Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Di Hadapan Tiga Menteri, Begini Usulan BTN untuk Program 3 Juta Rumah

Di Hadapan Tiga Menteri, Begini Usulan BTN untuk Program 3 Juta Rumah

  • calendar_month Senin, 11 Nov 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR BPN) bersama PT Bank Tabungan Negara atau BTN memaparkan berbagai solusi untuk memacu realisasi Program 3 Juta Rumah di depan ratusan pengembang.

Pada acara diskusi bertajuk “Program 3 Juta Rumah Gotong Royong Membangun Rumah untuk Rakyat” yang berlangsung di Ballroom Menara BTN akhir pekan lalu, dibahas beragam solusi dari permasalahan pemenuhan rumah rakyat mulai dari penyediaan lahan, perizinan, hingga usulan mengenai relaksasi pajak properti untuk meringankan harga produksi properti, sehingga lebih terjangkau bagi masyarakat.

Menteri PKP, Maruarar Sirait dalam paparannya meminta kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk memperpanjang pembebasan pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi lima tahunan. Selain itu, dia menyatakan telah bersepakat dengan Kementerian Dalam Negeri untuk membebaskan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dari pemerintah daerah (Pemda) untuk mengurangi harga jual rumah.

“Jika penyediaan tanah bisa gratis dan murah, lalu efisiensi bisa dilakukan dan kemudahan perizinan terjadi, maka saya pikir program 3 juta rumah ini bisa meningkatkan omset para pengembang secara luar biasa. Tahun depan, saya berani bilang bahwa banyak perubahan menyangkut perumahan akan terjadi, baik di sisi bisnis maupun sosialnya. Karena itu, saya minta para pengembang untuk mempersiapkan diri baik-baik,” ujar Maruarar.

Maruarar melanjutkan, pihaknya aktif berdiskusi dengan Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu terkait program tersebut.

Merespon pernyataan tersebut, Nixon mengatakan bahwa pengurangan biaya dapat mencapai total 21% untuk Rumah MBR dan MBT yang terdiri dari pembebasan PPN, pemangkasan PPH dan penghapusan BPHTB akan mampu memicu permintaan perumahan karena harga jual rumah menjadi lebih murah.

Nixon LP Napitupulu menambahkan, BTN telah menyalurkan 5,5 juta KPR subsidi dan non subsidi baik melalui KPR konvensional maupun pembiayaan syariah sejak 1976. Belakangan ini, katanya, semakin banyak kaum milenial, perempuan, dan pekerja sektor informal yang membeli rumah pertama dengan KPR, sehingga prospek sektor perumahan Indonesia sangat prospektif di masa depan.

“Terutama untuk pekerja sektor informal, dapat kita bayangkan jika tidak ada program rumah subsidi, mereka tidak bisa membeli rumah. Selain itu, Indonesia masih punya isu nasional yakni backlog kepemilikan rumah sebanyak 9,9 juta, dan lebih dari 50% masyarakat miskin menghuni rumah tidak layak huni. Berdasarkan data dari PLN, angkanya sampai 24 juta rumah tidak layak huni,” papar Nixon dalam keterangannya.

Kajian BTN menunjukkan, isu utama perumahan di daerah dari sisi demand di antaranya masih terkait dengan pendataan kebutuhan rumah dengan sistem by name, by address, serta tumpang tindih peraturan terkait kewenangan penyelenggaraan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Sedangkan di sisi supply, BTN melihat masih belum adanya sinkronisasi perencanaan tata ruang antara daerah dan pusat.

Sebab itu, kata Nixon, BTN terus memberikan masukan kepada pemerintah agar program rumah rakyat bisa terealisasi secara jangka panjang, karena karena sektor perumahan memiliki multiplier effect atau dampak turunan terhadap 185 subsektor lainnya yang mayoritas bersifat padat karya.

Tidak kalah pentingnya, pembangunan sektor perumahan secara masif akan menciptakan lapangan kerja. Berdasarkan perhitungan BTN, setiap pembangunan satu rumah dapat menyerap lima tenaga kerja, sehingga pembangunan 100.000 rumah akan menyerap 500.000 tenaga kerja per tahunnya.

PBG dan BPHTB

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan rencananya dalam waktu dekat untuk menghapuskan retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) khusus untuk rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Terkait rencana penghapusan BPHTB untuk rumah MBR, menurutnya, hal itu akan disosialisasikan bersama seluruh pemerintah daerah dan para pengembang di daerah.

“Saya akan keluarkan surat edaran dalam waktu paling lama 10 hari agar retribusi PBG dihapus khusus untuk MBR, supaya tidak ada kerancuan. Kita akan mengundang seluruh pemerintah daerah, Bank BTN, dan rekan-rekan perwakilan reealestat. Bahwa karena program perumahan untuk MBR ini telah diperintahkan oleh Presiden Prabowo Subianto dan harus dilaksanakan oleh Pak Maruarar, maka kita minta pemda untuk bangun gerakan kesetiakawanan sosial untuk membantu yang tidak mampu,” tegas Tito.

Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid mengatakan, pihaknya akan meminta pengembang untuk membangun fasilitas umum dan fasilitas sosial (fasum dan fasos) di proyek perumahan mereka, dan akan menerapkan denda berupa penyediaan rumah gratis bagi MBR bagi pengembang yang tidak taat. (MRI)

 

  • Penulis: Muhammad Rinaldi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gandeng BSI, REI Sulsel Bidik Transaksi Expo Rp100 Miliar

    Gandeng BSI, REI Sulsel Bidik Transaksi Expo Rp100 Miliar

    • calendar_month Sabtu, 5 Feb 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Sulawesi Selatan (Sulsel) bersama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk akan menggelar BSI Property and Automotive Syariah Expo 2022. Gelaran selama empat hari, pada 10 – 13 Maret 2022 di Mal Ratu Indah (MaRI), Kota Makassar,  menargetkan penjualan senilai Rp 100 miliar. Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) REI […]

  • Operasionalisasi Tol Trans-Sumatera Picu Pengembangan Kota Baru

    Operasionalisasi Tol Trans-Sumatera Picu Pengembangan Kota Baru

    • calendar_month Rabu, 27 Jan 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Telah beroperasinya sejumlah ruas di proyek Tol Trans-Sumatera menjadi magnet untuk pengembangan industri properti ke kawasan di sekitarnya. Wajar jika banyak pengembang berburu lahan strategis di sekitar ruas tol yang telah menghubungkan Provinsi Lampung dan Sumatera Selatan (Sumsel) sehingga menciptakan pengembangan pusat perekonomian baru. “Sebelum ada proyek tol, lokasi itu tidak ada yang […]

  • btn kuota flpp

    Pemerintah Bakal Tambah Kuota FLPP Jadi 800 Ribu Unit, Begini Strategi BTN

    • calendar_month Jumat, 29 Nov 2024
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyatakan kesiapannya untuk mendukung rencana Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk meningkatkan kuota FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) di 2025. Bank fokus perumahan tersebut sedang menyiapkan berbagai opsi strategi untuk memenuhi harapan pemerintah itu. “Kami tentu menyambut baik ada upaya untuk menaikkan kuota KPR FLPP […]

  • pertemuan sektor pariwisata

    Sektor Pariwisata Jadi Motor Ditengah Ketidakpastian Global

    • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Sektor pariwisata ditargetkan menjadi mesin penggerak pertumbuhan ekonomi, mengurangi kemiskinan dan menciptakan lapangan kerja ditengah ketidakpastian global. Sektor ini dinilai potensial dengan kunjungan 13 juta wisatawan mancanegara, menyerap 25 juta tenaga kerja dan berkontribusi sebesar US$16,7 miliar terhadap devisa negara. “Sudah saatnya kita mengadakan pertemuan tentang pariwisata yang dapat mengurangi dampak ketidakpastian global. Kita […]

  • Ilustrasi Peran Sektor Properti

    Begini Peran Sektor Properti dalam Mengurangi Emisi Karbon

    • calendar_month Sabtu, 26 Feb 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Sektor properti memiliki peran penting dalam mendukung upaya pemerintah untuk mengurangi emisi karbon. Beberapa inisiatif yang dapat dilakukan, antara lain dalam hal ruang terbuka hijau, green roof, dan green wall. “Tantangan sektor perumahan dan industri properti dalam mengurangi penggunaan energi fosil dan penurunan emisi karbon, sebetulnya terdapat beberapa inisiatif yang bisa kita lakukan. Terutama […]

  • lahan IKN

    8 dari 12 Pengadaan Tanah IKN Rampung

    • calendar_month Sabtu, 25 Mei 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memiliki 12 paket Pengadaan Tanah yang menjadi target utama Kementerian di Ibu Kota Nusantara (IKN). Dari 12 paket tersebut, sebanyak delapan diantaranya telah selesai. “Kementerian ATR/BPN bertanggung jawab untuk memastikan bidang-bidang tanah yang digunakan sudah clean and clear,” tulis keterangan resmi Kementerian ATR/BPN yang dikutip […]

Translate »
expand_less