Nixon LP Napitupulu Jadi Dirut, Ini Target Kinerja BTN di 2023

Mayoritas pemegang saham pada RUPST Perseroan juga telah menyetujui penggunaan 20% dari laba bersih perseroan tahun buku 2022 sebagai dividen tunai
0
181

JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau Bank BTN menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) tahun buku 2022, Kamis (16/3). Salah satu agenda yang dibahas adalah pergantian susunan direksi perseroan.

RUPST menyetujui pengangkatan Nixon LP Napitupulu menjadi Direktur Utama (Dirut) Bank BTN menggantikan Haru Koesmahargyo. Sementara Oni Febriarto Rahardjo ditunjuk sebagai Wakil Direktur Utama Bank BTN menggantikan Nixon LP Napitupulu. Sedangkan Hakim Putratama menjabat posisi Direktur Institutional Banking Bank BTN.

Sementara jajaran direksi dan komisaris perseroan lainnya tidak ada perubahan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan jasa dari Bapak Haru Koesmahargyo selama menjabat sebagai Direktur Utama Bank BTN,” kata Nixon LP Napitupulu.

Nixon LP Napitupulu, Direktur Utama Bank BTN

Nixon sudah berkiprah cukup lama di dunia perbankan. Sebagian besar karirnya dilalui di Bank Mandiri. Sedangkan di Bank BTN, dia pernah menjabat posisi direktur collection, asset management & legal BTN pada Maret 2017 hingga Maret 2018.

Kemudian dia menjabat direktur collection & asset management merangkap direktur finance, treasury & strategy BTN pada Mei 2019 hingga November 2019. Pria kelahiran Medan itu juga pernah menjabat sebagai direktur finance, planning & treasury BTN pada November 2019 hingga Maret 2021. Sebelum akhirnya ditunjuk menjadi wakil direktur utama pada Maret 2021 hingga Maret 2023.

Target Kinerja

Mayoritas pemegang saham pada RUPST Perseroan juga telah menyetujui penggunaan 20% dari laba bersih perseroan tahun buku 2022 sebesar Rp3,04 triliun atau sebesar Rp609 miliar untuk dibagikan sebagai dividen tunai. Sementara sebesar 80% lainnya ditetapkan sebagai laba ditahan. Dengan jumlah tersebut, setiap pemegang saham akan memperoleh dividen tunai sebesar Rp43,39426 per lembar saham.

Usai RUPST, Nixon menjelaskan bahwa pada tahun ini, Bank BTN telah menetapkan beberapa target kinerja keuangan antara lain kredit dan pembiayaan ditargetkan tumbuh 8%-10%, Dana Pihak Ketiga (DPK) ditargetkan juga tumbuh 8%-10%, laba bersih ditargetkan naik pada kisaran 8%-10% serta NPL gross diharapkan membaik pada kisaran 3,2%-3,%.

Untuk mencapai target tersebut, perseroan telah menetapkan arah kebijakan yakni “Perluasan Bisnis Berbasis Ekosistem Perumahan” diantaranya dengan mengoptimalkan kontribusi pada program KPR Subsidi dan meningkatkan KPR Non Subsidi melalui kerja sama developer, agen properti, serta mengembangkan skema KPR yang menyasar generasi milenial. Kemudian, meningkatkan kredit high yield (KRING, KAR, KUR) beyond mortgage melalui cross selling kepada nasabah captive.

Selanjutnya, BTN akan fokus pada penghimpunan DPK low cost dengan meningkatkan Current Account Saving Account (CASA) pada segmen ritel dan institusi serta membangun kapabilitas untuk peningkatan CASA pada segmen wholesale banking. Lalu, mengembangkan sumber pertumbuhan baru dengan mempercepat implementasi inisiatif digital banking dan digitalisasi proses secara masif yang mendukung pengembangan bisnis berbasis ekonomi perumahan.

Bank BTN juga menargetkan peningkatan sumber fee berbasis layanan dan transaksional terutama pada bisnis wealth management, digital banking dan corporate. Dan terakhir, mempercepat penyelesaian kredit macet dan melanjutkan inisiatif penjualan aset (asset sales) secara bulk.

“Kami berharap kebijakan umum perseroan 2023 bisa semuanya dilaksanakan, sehingga kinerja keuangan bisa bertumbuh sesuai dengan target yang telah ditetapkan,” pungkas Nixon.


Susunan Direksi BTN Terbaru:

Direktur Utama: Nixon LP Napitupulu
Wakil Direktur Utama: Oni Febriarto Rahardjo
Direktur Consumer: Hirwandi Gafar
Direktur Finance: Nofry Rony Poetra
Direktur Human Capital, Compliance and Legal: Eko Waluyo
Direktur Asset Management: Elisabeth Novie Riswanti
Direktur IT & Digital: Andi Nirwoto
Direktur Distribution and Funding: Jasmin
Direktur Risk Management: Setiyo Wibowo
Direktur Institutional Banking: Hakim Putratama. (MRI)