Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » BP Tapera: Industri Perumahan Masih Menjanjikan di Tahun Depan

BP Tapera: Industri Perumahan Masih Menjanjikan di Tahun Depan

  • calendar_month Senin, 19 Des 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Meski tetap diperlukan kewaspadaan, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) optimistis industri perumahan khususnya perumahan subsidi masih menjanjikan di tahun depan. Hal itu didasari beberapa indikator positif yang bisa memacu program perumahan nasional.

Komisioner BP Tapera, Adi Setianto mengatakan beberapa indikasi positif di tahun 2023 antara lain pertama secara year to date terdapat 24 negara di dunia yang telah mengeluarkan data GDP kuartal III tahun 2022, dimana dari 7 negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi termasuk Indonesia.

Kedua, kenaikan suku tingkat bunga relatif moderat sebesar 175 bps dibandingkan negara lain menunjukkan bahwa kebijakan moneter yang dipadukan dengan kebijakan fiskal yang terukur efektif untuk meredam peningkatan inflasi lebih lanjut.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III 2022 mencapai 5,72% secara tahunan dan tumbuh 1,81% secara kuartalan.

“Ekonomi Indonesia relatif kuat dalam menahan tekanan inflasi mengingat secara fundamental Indonesia mengalami surplus perdagangan 30 bulan berturut-turut karena berkah komoditas yang diikuti dengan kombinasi bauran kebijakan moneter sehingga penyesuaian tingkat bunga tidak agresif dibandingkan dengan negara-negara lain,” tegas Adi Setianto pada Economic Outlook dan Prospek Sektor Perumahan 2023 di Jakarta, Senin (19/12/2022).

Ditambahkan, berbagai bauran kebijakan moneter yang diterapkan oleh Bank Indonesia bersama Pemerintah mulai dari peningkatan Giro Wajib Minimum (GWM), peningkatan tingkat bunga terukur, serta kebijakan pendukung lainnya juga cukup efektif menjaga tingkat inflasi pada tingkat yang akseptabel. Sehingga International Monetary Fund (IMF) dalam rilis terakhirnya memperkirakan ekonomi Indonesia akan tumbuh 5,3% tahun ini dan masih tumbuh 5% pada tahun 2023.

“Kami optimis, bahwa industri perumahan, khususnya perumahan subsidi masih menjanjikan di tahun mendatang. Kreativitas skema pembiayaan serta dukungan stakeholder dari ekosistem perumahan diyakini akan mampu mewujudkannya,” ujarnya.

Tahun 2023, penyaluran FLPP ditargetkan sebanyak 220.000 unit senilai Rp25,18 triliun. Sedangkan untuk pembiayaan Tapera sebanyak 10.000 unit senilai Rp1,05 triliun. Tercatat, realisasi penyaluran dana FLPP per 14 Desember 2022 sebesar 216.029 unit senilai Rp24,03 triliun. Sehingga penyaluran dana FLPP dari tahun 2010-2022 sebesar 1.159.608 unit senilai Rp99,21 triliun.

Hadir dalam diskusi dan pertemuan tersebut, Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur dan Perumahan Kementerian PUPR Herry TZ, Chief Economist Bank BTN Winang Budoyo, Executive Director Indonesia Property Watch Ali Tranghanda, Akademisi Ruslan Prijadi serta perwakilan dari Kementerian Keuangan, Kementerian PUPR, OJK, Kementerian Ketenagakerjaan, Bank Penyalur dan Manajer Investasi.

Prospek Perekonomian

Menurut Adi Setianto, tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk mendapatkan gambaran prospek perekonomian baik global maupun domestik dan implikasinya terhadap tingkat bunga serta pertumbuhan sektor keuangan (pasar keuangan dan pasar modal) sehingga menjadi dasar prospek sektor industri perumahan khususnya perumahan MBR tahun 2023.

Disamping juga untuk mendapatkan gambaran sumber dana pembiayaan jangka panjang berkelanjutan yang tersedia di pasar modal maupun investor lainnya.

Adi menyebutkan, adanya kecenderungan investor asing masuk dalam sebulan terakhir memberikan ruang optimisme untuk meningkatkan penghimpunan sumber dana pembiayaan perumahan. Pasar yang dinamis dan terus bertumbuh menjadi prospek investasi bagi dana yang digunakan pada pembiayaan perumahan sehingga informasi tersebut akan menjadi dasar penyusunan strategi dan rencana investasi finansial.

“Kami ingin mendapatkan gambaran prospektif potensi sumber dana untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan perumahan MBR sebagai bentuk mengembangkan sumber dana lain selain dana simpanan peserta maupun dana APBN yang selama ini menjadi sumber dana penyaluran pembiayaan rumah MBR” ujarnya. (MRI)

  • Penulis: Muhammad Rinaldi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi asosiasi pengembang

    Urus Izin Tanah, Pengembang Bakal Wajib Gabung Asosiasi

    • calendar_month Selasa, 6 Apr 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) akan mengakomodasi masukan bahwa pengembang yang akan mengajukan penerbitan perizinan pertanahan harus tergabung dalam asosiasi developer. Usulan Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) ini bertujuan mengantisipasi praktik pengembang nakal yang merugikan konsumen. “REI mengusulkan agar dalam penerbitan perizinan di Kementerian ATR/BPN, mesti ada persyaratan yang […]

  • Smart City IKN

    Menko Airlangga Ajak Jepang Kembangkan Sistem Smart City IKN

    • calendar_month Sabtu, 23 Jul 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengajak Japan Overseas Infrastructure Investment Corporation for Transport and Urban Development (JOIN) untuk terlibat aktif dalam mendukung pengembangan smart city, sektor energi terbarukan, dan ekonomi digital di Indonesia. “Kami harap JOIN dapat berkontribusi dalam pengembangan sistem smart city di ibu kota baru kami di Kalimantan,” ungkap Menko […]

  • KPR BTN Gaess

    Ini Dia Fitur Terbaru KPR BTN Gaess for Millenial

    • calendar_month Jumat, 29 Okt 2021
    • 0Komentar

    JAKARTA- Di kuartal terakhir tahun 2021, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terus memacu penyaluran kredit khususnya di segmen KPR Non Subsidi. Salah satunya dengan mengenalkan fitur anyar Graduated Payment Mortgage (GPM) dalam produk KPR BTN Gaess for Millenial. Fitur GPM ini merupakan salah satu solusi untuk milenial dalam mendapatkan pembayaran angsuran di beberapa tahun […]

  • Menkeu Klaim Per April 2021 Penerimaan Pajak Tembus 31%

    Menkeu Klaim Per April 2021 Penerimaan Pajak Tembus 31%

    • calendar_month Senin, 24 Mei 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Penerimaan pajak hingga bulan April 2021 sebanyak Rp 374,9 triliun. Capaian itu 30,94 persen dari target penerimaan pajak tahun 2021, yakni sebesar Rp 1.229,6 triliun. “Pertumbuhannya masih negatif 0,46 persen. Namun dibanding tahun lalu, pertumbuhan ini sudah lebih baik. Sebab pada periode yang sama April 2020, penerimaan pajak kontraksinya minus 3 persen. Jadi […]

  • PSU Tahun 2021 Tembus Rp 201 Miliar

    PSU Tahun 2021 Tembus Rp 201 Miliar

    • calendar_month Minggu, 28 Nov 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah merealisasikan bantuan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) Tahun Anggaran 2021 sebanyak 25.781 unit senilai Rp 201,03 miliar. Bantuan PSU berupa jalan lingkungan dari refocusing anggaran tahun 2021 ini tersebar di 33 provinsi di Indonesia. Bantuan ini dinilai dapat memacu semangat pengembang perumahan untuk lebih banyak membangun […]

  • Dukung Insentif PPN DTP, PropertyKlik.com Gelar Rumah Free PPN Expo

    Dukung Insentif PPN DTP, PropertyKlik.com Gelar Rumah Free PPN Expo

    • calendar_month Jumat, 8 Mar 2024
    • 0Komentar

    JAKARTA – Perusahaan teknologi properti (property technology) terinovasi, PropertyKlik.com berkomitmen untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional dengan menghadirkan Rumah Free PPN Expo. Pameran properti online pertama yang digelar untuk menyambut terbitnya aturan pelaksana Pajak Pertambahan Nilai Di Tanggung Pemerintah (PPN DTP) tersebut menawarkan puluhan proyek rumah, apartemen, maupun rumah toko (ruko). Pameran ini berlangsung mulai dari […]

Translate »
expand_less