Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Menkeu Beberkan Masalah Pelik yang Dihadapi Dunia, Begini Solusinya

Menkeu Beberkan Masalah Pelik yang Dihadapi Dunia, Begini Solusinya

  • calendar_month Minggu, 27 Nov 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan sejumlah tantangan yang dihadapi dunia mulai dari pandemi, climate change, hingga digital teknologi.

Permasalahan tersebut menurut Sri Mulyani, satu negara tak bisa menyelesaikannya sendirian. Perlu adanya kerja sama yang solid negara-negara lain untuk menyelesaikan permasalahan global tersebut.

“Saat ini dunia dihadapkan pada masalah yang tidak bisa diselesaikan oleh satu negara sendiri,” ungkap Menkeu Sri Mulyani dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 25 November 2022.

Namun, Sri Mulyani menyayangkan bahwa acapkali kerja sama yang ada tak berjalan sesuai dengan harapan.

“Tapi kadang politik, nasionalistik yang sempit menyebabkan kita itu fragmented,” tukas Sri Mulayani.

Salah satu upaya yang dianggap berhasil mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi dunia saat ini adalah Presidensi G20. Kehadiran pemimpin negara anggota G20 merupakan suatu capaian bagi Indonesia.

“Kalau anda tanyakan bahwa kita tetap bisa membuat summit dan kehadiran mereka semua hadir, itu adalah suatu pencapaian. Karena dari Februari sebetulnya keinginan G20 pecah itu sangat riil. Jadi kerjaan untuk membuat ini tetap bersatu is one thing. Itu adalah pencapaian Indonesia,” jelas Menkeu.

Capaian KTT G20

Capaian terlihat pula dari keberhasilan dalam merumuskan sebagian besar permasalahan. Banyak persetujuan mengenai penyelesaian krisis pangan, sustainability financing, digital teknologi, global taxation, kemudian juga financial safety net.

Indonesia mengusung dalam presidensi ini yakni recover together, recover stronger menjadi tepat dan tidak hanya menjadi sekedar deklarasi tanpa hasil.

“Saya akan mengatakan temanya yang recover together recover stronger, ability to bridge the gap, membuat united, dan kita tidak hanya sekedar deklarasi. Tapi tadi mengenai masalah climate change, sustainability, kita bicara tentang masalah pandemi, kita mengeluarkan pandemic fund, itu adalah solidaritas,” katanya.

Adapun pagelaran KTT G20 telah usai pada Rabu, 16 November 2022 dan melahirkan deklarasi bersama bertajuk G20 Bali Leaders Declaration.

Deklarasi yang memuat 52 paragraf tersebut salah satunya berisi kecaman terhadap perang di Ukraina karena banyak anggapan telah melanggar batas wilayah.

Hasil konkret dari KTT G20 selain deklarasi bersama, antara lain terbentuknya pandemic fund yang mencapai USD 1,5 miliar.

Kemudian, pembentukan dan operasionalisasi resilience and sustainability trust (RST) di bawah Dana Moneter Internasional (IMF) sejumlah USD 81,6 miliar untuk membantu negara-negara yang menghadapi krisis.

Capaian lainnya adalah terkait energy transition mechanism. Dalam hal tersebut,  Indonesia memperoleh komitmen dari just energy transition partnership (JETP) sebesar USD20 miliar. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi Apartemen Keluarga

    Tinggal di Apartemen dan Punya Bayi? Begini Tipsnya!

    • calendar_month Sabtu, 15 Jan 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Tinggal di apartemen bagi orang Indonesia memang belum menjadi kebiasaan. Apalagi bagi mereka yang sudah memiliki anak biasanya memilih rumah tapak meski harus ke pinggiran kota. Sebab, rumah tapak di Jakarta makin sulit dicari dan tentu saja dengan harga selangit. Namun, apartemen juga mulai dilirik semenjak pandemi karena dianggap memiliki fasilitas yang lengkap […]

  • Perjalanan Spontan dan Aktivitas Bisnis Picu Pemulihan Pariwisata

    Perjalanan Spontan dan Aktivitas Bisnis Picu Pemulihan Pariwisata

    • calendar_month Jumat, 6 Jan 2023
    • 0Komentar

    JAKARTA – Tahun 2022 menjadi tahun kebangkitan kembali industri pariwisata dan perhotelan di Indonesia. Hal tersebut ditandai dengan meningkatnya permintaan kamar hotel ke sejumlah daerah tujuan wisata terutama pada malam penggantian tahun kemarin. Laporan tren perjalanan tahunan bertajuk “OYO Travelopedia Indonesia 2022” mengungkapkan bahwa terjadi peningkatan permintaan hingga 82.000 kamar pada malam tahun baru, atau […]

  • Digitalisasi Pacu Transaksi Layanan Pertanahan

    Digitalisasi Pacu Transaksi Layanan Pertanahan

    • calendar_month Rabu, 3 Agt 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Prosedur digitalisasi dokumen dan warkah tanah berdampak signifikan terhadap pertumbuhan transaksi di bidang layanan pertanahan. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) akan memperluas cakupan transformasi digitalisasi layanan pertanahan secara bertahap. “Proses layanan atau transaksi dari Hak Tanggungan saja semester ini sudah lebih dari Rp 460 triliun. Itu sebagai pinjaman yang bisa memberikan […]

  • perekat ubin ramah lingkungan

    Pertama di Indonesia, Perekat Ubin Berteknologi Ramah Lingkungan

    • calendar_month Senin, 25 Nov 2024
    • 0Komentar

    JAKARTA – Proyek konstruksi menyumbang emisi karbon dan memengaruhi kondisi lingkungan. Untuk merespons tantangan terhadap kebutuhan produk material konstruksi ramah lingkungan, Mapei Indonesia yang merupakan bagian dari grup global Mapei menghadirkan Keraflex Maxi S1 Zero, perekat ubin yang sepenuhnya mengkompensasi karbon (carbon fully offset). Produk ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan industri konstruksi akan material berkualitas […]

  • Sektor Properti Positif, Bumi Serpong Damai Targetkan Prapenjualan Rp9,50 T

    Sektor Properti Positif, Bumi Serpong Damai Targetkan Prapenjualan Rp9,50 T

    • calendar_month Jumat, 2 Feb 2024
    • 0Komentar

    BSD CITY – Sektor properti di tahun 2024 diprediksi masih berada pada jalur yang relatif positif. Optimisme sektor properti ini ditandai dengan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) triwulan III 2023 yang bertumbuh sebesar 1,96% (year on year/yoy) atau lebih tinggi dari pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 1,92%. Pengamat properti, Anton Sitorus menyebutkan, sejumlah strategi hingga […]

  • Omnibus Law dan Momentum Kebangkitan Properti

    Omnibus Law dan Momentum Kebangkitan Properti

    • calendar_month Jumat, 6 Nov 2020
    • 0Komentar

    Oleh: Drs. Ikang Fawzi, MBA Kontribusi sektor realestat terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional masih sangat rendah yakni 2,79% pada 2019 (data resmi Badan Pusat Statistik). Persentase tersebut masih jauh tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga di ASEAN. Di Malaysia misalnya, kontribusi sektor realestatnya terhadap PDB mencapai 20,6%, Singapura mencapai 23,5%, serta Thailand hampir 10%. Banyak faktor […]

Translate »
expand_less