Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Perbaikan Kebijakan Sektor Properti Butuh Masukan Pelaku Usaha

Perbaikan Kebijakan Sektor Properti Butuh Masukan Pelaku Usaha

  • calendar_month Kamis, 21 Apr 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Dukungan dan masukan dari pelaku usaha properti dapat menjadi bahan untuk perbaikan kebijakan di sektor properti. Masukan tersebut dapat berbentuk dukungan moril maupun kritikan terhadap kebijakan yang ada.

“Saya minta di-support. Bisa dalam dukungan moril atau kritikan. Kita terus terang memang ada hal-hal yang perlu diperbaiki lagi, disempurnakan lagi,” ucap Direktorat Bina Penataan Bangunan, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian PUPR, Rogydesa Sjambas dalam Rapat Koordinasi DPP REI dan DPD REI Seluruh Indonesia di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa, 19 April 2022.

Roggydesa menjelaskan, salah satu masukan terkait Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. Dalam aturan tersebut yang menjadi perhatian adalah perubahan persyaratan teknis menjadi standar teknis.

“Padahal, waktu saya masih ingat saya dengan Pak Junaedi (Waketum DPP REI) kita tengah berfikir bagaimana men-support Menko, bagaimana caranya untuk meningkatkan level index optimis business Indonesia. Di sisi kami dulu, IMB bagaimana dipercepat, transparansi, bisnis prosesnya diperjelas dan seterusnya,” terang Rogydesa.

Perbaikan SIMBG

Kemudian terkait Sistem Informasi Bangunan Gedung (SIMBG), ucap Rogydesa, masih ada beberapa kelemahan yang perlu perbaikan yang juga butuh masukan dari para pelaku usaha.

“Tapi dengan SIMBG walaupun masih terdapat banyak kelemahan yang perlu masukan, tapi ada harapan untuk perbaikan. UUCK lahir Desember 2020, PP 16/2021 lahir Februari 2021. Sekarang kita berjuang di SIMBG kita manage bulan Juli (2021) sudah launching dengan segala keterbatasan,” kata Rogydesa.

Selanjutnya, soal pemda yang belum menetapkan peraturan daerah (perda) pajak dan retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), sudah ada jalan keluarnya sejak terbitnya UU No. 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

“Pada saat ada kekosongan hukum perihal bagaimana mereka memayungi penarikan retribusi tadi pasti bermasalah. Tapi ini sudah diselesaikan dengan adanya Undang-undang HKPD, Undang-undang No.1 Tahun 2022 di mana di sana mencantumkan klausul pemda masih bisa memanfaatkan perda retribusi IMB paling lama dua tahun,” urai Rogydesa.

Berbicara mengenai Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR), kata kuncinya adalah tata ruang yang menjadi panglima pembangunan.

“Begitu juga dengan bangunan gedung sangat bergantung pada KKPR. Jangan sampai pembangunan kita pesat, tapi dua tahun kemudian banjir. Pada saat kita bicara pada katakanlah PP 21/2021 untuk UMK tidak ada KKPR yang ada pernyataan mandiri mengikuti RTR. Dan ini sebetulnya sah menurut kami, tidak perlu KKPR,” ucap Rogydesa. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • Soelaeman Soemawinata Terpilih Jadi Ketua BK-TKP PII, Ini Targetnya!

    Soelaeman Soemawinata Terpilih Jadi Ketua BK-TKP PII, Ini Targetnya!

    • calendar_month Jumat, 14 Jul 2023
    • 0Komentar

    JAKARTA – Soelaeman Soemawinata terpilih menjadi Ketua Badan Kejuruan Teknik Kewilayahan dan Perkotaan (BK-TKP) Persatuan insinyur Indonesia (PII) periode 2023-2026 dalam Konvensi BK-TKP PII Tahun 2023 yang diadakan di Hotel Ambhara, Jakarta, Kamis (13/7). Dia menggantikan Ketua BK-TKP PII sebelumnya, Lana Wiyananti. Pelantikan dan pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua Umum PII Pusat, Danis H Sumadilaga. […]

  • emisi karbon

    Pengurangan Emisi Karbon Menjadi PR Bersama Perencana Kota

    • calendar_month Sabtu, 29 Jul 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Perencana kota menghadapi tantangan besar terkait pengurangan emisi karbon. Dunia saat ini sedang menghadapi kondisi kota yang semakin panas karena tingginya emisi karbon yang berasal dari transportasi, industri dan juga bangunan-gedung atau sektor properti. “Persoalan kebijakan iklim ataupun juga pengurangan emisi karbon ini terkadang menjadi satu PR bagi kita di praktisi perencana kota,” […]

  • Sosialisasi di Bali, Caketum REI Joko Suranto Sampaikan Program Strategis

    Sosialisasi di Bali, Caketum REI Joko Suranto Sampaikan Program Strategis

    • calendar_month Jumat, 7 Jul 2023
    • 0Komentar

    BALI – Industri properti nasional telah memberikan banyak dampak positif dan kontribusi besar terhadap negara. Tetapi hingga saat ini masih saja dihadapkan dengan kebijakan pemerintah yang kontra-produktif. Penegasan tersebut disampaikan Calon Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Joko Suranto pada acara Sosialisasi Calon Ketua Umum DPP REI periode 2023-2026 di Bali, Rabu (5/7). Dia menyebutkan, […]

  • 70 Perusahaan Swasta Ajukan Komitmen Investasi di IKN

    70 Perusahaan Swasta Ajukan Komitmen Investasi di IKN

    • calendar_month Senin, 23 Jan 2023
    • 0Komentar

    JAKARTA – Otorita Ibu Kota Negara (IKN) menyebutkan minat investor untuk masuk ke IKN Nusantara cukup tinggi. Sampai saat ini lebih dari 70 perusahaan swasta telah mengirimkan surat komitmen awal atau letter of intent (LoI) ke Otorita IKN dan menyatakan minat untuk berinvestasi di IKN. “Ini termasuk 11 pernyataan dari perusahaan Malaysia yang baru-baru ini […]

  • Ilustrasi Pembiayaan IKN KPBU

    Skema KPBU Bisa Jadi Pilihan Pembiayaan IKN Baru

    • calendar_month Sabtu, 29 Jan 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Pembangunan Ibu Kota Negara Baru (IKN) di Kalimantan Timur membutuhkan biaya yang tidak sedikit, yakni mencapai Rp466 triliun. Pembiayaan sebesar itu tidak mungkin hanya bergantung pada APBN. Skema pembiayaan melalui Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) bisa jadi pilihan pembiayaan IKN Baru. “Mudah-mudahan bisa mengembangkan skema KPBU. Artinya juga sama-sama mengeluarkan modal. Jadi […]

  • underpass Giantara Serpong City

    Fasilitas Kawasan, Giantara Serpong City Mulai Pembangunan Underpass

    • calendar_month Senin, 11 Nov 2024
    • 0Komentar

    SERPONG – Peran pengembang dalam membangun perumahan tidak hanya sebatas membangun produk hunian dan komersial untuk dijual, tetapi juga berinvestasi untuk menyiapkan berbagai infrastruktur. Seperti dilakukan Giantara Group, pengembang Giantara Serpong City yang rela merogoh kocek sekitar Rp50 miliar untuk pembangunan lintas bawah (underpass) di dalam kawasan tersebut. Chief Executive Officer (CEO) Giantara Group, Cindy […]

Translate »
expand_less