Kami paham bahwa tanggung jawab Kementerian PUPR sangat berat. Seluruh pekerjaan fisik Proyek Strategis Nasional (PSN) merupakan tugas Kementerian PUPR,” ujarnya.

Penyelenggara Perumahan

Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah menyatakan penyelenggaraan perumahan secara terfokus adalah perkara mutlak. “Fokus itu penting karena bisnis perumahan berbeda dengan infrastruktur. Beragam aturan dari pemerintah terbukti mempersulit sektor perumahan khusus MBR. Usulan kenaikan harga jual saja, kita harus menunggu tidak kurang dari tiga tahun sehingga banyak pengembang MBR KO,” tukas Junaidi.

Pengamat properti Panangian Simanungkalit mengakui bahwa tanggung jawab Kementerian PUPR di bidang pengembangan infrastruktur memang terlalu besar. “Siapa pun presiden yang terpilih mendatang, harus membentuk Kementerian Perumahan serta menetapkan bank yang fokus menangani perumahan. Dari sisi anggaran tidak berbeda jauh dengan bidang perumahan yang ada di Kementerian PUPR. Fasilitas gedung kantor juga tidak perlu baru, hanya merelokasi sumberdaya manusianya saja,” ucapnya. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sektor Properti Bangkit di 2025, Ini Faktor Pendorongnya!

    Sektor Properti Bangkit di 2025, Ini Faktor Pendorongnya!

    • calendar_month Kamis, 27 Jun 2024
    • 0Komentar

    TANGERANG – Industri properti terutama di sektor perumahan akan semakin membaik di era pemerintahan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka. Sinyal-sinyal melesatnya sektor properti sangat terasa, didukung berbagai indikator yang mendukung booming properti di tahun 2025 sampai 2029 mendatang. Pengamat Properti Nasional, Panangian Simanungkalit mengatakan sejumlah indikator yang menggerakkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2023, 2024 […]

  • Kawasan BSD City

    Kawasan BSD City Dijadikan Referensi Pengembangan IKN

    • calendar_month Senin, 25 Okt 2021
    • 0Komentar

    JAKARTA – Manajemen Sinar Mas Land menerima kunjungan kerja dari Tim Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Marketing Office BSD City, baru-baru ini. Kunjungan kerja tersebut untuk mempelajari pembangunan pusat pertumbuhan kota baru salah satunya proyek township BSD City berkaitan dengan rencana pemerintah dalam pembangunan proyek Ibu Kota Negara (IKN) baru di Provinsi […]

  • pembatalan UU Tapera

    Prahara Putusan MK Soal Pembatalan UU Tapera

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemangku kepentingan sektor perumahan khawatir munculnya prahara ekosistem pembiayaan perumahan seiring pembatalan UU Tapera yang diputuskan hakim Mahkamah Konstitusi (MK). “Putusan MK itu bisa menjadi prahara. Bagi pekerja mandiri dan pekerja informal, putusan MK itu merupakan angin segar karena ada delay pelaksanaan tapera. Tapi putusan itu juga mengancam ekosistem pembiayaan perumahan karena ketiadaan […]

  • Kebijakan Pembiayaan Perumahan Belum Memihak MBR Informal

    Kebijakan Pembiayaan Perumahan Belum Memihak MBR Informal

    • calendar_month Kamis, 31 Mar 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Sejumlah kalangan menilai bahwa kebijakan pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di sektor informal masih sangat minim. Untuk itu, perlu adanya upaya nyata dalam bentuk kebijakan, instrumen, serta alokasi guna mewujudkan kebijakan publik pembiayaan perumahan bagi kelompok MBR sektor informal. Harus ada dokumen peta jalan (roadmap) ekosistem pembiayaan perumahan yang mengintegrasikan lembaga pembangunan […]

  • Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah

    Punya Bonus Demografi, Indonesia Bakal Jadi Negara Maju di 2045

    • calendar_month Selasa, 26 Okt 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Indonesia memiliki jumlah penduduk yang cukup banyak dan sebagian besar merupakan usia produktif, yaitu usia antara 14-64 tahun. Jumlah usia produktif mencapai 70 persen dari jumlah penduduk. Kondisi ini membuat Indonesia berpotensi besar mendapatkan bonus demografi yang puncaknya terjadi pada 2030 dan bakal jadi negara maju di 2045. “Saya percaya dan yakin bonus […]

  • kondisi properti

    Kondisi Properti Masih Wait and See

    • calendar_month Minggu, 5 Jun 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Akselerasi pemulihan ekonomi di tanah air dan menunjukkan tren yang sangat positif sejak akhir Februari 2022. Namun, mulai membaiknya situasi perekonomian nasional saat ini belum diikuti oleh sektor properti. Hal ini terlihat dari penurunan permintaan dan suplai dari penyedia properti yang terlihat bersikap wait and see. “Turunnya permintaan karena faktor musiman didukung data […]

Translate »
expand_less