Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Di Hadapan Menteri PUPR, Ketum REI Bicara Optimisme Sektor Perumahan

Di Hadapan Menteri PUPR, Ketum REI Bicara Optimisme Sektor Perumahan

  • calendar_month Senin, 4 Sep 2023
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Joko Suranto tampil sebagai salah satu narasumber dalam talkshow Bisik Seru (Bincang Asik Seputar Perumahan) pada acara Malam Puncak Hari Perumahan Nasional (Hapernas) 2023 di Auditorium Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kamis (31/8).

Hapernas diperingati setiap tanggal 25 Agustus untuk mengenang jasa Bung Hatta yang merupakan Bapak Perumahan Indonesia karena jasanya mendorong program penyediaan perumahan di Indonesia.

Talkshow yang dipandu presenter Andy F. Noya dan Widya Saputra mengundang dan memperkenalkan Joko Suranto sebagai anak kampung dari sebuah desa di Jetis, Grobogan, Jawa Tengah.

“Bagi Anda yang pernah melihat video viral di media sosial beberapa waktu lalu, maka pasti tahu bahwa orang ini pulang ke desa asalnya di desa kecil di Grobogan untuk membangun jalan sepanjang 1,8 kilometer yang rusak parah selama 20 tahun. Hebatnya, pembangunan jalan itu dibiayai dari kantong sendiri hampir Rp2,8 miliar sehingga dijuluki sebagai Crazy Rich Grobogan” kata Andy Noya saat memperkenalkan sosok Joko Suranto seperti yang dikutip Senin (4/9).

Dalam talkshow tersebut, Chief Executive Officer (CEO) Buana Kassiti Group itu menyebutkan bahwa masalah perumahan di Indonesia saat ini menghadapi tantangan yang cukup besar, karena masih adanya backlog atau kesenjangan (gap) antara kebutuhan rumah masyarakat dengan jumlah rumah yang terbangun. Angkanya mencapai 12,7 juta unit.

Padahal, persoalan perumahan adalah perintah konstitusi yang bermakna sektor ini adalah amanah yang harus diurus dengan serius. Menurut Joko Suranto, secara riil kebutuhan perumahan sekitar 800 ribu unit per tahun, namun pasokan yang mampu disediakan termasuk oleh pengembang swasta hanya 400 ribu sampai 450 ribu setiap tahunnya.

“Seperti yang Presiden Jokowi bilang bahwa setiap tahun ada 1 juta perkawinan di Indonesia. Karena setiap ada perkawinan, pasti butuh rumah. Artinya, ada akumulasi kebutuhan rumah yang akan bertambah setiap tahunnya,” ungkapnya.

Oleh karena persoalan perumahan ini cukup rumit, kata Joko Suranto, maka dibutuhkan kolaborasi yang harmonis dari semua pemangku kepentingan (stakeholder) perumahan terutama pemerintah, perbankan dan asosiasi pengembang. Juga perlu ada terobosan yang cepat untuk membantu akses pembiayaan perumahan untuk masyarakat.

Dia menjelaskan, kalau dipilah berdasarkan statusnya maka di Indonesia ada kelompok masyarakat yang bekerja di sektor formal dan sektor informal. Yang informal (berpenghasilan tidak tetap) biasanya dianggap non-bankable, sehingga kesulitan untuk memperoleh kredit bank. Dibutuhkan formulasi skema pembiayaan khusus untuk membantu masyarakat di sektor informal tersebut.

“Sedangkan pekerja formal saat ini banyak yang terlilit utang di pinjol. Ini juga persoalan serius yang harus dicari solusinya, karena banyak mereka ditolak pengajuan KPR-nya,” sebut Joko Suranto.

Konsistensi

Dia berpendapat, selama ini Kementerian PUPR di bawah kepemimpinan Menteri Basuki Hadimuljono sudah memperlihatkan keberpihakan pemerintah kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui penyediaan anggaran untuk KPR bersubsidi dengan uang muka dan bunga rendah, termasuk menyiapkan dana prasarana, sarana dan utilitas umum (PSU) perumahan untuk pengerjaan infrastruktur dasar di perumahan bersubsidi.

“Sudah banyak (yang dikerjakan), tetapi memang pekerjaan beliau juga cukup berat. Ya tugas kita semua untuk membantunya. Beliau ini sangat menginspirasi kita semua, karena dengan seabreg pekerjaan tetapi Pak Basuki ini jarang sekali kelihatan lelah dan penampilannya selalu sederhana,” ujar Joko Suranto yang disambut senyuman dari Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Pada kesempatan tersebut, dia juga memberikan beberapa masukan kepada Kementerian PUPR. Diantaranya menyinggung soal pentingnya konsistensi kebijakan dan adanya kesinambungan anggaran KPR FLPP bersubsidi untuk terus membantu masyarakat memperoleh rumah yang terjangkau.

Selain itu, konsistensi pasokan juga perlu dijaga, salah satunya lewat penetapan batasan harga jual rumah subsidi secara pasti, setidaknya hingga lima tahun ke depan. Hal itu agar pengembang dapat mengatur cashflow usaha, mengingat pengembang swasta membangun dengan modal sendiri.

Terakhir, Joko Suranto menyampaikan kepada Menteri PUPR bahwa kebijakan di sektor properti itu berhubungan erat dengan 5 kementerian sekaligus yaitu Kementerian PUPR, Kementerian ATR/BPN, Kementerian Keuangan, Kementerian KLHK dan Kementerian Perhubungan.

“Kalau boleh pak, mohon dirjen (direktur jenderal) yang mengurusi perumahan ini ditambah biar semakin kuat, sehingga kinerja sektor perumahan semakin optimal,” kata Joko Suranto.

Menanggapi curhatan Ketua Umum REI, Menteri Basuki Hadimuljono menegaskan anggaran untuk sektor perumahan setiap tahun selalu ditingkatkan khususnya untuk program KPR subsidi FLPP.

“Tahun depan juga jangan khawatir, karena kalau memang terserap habis langsung akan ditambah. Tapi karena kewenangannya bukan di Kementerian PUPR, maka nanti dari BUN (bendahara umum negara) akan langsung disalurkan kepada bank-bank penyalur KPR FLPP,” jelas Menteri Basuki. (MRI)

  • Penulis: Muhammad Rinaldi

Rekomendasi Untuk Anda

  • desentralisasi fiskal

    PEN Klaster Insentif Usaha Tembus 99 Persen

    • calendar_month Selasa, 23 Nov 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Realisasi klaster insentif dunia usaha dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) hingga November 2021 telah mencapai 99,4% yakni Rp 62,47 triliun dari pagu sebesar Rp 62,83 triliun. “Artinya ada kegiatan ekonomi, dan karena kegiatan ekonominya bergerak maka ada klaim atas insentif pajak. Kalau tidak ada kegiatan ekonomi atau tidak ada transaksi, maka tidak ada […]

  • Usung Hunian Gaya Jepang, SEION @Serang Dulang Penghargaan

    Usung Hunian Gaya Jepang, SEION @Serang Dulang Penghargaan

    • calendar_month Rabu, 8 Des 2021
    • 0Komentar

    JAKARTA – Perusahaan properti, MAS Group dalam rentang waktu sebulan lebih berhasil mendapatkan dua penghargaan properti sekaligus untuk proyek SEION @Serang. Proyek ini dikembangkan perusahaan tersebut di Kota Serang, Banten. Akhir Oktober lalu, penghargaan pertama diperoleh melalui ajang Golden Property Awards 2021 yang diadakan Indonesia Property Watch (IPW) dengan kategori “Best Compact Development”. Sedangkan penghargaan […]

  • Jelang Lebaran, PUPR Kebut Pelebaran Tol Jakarta-Cikampek

    Jelang Lebaran, PUPR Kebut Pelebaran Tol Jakarta-Cikampek

    • calendar_month Selasa, 12 Apr 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meminta pekerjaan pelebaran Jalan Tol Jakarta-Cikampek jalur B di Km 67 – Km 50 segera dikebut guna mendukung arus mudik Lebaran 2022. Pelebaran jalan ini sebagai antisipasi untuk ruas fungsional terbatas terutama bagi kendaraan kecil. “Jadwal pekerjaan hingga H-10 Lebaran 2022 tinggal 12 hari […]

  • Percepat RDTR

    Kementerian ATR/BPN Percepat Penetapan RDTR

    • calendar_month Kamis, 4 Agt 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melalui Direktorat Jenderal Tata Ruang terus melakukan upaya percepatan penetapan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Salah satu upayanya, dengan menyelenggarakan Rapat Koordinasi Lintas Sektor bersama kepala daerah dan kementerian/lembaga. “Dua tahun pasca pandemi, yang paling _terdera_ selain sektor kesehatan adalah pemulihan ekonomi. Kita sedang menggalakkan […]

  • REI Usul Skema Pengembangan Rumah untuk Korban Bencana

    REI Usul Skema Pengembangan Rumah untuk Korban Bencana

    • calendar_month Kamis, 17 Des 2020
    • 0Komentar

    Jakarta – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) mengusulkan sejumlah skema pembangunan hunian layak bagi para korban bencana alam. Untuk itu, pengembang yang sudah mengantongi surat izin usaha jasa konstruksi (SIUJK) dapat turut serta dalam pembangunan rumah khusus bencana. “Pemerintah bersama BNPB menyiapkan lokasi baru bagi para korban bencana yang relatif tidak rentan terjadinya bencana alam. […]

  • Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid saat menerima audiensi Walikota Prabumulih Ridho Yahya (Foto: Dok PUPR)

    Setelah Penyapu Jalan, Walikota Prabumulih Berharap Pemulung cs bisa Memiliki Rumah

    • calendar_month Rabu, 2 Jun 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Walikota Prabumulih Ridho Yahya mengungkapkan keingian dan usulannya untuk pembangunan rumah bagi masyarakat kurang mampu kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Orang nomor satu di kota Prabumulih itu berharap kementerian PUPR dapat membantu dan mewujudkan keinginan masyarakat kota Prabumulih untuk membangun perumahan bagi komumitas-komunitas masyarakat. Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih telah […]

Translate »
expand_less