Insentif PPN Belum Dirasakan Sektor Apartemen

Insentif PPN membuat pasar perumahan menggeliat. Akan tetapi, untuk sektor apartemen, belum semuanya memaksimalkan manfaat dari insentif tersebut.
0
165
ppn apartemen

Jakarta – Terbitnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 7 Tahun 2024 tentang Pajak Pertambahan Nilai atas Penyerahan Rumah Tapak dan Satuan Rumah Susun yang Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) Tahun Anggaran 2024 belum dirasakan secara maksimal di sektor apartemen.

“Secara keseluruhan insentif PPN ini memang di apartemen itu memang masih belum terlihat hasilnya di kuartal pertama,” ucap Head of Research Colliers Indonesia Ferry Salanto dalam Colliers Virtual Media Briefing pada Rabu, 3 April 2024.

Ferry menjelaskan, dirinya banyak menerima informasi dari pengembang perumahan bahwa insentif PPN tersebut membuat pasar menggeliat. Akan tetapi, untuk sektor apartemen, belum semuanya memaksimalkan manfaat dari insentif PPN tersebut.

Beberapa pengembang memang sudah ada yang memiliki unit ready stock atau hampir ready stock. Namun, ada satu syarat yang dirasa mengganjal, yaitu BAST alias berita acara serah terima dalam periode PPN itu diberikan sehingga unit-unit apartemen masih mengejar konstruksi dan tidak terlalu menggebu mengejar manfaat dari insentif tersebut.

“Tapi nanti kita akan coba lihat lagi setelah di semester karena kan kita masih ini (insentif PPN) kan masih sampai full year ya sampai akhir tahun 2024,” imbuhnya.

Manfaatkan Insentif Sekarang

Ferry menilai, tantangan akan makin besar di tahun berikutnya karena pemerintah akan menerapkan aturan PPN sebesar 12%.Untuk itu, dia mengatakan bahwa saat ini adalah waktu yang tepat bagi konsumen untuk memanfaatkan benefit insentif PPN di sektor apartemen.

“Kita berharap tahun 2024 ini, konsumen segera memanfaatkan insentif yang diberikan sebelum nanti tahun 2025 itu bebannya akan apa lebih berat lagi karena nanti PPN-nya akan jadi 12%,” katanya.

Pada tahun depan, belum tentu pemerintah akan melanjutkan kebijakan insentif PPN akan dilanjutkan. Pasalnya, kebijakan ini akan terus di-review tiap periode. Untuk tahun ini, aturan tersebut akan berlaku hingga akhir 2024.

Secara umum, banyak stimulus dari pemerintah maupun swasta telah dilakukan untuk membangkitkan pasar properti, khususnya apartemen, namun hasilnya masih belum sesuai dengan harapan. Diprediksi, pasar apartemen akan tetap lambat di semester I tahun 2024, namun ada harapan positif di semester 2 dengan terbentuknya pemerintahan baru yang akan memberikan kepastian terhadap kondisi pasar properti.

“Kami optimis kondisi tahun 2024 akan lebih baik daripada 2023, dan dengan harapan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik,” tutup Ferry.(SAN)