Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Studi ini Temukan Dampak Rumah Subsidi ke Kesehatan Masyarakat

Studi ini Temukan Dampak Rumah Subsidi ke Kesehatan Masyarakat

  • calendar_month Rabu, 26 Okt 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Hasil penelitian mahasiswa Magister Perencanaan Ekonomi dan Kebijakan Pembangunan (MPKP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI), Adhamaski Pangeran, menemukan keterkaitan antara pembangunan rumah subsidi dengan kesehatan masyarakat.

Hal ini tertuang dalam thesis yang menggunakan model ekonometrika berjudul “Hidup Sehat di Rumah Subsidi? Fakta dari Pembelian Rumah Subsidi FLPP di Indonesia Tahun 2011-2020”. Hasil studi ini memperlihatkan bahwa intervensi pemerintah pada sektor perumahan dengan program rumah subsidi FLPP dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

“Intervensi Pemerintah pada sektor perumahan dengan program rumah subsidi FLPP dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” ucap Adham, demikian ia akrab di sapa saat seminar hasil penelitian untuk thesis di UI secara virtual, 26 Oktober 2022.

Adham menjelaskan, kesimpulan lain dari penelitian yang dilakukan adalah realisasi rumah FLPP memiliki pengaruh yang siginifikan terhadap kualitas kesehatan masyarakat. “Ditemukan hubungan yang negatif antara FLPP dengan tingkat kesakitan, artinya semakin banyak realisasi FLPP semakin menurunkan tingkat kesakitan masyarakat”.

Sedangkan, variabel kepemilikan hunian pada kelompok MBR memiliki hubungan yang cukup siginifikan dengan tingkat kesehatan masyarakat.

Kemudian, fasilitas dan tenaga kesehatan yang memiliki hubungan positif dengan tingkat kesakitan masyarakat. Hal ini dikarenakan adanya maldistribusi dari pesebaran tenaga kesehatan, terutama di puskesmas dan masih terdapat beberapa Kabupaten/Kota yang belum memiliki rumah sakit.

Sejumlah saran yang tertuang dalam thesis tersebut, antara lain secara normatif perlu mengarustamakan sektor perumahan dalam rangka upaya pemerintah di bidang kesehatan. Bukan hanya kepada kelompok MBR penerima manfaat program FLPP tetapi juga seluruh kelompok masyarakat

“Secara teknis sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2022, setiap peralihan hak atas tanah harus menyertakan bukti BPJS Kesehatan. Perlu pengawasan dan evaluasi berkala terkait kesehatan penghuni rumah FLPP melalui laporan BPJS Kesehatan,” jelas Adham.

Penyesuaian Standar Teknis

Standar teknis konstruksi Kepmen Kimpraswil 403 Tahun 2002, lanjut Adham, perlu adanya penyesuaian. Utamanya akibat adanya pandemi Covid 19, termasuk kebutuhan ruang per orang, standar ventilasi, pencahayaan, sirkulasi udara, dan lain sebagainya.

Selain itu, perlu ada database profil penerima manfaat program FLPP yang di-update secara berkala. Hal ini sebagai bahan evaluasi penerima manfaat terhadap kesejahteraan dan kesehatan penghuninya.

“Program FLPP harus terintegrasi dengan program pengentasan kemiskinan maupun jaminan sosial lainnya, seperti PKH, KIP, KIS, Bansos Tunai, dan lain-lain agar bantuan pemerintah mencakup seluruh kebutuhan dasar pendidikan, kesehatan, dan perumahan,” imbuh Adham.

Sementara pengajar FEB UI Widyono Soetjipto yang juga merupakan Peneliti di Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM-FEUI) mengatakan topik dalam thesis sangat menarik.

“Pada sore ini kita akan mendengarkan seminar hasil dari penelitian dari Adhamaski Pangeran yang berkaitan dengan program FLPP dan kaitannya dengan kesehatan. Topiknya sangat menarik sekali,” kata Widyono.

Widyono menanggapi model ekonometrika dalam penelitian bahwa perlu ada variabel mediator antara FLPP dengan variabel sakit.

“Modelnya itu tidak mengaitkan langsung antara FLPP dengan variabel sakit, tapi di antara FLPP dengan sakit itu ada semacam variabel mediatornya, yaitu layak huni. Jadi dalam pemikiran saya itu harusnya FLPP berpengaruh terhadap layak huni baru kemudian rumah layak huni ini berpengaruh terhadap sakit. Ini yang saya pikir jadi landasan adanya variabel baru interaksi rumah layak huni dan FLPP,” jelasnya.

Sementara itu pengajar FEB UI lainnya, Khoirunurrofik menyebut ada kebaruan dalam studi ini. “Ada novelty ada penelitian ini, karena sebelumnya belum ada penelitian yang mengaitkan subsidi FLPP dengan kesehatan,” ujar Khoirunurrofik. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • GrahaLaras Sentul

    GrahaLaras Sentul Lengkapi Fasilitas Kawasan

    • calendar_month Sabtu, 4 Mar 2023
    • 0Komentar

    JAKARTA – Perumahan GrahaLaras Sentul dikembangkan PT Kesuma Agung Selaras (PT KAS). PT KAS melihat fasilitas dalam sebuah perumahan sangat penting, karena akan menunjang aktivitas warga. Sehingga akan menjadi ruang interaksi sosial yang bermanfaat dalam membangun kehidupan di GrahaLaras Sentul. Setelah mengoperasikan Masjid Alfatih, dijadwalkan pada September 2023 mendatang pengembang tersebut juga akan meresmikan penggunaan […]

  • Join Lagi, Keppel Land dan Metland Luncurkan Maison de Wisteria

    Join Lagi, Keppel Land dan Metland Luncurkan Maison de Wisteria

    • calendar_month Jumat, 29 Jul 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Keppel Land Limited (Keppel Land) dan PT Metropolitan Land Tbk. (Metland) kembali meluncurkan proyek residensial terbaru di Cakung, Jakarta Timur, yang diberinama Maison de Wisteria. Kawasan hunian yang mengusung tema bernuansa Paris ini terdiri dari 240 unit rumah tapak (landed house) dan 61 rumah toko (ruko). Peluncuran proyek fase kedua ini menyusul kesuksesan […]

  • Maggiore Signature paramount land

    Paramount Land Hadirkan Area Komersial Hadap Ruang Terbuka Hijau

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2024
    • 0Komentar

    GADING SERPONG – Paramount Land, salah satu pengembang utama Kota Gading Serpong, senantiasa mengusung konsep green development dalam perancangan hunian hingga area komersial. Hal itu untuk memastikan properti yang dibangun berwawasan lingkungan dan bermanfaat bagi masyarakat secara jangka panjang. Sejalan dengan komitmen untuk menghadirkan properti yang berkelanjutan, Paramount Land resmi meluncurkan Maggiore Signature ‘Premium Business, […]

  • Menparekraf Janji Optimal Kembangkan KEK Tanjung Lesung

    Menparekraf Janji Optimal Kembangkan KEK Tanjung Lesung

    • calendar_month Kamis, 23 Des 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno tengah menyiapkan sejumlah strategi pengembangan KEK Tanjung Lesung. Hal ini sebagai upaya pemulihan ekonomi di Provinsi Banten serta membuka peluang usaha dan lapangan kerja. “Saya akan fokus secara total mendukung pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung. Kita juga perlu mendorong perluasan ekonomi digital dan promosi serta pemasaran produk […]

  • 2022, Bank BJB Targetkan Akad KPR FLPP 1.000 Unit

    2022, Bank BJB Targetkan Akad KPR FLPP 1.000 Unit

    • calendar_month Senin, 31 Jan 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Bank Pembangunan Jawa Barat dan Banten Tbk. (Bank BJB) terus mendorong penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terhadap hunian yang terjangkau. Tahun 2022, Bank BJB menargetkan bisa merealisasikan sebanyak 1.000 unit melalui akad massal dengan pengembang perumahan di berbagai wilayah Indonesia. Sementara […]

  • Menteri perumahan yang dipercaya presiden nantinya adalah sosok yang memahami kondisi pasar perumahan saat ini

    Jangan Salah Pilih Menteri Perumahan, Ini Kriteria Idealnya!

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2024
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pembentukan Kementerian Perumahan merupakan langkah konkrit pemerintah baru mendatang untuk meningkatkan penyediaan rumah nasional. Namun karena persoalan perumahan sangat kompleks, banyak pihak berharap Presiden Prabowo Subianto tidak salah pilih dalam menunjuk menteri perumahan. Bagaimana sosok idealnya? Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia, Syarifah Syaukat mengatakan dibutuhkan sosok menteri perumahan yang benar-benar sudah memahami […]

Translate »
expand_less